Dorong UMKM Tembus Ekspor, Ditjen Bea Cukai Buka Klinik Pelatihan

Kamis, 11 Agustus 2022 09:13 Reporter : Siti Ayu Rachma
Dorong UMKM Tembus Ekspor, Ditjen Bea Cukai Buka Klinik Pelatihan Kreativitas Pengrajin Beduk di Keniten Banyumas. ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz Rasjid

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) mengatakan pihaknya menyediakan klinik ekspor untuk mendukung para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menembus pasar dunia. Total UMKM yang dibina DJBC saat ini sebanyak 3.414.

"Kita sediakan dan bantu para UMKM yang berpotensi untuk bisa tembus pasar ekspor, jadi kita tidak berpangku tangan saja," ucap Direktur Fasilitas Kepabeanan dan DJBC, Untung Basuki, Bandung, Kamis (11/8).

Untung menjelaskan dukungan tersebut juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Keuangan. Program ini tidak dilakukan oleh DJBC saja, tentunya diperlukan sinergi antar kementerian dan Lembaga terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UMKM.

"Potensi UMKM itu sangat besar, memang kalau ditotal itu dari perusahaan besar akan berbeda tapi kalau mereka sudah ekspor itu sudah luar biasa," terangnya.

2 dari 2 halaman

Bina 3.414 UMKM

umkm

Untung mengungkapkan para UMKM yang datang untuk penyuluhan sangat bervariatif. Untuk total UMKM yang dibina saat ini sebanyak 3.414 UMKM. UMKM yang belum ekspor atau masih tahap pengenalan ekspor yaitu 2.322 pelaku usaha.

Kemudian yang sudah ekspor namun masih melalui pihak ketiga sebanyak 90 UMKM, komoditi berpotensi menjadi rantai pasok KB KITE 393, sudah ekspor dan berpotensi ditingkatkan 388. Terakhir komoditi berpotensi ekspor namun UMKM belum pernah ekspor sebanyak 512 pelaku usaha.

Dengan adanya klinik ekspor diharapkan para UMKM bisa mendapatkan pemahaman mengenai prosedur ekspor. Bea cukai akan selalu mendukung para UMKM yang akan melakukan ekspor.

Baca juga:
Kanwil DJBC Jawa Barat Sediakan Rumah Solusi Ekpor-Impor, Begini Cara Daftarnya
Terbesar di ASEAN, Trade Expo Indonesia Ditarget Bisa Raup Transaksi USD 10 Miliar
Menteri Teten Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali
Tak Hanya Disetop, Penggunaan Dana Pungutan Ekspor Kelapa Sawit Diminta Dievaluasi
Keunggulan Bali yang Tak Dimiliki Daerah Lain di Indonesia
Tak Penuhi Kewajiban DMO, Akses Fitur Ekspor 29 Perusahaan Batubara Ditutup
Kemendag Amankan Baja Impor Tak Sesuai SNI Rp41,68 Miliar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini