Remaja Pedagang Coet Ini Sedih Dagangannya Dirusak Dedi Mulyadi, Endingnya Begini
Merdeka.com - Ada cerita unik dari pertemuan Anggota Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi dengan seorang remaja pedagang coet atau cobek di Subang, Jawa Barat. Sebab, alih-alih membeli dagangan remaja tersebut, Dedi justru menghancurkan beberapa coet yang dibawa oleh remaja itu.
Hal ini dikarenakan mantan Bupati Purwakarta tersebut ingin membuktikan keaslian dari coet yang dibawa oleh pemuda bernama Adi Ardiansyah itu. Mengaku sempat sedih dagangannya dirusak, Adi justru mendapatkan penawaran tak terduga dari Dedi. Simak ulasannya:
Remaja Pedagang Coet

Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
Melansir dari unggahan di Instagram KANG DEDI MULYADI CHANNEL, membagikan video merekam momen pertemuan Dedi Mulyadi dengan remaja penjual coet bernama Adi. Dalam video tersebut, Adi mengaku terpaksa harus bekerja berjualan coet untuk membantu perekonomian keluarganya.
Sejak kecil, ia sudah sering ikut ibunya berjualan tissu. Sementara sang ayah sudah berhenti sebagai sopir angkot karena sepi penumpang dan saat ini masih mencari pekerjaan baru. Adi pun mengaku sudah tidak lagi bersekolah karena dulunya ia sering di-bully oleh temannya.
"Kan waktu itu dari sebelum sekolah ikut jualan tisu suka pulang malam. Terus suka dihina bondon jalu (pelacur laki-laki). Jadi males sekolah," kata Adi.
Sambil berbincang, Dedi kemudian mencoba untuk mengetes keaslian coet batu yang dijual oleh Adi. Namun, setelah dicoba Dedi menemukan jika coet tersebut bukan terbuat dari batu melainkan hasil cetakan semen.
Dedi Hancurkan Dagangan Milik Adi

Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
Menemukan jika coet tersebut bukan terbuat dari batu, Dedi pun kemudian mematahkan hampir semua coet yang dibawa oleh Adi. Dari situlah muncul keisengan Dedi yang berpura-pura tidak mau membayar coet yang sudah dipecahkannya karena bukan terbuat dari batu."Da gimana atuh ini palsu. Bilang sama yang punyanya dipecahin sama Haji Udin (nama samaran Dedi), saya orangnya di sini rumahnya di Lembur Pakuan," cetus Dedi."Yang jualan harus tahu. Ini maksudnya biar bisnisnya ke depan lebih maju. Kan kalau bisnisnya mau maju harus mengerti bahan yang dijual," tambahnya.
Dedi Berikan Uang
Berpura-pura tidak ingin membayar coet yang sudah dihancurkan, Dedi pun menyuruh Adi untuk pergi menyusul bos-nya. Kemudian, Dedi pun diam-diam menaruh sejumlah uang di atas coet yang dibawa Adi. Namun, ternyata Adi justru kembali lagi ke rumah Dedi setelah menemukan uang tersebut. "Ini bukan uang saya, Pak. Uang bapak mungkin," kata Adi.

Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
Adi pun bersikeras menyebut jika uang tersebut bukanlah miliknya dan berusaha mengembalikannya ke Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa Demul itupun kemudian mengatakan akan membayar semua coet yang dirusak olehnya dan memborong semua dagangan Adi. Selain itu, dia juga ingin membeli semua coet termasuk tambang dan rancatan atau pikulan Adi.
Menolak Uang dari Dedi
Lucunya, Adi justru menolak saat Dedi menawar rancatan (pikulan) yang dipakai untuk membawa dagangan coet sebesar Rp2 juta. "Jangan ini (rancatan) mah paranti (untuk) dagang sehari-hari. Ini berarti bagi saya, kenangan ini mah. Ini mah saya susah selalu ada. Kan yang menghasilkan uang juga dari sini," tolak Adi.

Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2022 Merdeka.com
Dedi pun mengaku sangat kagum dengan sikap remaja tersebut. Menurutnya, Adi dinilai sebagai remaja tangguh yang memiliki prinsip hidup. Sebagai apresiasi, Dedi pun memberikan sejumlah uang tunai sebagai modal usaha agar Adi tidak lagi mengambil barang dagangan milik orang lain untuk dijual.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya