Freeport tak bisa lagi berkilah dari kewajiban bangun Papua

Rabu, 4 Februari 2015 06:06 Reporter : Wisnoe Moerti
Freeport tak bisa lagi berkilah dari kewajiban bangun Papua Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kehadiran PT Freeport Indonesia di tanah Papua dianggap tidak membuat daerah dan masyarakat kawasan itu maju. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin pun sesumbar bakal mengubah anggapan itu dan membuat Papua makmur.

"Banyak hal yang merupakan pertanyaan dari masyarakat, saya akan membuktikan kita semua komit dengan pembangunan di Papua dan nilai tambah bagi bangsa dan negara," begitu janji Maroef beberapa waktu lalu.

Namun janji itu dianggap sekadar omong kosong. Freeport memang sudah menyatakan komitmennya membangun pabrik pengolahan dan pemurnian, tapi itu bakal dibangun di Gresik, Jawa Timur. Bukan di Papua, di lokasi tambang yang dikelolanya selama ini.

Freeport akan menggunakan lahan milik PT Petrokimia Gresik dengan luas lebih kurang 80 hektar. Dalam penggunaan lahan ini, Freeport harus menyewa dengan harga mencapai USD 8 atau sekitar Rp 100.000 per meter persegi per tahun.

Pemerintah provinsi Papua meradang. Bahkan, rakyat Papua disebut-sebut marah lantaran Freeport memilih membangun smelter di luar wilayah tambangnya. DPR pun geram dengan rencana Freeport membangun smelter jauh dari mulut tambang.

Awalnya, pemerintah tidak mempersoalkan rencana Freeport membangun smelter di Gresik. Alasannya, pemerintah menyadari keterbatasan infrastruktur pendukung jika smelter dibangun di Papua.

Tapi setelah pimpinan DPR menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, sikap pemerintah berubah. Freeport bakal dipaksa membangun smelter di Papua. Pemerintah menutup ruang untuk tawar menawar. Pembangunan smelter di Papua harga mati.

Alasannya, dengan membangun smelter di Papua, otomatis melahirkan efek pengganda bagi sektor lain. Tenaga kerja akan terserap, ada nilai tambah yang bisa diperoleh pemerintah daerah. Merdeka.com mencatat, Freeport tak lagi bisa berkilah dari kewajiban membangun Papua. Berikut paparannya.

Baca Selanjutnya: Tak ada tawar menawar smelter...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini