Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Virus CMV adalah Cytomegalovirus yang Dapat Menginfeksi, Kenali Cara Mencegahnya

Virus CMV adalah Cytomegalovirus yang Dapat Menginfeksi, Kenali Cara Mencegahnya Ilustrasi penelitian. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kesehatan merupakan suatu hal yang berharga bagi setiap orang. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, setiap orang dapat senantiasa melakukan berbagai aktivitas secara leluasa.

Di balik kesehatan yang penting untuk dijaga tersebut, ada beragam virus yang sewaktu-waktu dapat menginfeksi hingga menjadikan tubuh rentan mengalami gangguan. Salah satunya yakni virus CMV.

Singkatnya, virus CMV adalah suatu jenis virus yang umumnya menginfeksi tubuh manusia. Virus CMV sendiri dikategorikan dalam keluarga Herpesviridae yang sama dengan virus penyebab penyakit Herpes.

Dalam dunia medis, virus CMV adalah singkatan dari Cytomehalovirus. Setiap orang pun wajib untuk menghindari infeksi dari virus CMV tersebut. Sebab, virus CMV dapat dengan mudah menular melalui beragam cairan tubuh seperti darah, air ludah, air mani, hingga air susu ibu.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui informasi lengkap mengenai virus CMV. Simak ulasan mengenai pengertian hingga cara mengobati infeksi virus CMV yang berhasil merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (22/11/22), berikut ini.

Pengertian Virus CMV

Melansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan pada yankes.kemkes.go.id, virus CMV adalah salah satu jenis virus yang cukup berbahaya. Sebab, virus CMV secara tidak langsung dapat menginfeksi dan menyerang jaringan tertentu pada tubuh manusia.

Sementara itu, virus CMV memiliki kategori yang sama dengan virus yang seringkali menginfeksi manusia pula. Hal tersebut ialah Herpes Simpleks Virus, Varicella Zoster Virus, dan Epistein-Barr Virus.

ilustrasi penelitian

©2012 Shutterstock/Levent Konuk

Sementara itu, infeksi dari virus CMV tersebut tidak dapat dilihat sebelah mata saja. Virus CMV merupakan salah satu virus yang diperkirakan telah menginfeksi lebih dari 50% populasi manusia di bawah 40 tahun.

Meski demikian, infeksi dari virus CMV tersebut dapat dihentikan apabila penderitanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Sebaliknya, jika tubuh dari penderitanya memiliki sistem kekebalan yang kurang baik, maka infeksi dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi ringan hingga berat.

Cytomegalovirus merupakan virus yang dapat bertahan dalam tubuh manusia untuk waktu yang lama, dalam keadaan tidak aktif, dan tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun, virus sewaktu-waktu dapat aktif kembali, biasanya ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah.

Faktor Risiko Infeksi Virus CMV Pada Manusia

Proses infeksi virus CMV sebenarnya dapat terjadi kepada siapa saja. Namun, virus CMV akan dapat mudah menginfeksi orang yang telah memiliki faktor risiko.

di dalam mobil

© myfirstcarguide.com

Adapun sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami infeksi virus CMV adalah sebagai berikut.

  • Bekerja atau tinggal bersama dengan penderita yang telah mengalami infeksi cytomegalovirus atau virus CMV.
  • Menerima transplantasi organ tubuh atau transfusi darah.
  • Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS atau memiliki kebiasaan merokok.
  • Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti obat imunosupresan.
  • Seseorang dengan pengalaman pribadi yang sering berganti pasangan dalam melakukan aktivitas seksual.
  • Gejala Virus CMS yang Menginfeksi Tubuh

    Infeksi cytomegalovirus pada orang dewasa yang sehat umumnya tidak menimbulkan gejala sama sekali. Meski demikian, beberapa penderita bisa saja mengalami gejala sebagai berikut. 

  • Kelelahan
  • Ruam kulit
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mengalami demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan menurun
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • ilustrasi lelah menggunakan laptop

    ©pexels-Tiger Lily

    Pada janin atau bayi, gejala infeksi CMV dapat terdeteksi setelah kelahiran atau beberapa tahun kemudian. Beberapa gejala pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh infeksi CMV adalah sebagai berikut.

  • Kelahiran prematur dengan berat badan lahir rendah.
  • Mengalami gangguan pneumonia.
  • Ukuran kepala bayi kecil (mikrosefalus).
  • Kulit dan mata berwarna kuning (penyakit kuning).
  • Pembesaran hati dan penurunan fungsi hati.
  • Pembesaran limpa.
  • Bercak-bercak memar berwarna ungu pada kulit.
  • Cara Mencegah Infeksi Virus CMV Pada Manusia

    Pencegahan cytomegalovirus sangat penting untuk dilakukan, terutama pada ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    ilustrasi membersihkan rumah

    pexels-Cottonbro

    Infeksi CMV bisa dicegah dengan cara-cara berikut ini.

    1. Bersihkan meja, kursi, atau mainan secara rutin, terutama benda yang sering disentuh anak-anak.
    2. Buang sampah dengan hati-hati, terutama sampah yang telah terkontaminasi cairan tubuh, seperti popok dan tisu.
    3. Cuci tangan dengan sabun dan air selama 15-20 detik, terutama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan anak kecil.
    4. Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain, seperti dengan mencium bibir, terutama bagi ibu hamil.
    5. Hindari berbagi makanan atau minuman dari gelas atau piring yang sama dengan orang lain.
    6. Hindari melakukan hubungan seksual yang berisiko, misalnya berganti-ganti pasangan seksual dan tidak mengenakan kondom atau berhubungan seks dengan orang yang riwayat kehidupan seksnya tidak diketahui.
    7. Lakukan pemeriksaan TORCH saat sedang merencanakan kehamilan atau ketika mengetahui sedang hamil.

    (mdk/mta)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP