Bank Sahabat Sampoerna perlu 5 tahun penuhi aturan BI
Merdeka.com - PT Bank Sahabat Sampoerna mengaku membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk dapat memenuhi aturan-aturan baru yang diterbitkan Bank Indonesia. Terutama aturan minimum permodalan dan kontribusi kredit UMKM sebesar 20 persen.
"Kalau minimum permodalan, mungkin kita juga inginnya kalau bisa jangan langsung ke Rp 1 triliun. Kalau bisa, kita harapkan itu perlu penyesuaian kalau bisa lima tahun lagi baru itu ditetapkan Rp 1 triliun," kata Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna Indra W Supriadi di Gedung Bank Indonesia, Jumat (22/11) malam.
Dia menyebutkan, masih banyak bank yang memiliki modal inti di bawah Rp 1 triliun. Dengan masa transisi pemenuhan modal inti selama lima tahun, Indra berharap, pihaknya juga bisa melihat opsi lain berupa merger atau konsolidasi apabila pemenuhan target modal inti sulit dipenuhi.
Sementara itu terkait dengan ketentuan BI yang menyatakan perbankan harus berkontribusi sebesar minimum 20 persen untuk kredit UMKM, Indra melihat pangsa pasar yang mampu dicapai pihaknya saat ini memang masih kecil.
Kondisi ini terkait dengan biaya operasional untuk pengucuran kredit UMKM yang menurutnya terbilang masih tinggi, sehingga berpengaruh kepada suku bunga kredit UMKM. Sejauh ini, pihaknya baru bisa mengucurkan kredit UMKM terbatas di wilayah kota-kota besar saja.
"Kita sih sebenarnya kalau bisa ini juga perlu waktu penyesuaian mungkin 5 tahun lah jadi tidak langsung diberlakukan tahun 2013," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya