Cerita Sukses Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Sempat Dikira Gosong Sekarang Diborong

Rabu, 20 November 2019 08:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Cerita Sukses Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Sempat Dikira Gosong Sekarang Diborong Founder Pisang Goreng Madu, Nanik Soelistiowati. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - If you don't have commitment you'll never start. If you don't have consistency, you'll never finish.

Ungkapan ini dapat disematkan pada usaha dan perjuangan Founder Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Nanik Soelistiowati dalam membangun bisnisnya, sebuah produk kuliner yang kini akrab dengan lidah masyarakat, yaitu pisang goreng madu.

Awalnya, Nanik memiliki usaha katering. Dia biasa memasok makanan ke hotel-hotel, baik hidangan utama maupun snack. Makanan yang masuk ke ruang makan hotel harus lah bagus dan bermutu. Karena itu, ada yang tidak lolos 'seleksi', yakni pisang.

Pisang-pisang tersebut, kemudian dia ambil untuk diolah lagi sesuai dengan resep keluarga. Dari situlah brand 'Pisang Goreng Madu' miliknya bermula.

"Kalau pisang yang bagus mereka ambil dan yang tidak bagus, pisang-pisangnya dibuang. Sayang. Saya olah jadi pisang sale, pisang goreng. Kebiasaan keluarga kita pake madu," kata dia, di Jakarta, Selasa (19/11).

Pisang olahannya tersebut memang tidak menarik tampilannya. Sebab, tampak seperti pisang sudah gosong alias hangus. Sayangnya, produknya mendapatkan penolakan saat pertama kali ditawarkan.

"Kita coba di gerai saya. Setiap jumat saya punya menu spesial, ya buah atau snack atau es. Saya keluarin pisang madu, tapi mereka tidak mau. Saya kumpulkan yang di hotel itu. 'Ibu jangan dijual lagi, semua marah. kasih tahu ibumu ya, pisang gosong dikasih orang'," ungkapnya.

Tapi penolakan tersebut berangsur hilang, ketika pisang madu racikannya dicoba. 'Pisang gosong' tersebut, ternyata mulai merebut hati orang yang mencicipinya. Pisang madu Nanik mulai diterima bahkan perlahan-lahan menjadi menu snack utama yang dipesan pihak hotel padanya.

"Mungkin setelah makan mereka merasa enak. Saya tidak keluarin lagi karena tidak boleh, tapi ternyata mereka sudah merasakan dan enak. Cari di tempat lain tidak ada. Dari situ mereka bilang kalau snack selain pisang madu, jangan lagi."

1 dari 1 halaman

Pemasaran Pisang Madu

Tahu bahwa pisang madu harus terlebih dahulu mendapatkan penerimaan dari pelanggan dan calon pelanggan alias mengetes pasar, Nanik memutuskan untuk tak cepat-cepat menjadikannya sebagai pendulang rupiah.

Di tahap-tahap awal, pisang madu tidak dia jual. Kalau pun ada yang berniat membeli, dia melegonya dengan harga murah, Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah.

"Kalau orang lewat, saya suruh coba cicipin, 'enggak ah, gosong'. Tapi setelah mereka makan, suka. Saya banyak bikin tester," ungkap Nanik.

"Untuk memasarkan dari awal sulit karena penampilannya tidak menarik, tapi kami punya semboyan si hitam manis. itu memang kalau tidak merasakan, lihat dari penampilan ga bagus, tapi sekali coba ada krispi legit itu bikin nagih," imbuhnya.

Mengundang orang untuk mampir dan sekedar mencicip lalu meminta tanggapan merupakan satu langkah merketing sederhana yang dapat dilakukan Nanik kala itu. Maklum, dia mengalami keterbatasan dana untuk memasang iklan. Selain itu dia juga membuat brosur untuk dibagikan.

"Saya memang orangnya ulet, kalau ada kemauan, keras. Saya bikin brosur, naik motor sendiri pergi ke masjid, saya selipin di wiper mobil-mobil. Kalau hari minggu saya kebaktian di sore hari, pagi saya pergi ke gereja-gereja, saya selipin itu brosur-brosur saya. Saya sendiri. (Anak-anak) masih kecil-kecil," kenang Nanik.

"Dulu ada Project Pop, mereka antre di tenda artis, bawa kertas, kaos, spidol. Saya antre bawa kartu nama sama pisang, Saya bilang, 'Kak Tika, Kak Tika (Personel Project Pop, Tika Panggabean) cobain dong'. Ada kartu namanya. Eh seminggu kemudian Kak Tika pesan," jelas Nanik bernostalgia. [azz]

Baca juga:
Lulusan Universitas Australia Ini Pilih Jualan Bakmi Godog Ketimbang Cari Kerja
Piero: Kita Tak Mungkin Bersaing dengan Nike dan Adidas
Dulu Sopir Traktor, Wanita Ini Kini Sandang Status Miliuner Berharta Rp14 Triliun
Kisah Pria Usia 25 Tahun Sukses Bangun Jaringan Hotel
Kesal Cari Bantal yang Nyaman Antar Pria ini Menjadi Jutawan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini