Cari Pembeli Gas Sakakemang, SKK Migas Tunggu Hasil Kajian

Kamis, 14 Maret 2019 12:51 Reporter : Merdeka
Cari Pembeli Gas Sakakemang, SKK Migas Tunggu Hasil Kajian Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kepala Divisi Monetisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Waras Budi Santosa mengatakan, saat ini masih melakukan pertemuan dengan pihak Repsol, untuk mendapat hasil pengeboran di Blok Sakakemang. Jika sudah ada kepastian maka baru akan dilakukan pencarian pembeli.

"Itu masih pertemuan-pertemuan, nanti kalau mereka sudah ada hasil kajian lagi nambah drill lagi kita siapkan marketnya," kata Waras, di Jakarta, Kamis, (14/3).

Menurut Waras, gas dari Blok Migas Sakakemang bisa dialokasikan untuk konsumen yang sudah ada, menyerap gas dari sumber pasokan lain, serta konsumen baru yang lokasinya berdekatan dengan blok tersebut.

"kita akan tutup untuk yang decline pasokan itu untuk memenuhi kebutuhan eksisting buyer, sekaligus untuk ekspansi kalau ada tambahan-tambahan," tuturnya.

Waras melanjutkan, kedepannya kebutuhan gas akan meningkat, konsumen yang digadang menyerap gas dari blok migas tersebut adalah Pupu Sriwijaya. "Karena kita banyak juga kebutuhannya, seperti pusri itu kan prioritas itu bagaimana nanti kelangsungannya," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan, gas yang dihasilkan dari Blok migas yang dioperatori perusahaan migas asal Spanyol tersebut, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Untuk dalam negeri (pasokan gasnya)," kata Arcandra. Menurut Arcandra, pasokan gas untuk dalam negeri tidak akan berlebih, untuk infrastruktur penyaluran gasnya akan memanfaatkan yang sudah dioperasikan.

"Nggak akan lebih. Kita dalam kebutuhan untuk negeri. Infrastruktur bisa digunakan sekitarnya," imbuhnya.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, tak tanggung-tanggung, cadangan gas yang ditemukan oleh perusahaan migas asal Spanyol tersebut diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF).

"Ini lokasinya di Banyu Asin. Potensi lebih kurang 2 TCF. Asumsi sekarang, rig 1.500 HB. Kadang dikerjakan bertahun tahun gak dapat, dengan kedalaman 2.430 meter dapat cadangan. 2004 sudah dilakukan dengan KBD 1, kurang memberikan hasil yang bagus. Ternyata ada disebelahnya yang lebih bagus cadangannya," ujar dia.

Menurut dia, selain potensi gas yang besar, temuan ladang gas ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, setelah 18 tahun akhirnya ditemukan cadangan gas baru dalam jumlah yang besar.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini