Apple jadi emiten pertama tembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun

Jumat, 3 Agustus 2018 13:47 Reporter : Merdeka
Apple jadi emiten pertama tembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun Apple. © Businessweek.com

Merdeka.com - Apple Inc tercatat menjadi perusahaan publik Amerika Serikat (AS) atau emiten pertama yang menembus kapitalisasi pasar senilai USD 1 triliun atau setara Rp 14.496 triliun (USD 1=Rp 14.496).

Melansir laman Reuters, saham perusahaan teknologi ini melonjak 2,9 persen menjadi USD 207,39. Ini membuat kapitalisasi pasarnya naik menjadi USD 1,002 triliun. Selama sesi perdagangan saham Kamis, nilai pasar saham Apple bahkan menembus hingga USD 1,006 triliun.

Saham Apple telah melaju sekitar 9 persen sejak Selasa, usai melaporkan hasil kuartalan di atas ekspektasi. Ini merupakan kinerja operasi dua hari terbaik Apple sejak April 2014.

Tak hanya itu, pendapatan Apple bahkan mampu melampaui output ekonomi Portugal, Selandia Baru dan negara-negara lain.

Setahun sebelum peluncuran iPhone, Apple menghasilkan penjualan kurang dari USD 20 miliar dan laba bersih USD 2 miliar. Penjualan perusahaan kemudian tumbuh lebih dari 11 kali lipat menjadi USD 229 miliar setara Rp 3.319 triliun pada tahun lalu. Sementara pendapatan bersih meningkat menjadi USD 48,4 miliar setara Rp 701 triliun. Ini menjadikan Apple sebagai perusahaan publik AS yang paling menguntungkan.

iPhone mampu mengubah Apple dari pemain komputer pribadi menjadi perusahaan yang berkecimpung di sektor komunikasi.

Adapun pada kuartal III-2018, Apple membukukan pendapatan kuartalan sebesar USD 53,3 miliar, naik 17 persen dari kuartal tahun lalu. Dengan perolehan laba USD 2,34 miliar, naik 40 persen.

Penjualan internasional menyumbang 60 persen dari pendapatan kuartal tersebut. "Kami senang melaporkan hasil kuartal terbaik Apple," ujar CEO Apple Tim Cook mengutip situs Apple.com.

Apple memproyeksi jika pendapatan di kuartal keempat pada 2018 bisa mencapai USD 60 miliar sampai USD 62 miliar.

Tercatat, kapitalisasi saham Apple mampu menembus USD 1 triliun. Angka ini lebih besar dari kapitalisasi gabungan Exxon Mobil (XOM.N), Procter & Gamble (PG.N) dan AT & T (T.N). Perusahaan ini sekarang menyumbang 4 persen pada indeks saham S&P 500.

Saham perusahaan teknologi ini melonjak 2,9 persen menjadi USD 207,39. Ini membuat kapitalisasi pasarnya naik menjadi USD 1,002 triliun. Selama sesi perdagangan saham Kamis, nilai pasar saham Apple bahkan menembus hingga USD 1,006 triliun.

Saham Apple telah melaju sekitar 9 persen sejak Selasa, usai melaporkan hasil kuartalan di atas ekspektasi. Perusahaan juga membeli kembali sahamnya senilai USD 20 miliar. Ini merupakan kinerja operasi dua hari terbaik Apple sejak April 2014.

Saham perusahaan Silicon Valley ini telah melonjak lebih dari 50.000 persen sejak melakukan penawaran umum perdananya pada tahun 1980.

Dimulai dari garasi rumah, Steve Jobs membangun Apple pada tahun 1976. Jobs sempat dikeluarkan dari Apple pada pertengahan 1980-an, meski dia kemudian kembali lagi dan mampu menyelamatkan perusahaan komputer dari kebangkrutan.

Jobs kemudian meluncurkan iPhone pada tahun 2007, mengubah perusahaan dari sebelumnya pemain di sektor komputer dan masuk ke industri telepon seluler (ponsel). Dirilisnya ponsel iPhone menangkap kelengahan perusahaan besar lain seperti Microsoft Corp (MSFT.O), Intel Corp (INTC.O), Samsung Electronics (005930.KS) dan Nokia.

Itu menempatkan Apple mengambil alih posisi Exxon Mobil pada tahun 2011 sebagai perusahaan terbesar AS berdasarkan nilai pasar.

Selama waktu itu, Apple berevolusi dari penjualan komputer pribadi Mac menjadi arsitek revolusi mobile.

Jobs, yang meninggal pada tahun 2011, kemudian digantikan Tim Cook sebagai chief executive, yang juga mampu menggandakan laba perusahaan. Namun perusahaan masih berjuang untuk terus mengembangkan produk baru untuk meniru keberhasilan iPhone, seiring meruncingnya penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Reporter: Nurmayanti

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Apple
  2. Bursa Saham
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini