Berani Berubah: Dari Pengusaha Travel, Bule Jual Ayam Panggang Khas Belgia

Merintis usaha kuliner dari awal hingga mengajari sang istri memasak ayam panggang, inilah yang dilakukan Michael agar usaha kulinernya terus berkembang

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Berani Berubah: Dari Pengusaha Travel, Bule Jual Ayam Panggang Khas Belgia
Bule Belgia Jualan Ayam Panggang. istimewa

Membuka usaha kuliner Belgia di Yogyakarta menjadi pilihan Michael Van Den Bremt. Sempat merasa ragu apakah kuliner ini akan diterima warga atau tidak, ternyata usaha kuliner yang dibuka Michael mendapat sambutan baik dari warga.

Ayam panggang Belgia, inilah makanan yang dijual Michael dan istri. Usaha kuliner ini awalnya dibuat tidak sengaja, setelah bisnis travelnya bangkrut dihantam pandemi. Pariwisata Yogyakarta sempat meredup karena beberapa kali dilakukan PSBB ketat. Imbasnya dirasakan para pebisnis travel.

Tidak mungkin Michael berdiam diri. Sempat berpikir beberapa kali, hingga menemukan ide membuka usaha kuliner ayam panggang Belgia.

"Idenya mulai dari mungkin dari orang tua saya. Waktu kita mudik pulang kampung, mereka bilang oh ini ayam rotisserie, ayam panggang ini ya di Belgia mereka senang banget kenapa nggak bikin di sana?" kata Michael.

Merintis usaha kuliner dari awal hingga mengajari sang istri memasak ayam panggang, inilah yang dilakukan Michael agar usaha kulinernya terus berkembang.

Racikan ayam panggang Belgia juga bukan sembarang. Michael bercerita, dia mendapat resep rahasia ayam panggang dari sang ibunda. Inilah yang membedakan ayam panggang milik Michael dengan ayam panggang pada umumnya.

"Resepnya dari mama saya, dari turunan sebenarnya. Ya, aku dapat resep semua dari mama saya, asli makanan Belgia yang kita makan waktu kita anak kecil di kampung," kata Michael.

Usaha kuliner Belgia menjadi pilihan Michael, karena menurutnya kuliner ini belum terkenal di Indonesia. Lambat laun usaha kuliner milik Michael semakin berkembang. Michael dan istri sudah berani mempekerjakan beberapa karyawan di restoran miliknya.

Veronica, istri dari Michael bercerita, beberapa karyawan yang bekerja di restoran miliknya juga sempat terkena PHK karena pandemi. Veronica merasa pandemi ini merubah nasib seseorang. Veronica juga merasakan jatuh saat usaha travelnya berhenti.

Melihat keadaan seperti ini, tidak da salahnya Veronica memberikan pekerjaan pada mereka. Apalagi Veronica sudah tahu pengalaman mereka.

"Dan saya juga pikir mereka sudah ada experience kan sebelumya, dan saya juga tahu rasanya. Aku sama suami sendiri kena dampak pandemi, dan saya juga mau bantu orang-orang yang kena dampak pandemi itu. Jadi kebanyakan karyawan saya ini dari PHK karena pandemi," kata Veronica.

Untuk mengubah keadaan, Michael berani mengambil risiko. Dia memilih menginvestasikan uangnya dan memilih berjualan.

"Daripada uang habis, habis terus uang yang kita simpan ya lebih baik kita investasi dan berharap mudah-mudahan modalnya balik lama-lama," kata Michael.

Rekomendasi