Tips Perawatan Tubuh yang Menghitam Karena Hiperpigmentasi
Merdeka.com - Tips perawatan tubuh karena hiperpigmentasi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Hiperpigmentasi sendiri merupakan kondisi munculnya bercak gelap pada kulit. Meski tidak berbahaya, hiperpigmentasi ini tentu sangat mengganggu penampilan.
Penyebab hiperpigmentasi cukup bermacam-macam. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi zat melanin dalam jumlah berlebihan. Melanin merupakan zat pigmen yang berperan dalam memberi warna kulit tubuh.
Hiperpigmentasi bisa muncul di bagian tubuh tertentu, atau bisa juga di seluruh tubuh. Lalu, bagaimana tips perawatan tubuh karena hiperpigmentasii? Simak ulasannya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber, Senin (24/1/2022):
Jenis Hiperpegmentasi
Hiperpigmentasi pada kulit bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari peradangan pada kulit, paparan sinar matahai terlalu sering dan lama, penuaan kulit, penggunaan obat tertentu, hingga penyakit Addison. hiperpigmentasi sendiri memiliki sekitar empat jenis berbeda, di antaranya:
1. Melasma
Melasma ditandai dengan munculnya bercak-bercak hitam di dagu, dahi, hidung, pelipis, leher, atas bibir, atau pipi pada salah satu atau kedua sisi wajah atau lengan. Meski tidak sakit dan gatal, bercak hitam ini tentu cukup menganggu penampilan.
Melasma bisa muncul di tempat yang sering terkena paparan sinar matahari. Mereka yang berkulit gelap umumnya lebih berisiko mengalami melasma.
Melasma pada wanita juga bisa terjadi di masa kehamilan atau karena mengonsumsi pil KB. Kondisi ini juga disebut pregnancy mask. Namun, noda akan pudar dengan sendirinya setelah persalinan. Kondisi ini bisa muncul akibat adanya perubahan besar pada sistem hormon.
2. Lentigo
Lentigo ditandai dengan munculnya bintik bulat cokelat atau hitam pada kulit, seperti di wajah, lengan, atau punggung tangan. Lentigo juga bisa dibagi menjadi dua jenis berbeda tergantung penyebabnya:
Lentigo juga biasa dialami oleh orang-orang berusia paruh baya atau lanjut usia. Seiring pertambahan usia, bercak lentigo bisa terus bertambah.
3. Post-inflammatory hyperpigmentation
Kondisi yang bernama lain hiperpigmentasi pascainflamasi ini ditandai dengan bercak kecoklatan pada kulit di bagian tubuh tertentu yang pernah mengalami peradangan atau cedera sebelumnya. Misal bekas luka bakar, reaksi alergi, efek samping obat-obatan, serta peradangan pada kulit, seperti jerawat, rambut tumbuh ke dalam, atau eksim.Hiperpigmentasi pascainflamasi juga dapat terjadi pada orang yang melakukan prosedur perawawatan kulit seperti laser dan mikrodermabrasi.
4. Hiperpigementasi akibat efek samping obat dan bahan kimia
Bercak yang timbul biasanya berwarna kecoklatan, keabu-abuan, kebiru-biruan, atau abu kebiruan. Umumnya bercak dapat menyebar, sedangkan bentuk dan pola bercak bisa tergantung pada obat yang dikonsumsi. Bercak-bercak ini umumnya timbul di wajah (terutama bibir), tangan, kaki, atau alat kelamin.Cara Mengatasi Hiperpigmentasi1. Pakai Vitamin C dan Asam KojikUntuk menghilangkan hiperpigmentasi pada kulit, cobalah untuk menggunakan produk atau obat yang mengandung vitamin C dan asam kojik. Dua kandungan itu mampu mencerahkan sekaligus menjadi cara mengatasi hiperpigmentasi kulit.Vitamin C dan asam kojik bisa menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin kulit gelap. Cobalah tanyakan ke dokter atau ahli soal obat atau produk kecantikan yang mengandung vitamin c dan asam kojik.
2. Pakai Pelembab
Hiperpigmentasi juga bisa diatasi dengan rajin menggunakan pelembab. Anda bisa menggunakan pelembab merek apapun yang sesuai dengan kulit Anda. Namun, dianjurkan untuk mengutamakan produk yang mengandung pelembap gliserin, asam hyaluronic, dan retinol. Obat atau krim yang mengandung retinol mampu meningkatkan regenerasi sel kulit. Bahan-bahan ini akan membantu zat pemutih untuk bekerja lebih efektif.3. Laser atau Chemical Peeling Pada beberapa kasus, obat topikal dan produk kecantikan terkadang tidak bisa mengatasi hiperpigmentasi pada kulit. Untuk penanganan lebih lanjut biasaya dilakukan perawatan laser atau chemical peeling. Namun, bagi penderita hiperpigmentasi melasma harus menghindari prosedur chemical peeling, karena terapi ini hanya akan memperparah kondisi hiperpigmentasi tersebut.
Cara Mencegah Hiperpigmentasi KulitSaat beraktivitas, usahakan untuk menghindari paparan sinar matahari. Gunakan topi untuk menutupi wajah saat beraktivitas di ruang terbuka yang terkena paparan sinar matahari. Jangan lupa juga untuk selalu aplikasikan tabir surya (sunscreen). Biasakan diri untuk menggunakan krim tabir surya dengan minial SPF 30 setiap hari sebelum memulai aktivitas. Selain mampu mencegah risiko hiperpigmentasi, penggunaan krim tabir surya juga dapat meminimalisir kerusakan kulit lainnya.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya