Penyakit busuk batang merupakan ancaman serius bagi petani jagung, berpotensi menurunkan hasil panen dan kualitas biji secara signifikan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai mikroorganisme, baik jamur maupun bakteri, yang diperparah oleh lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman.
Memahami akar masalah dan gejala yang muncul menjadi kunci untuk menerapkan strategi penanganan yang efektif.
Artikel Merdeka.com ini akan membahas penyebab, tanda-tanda, serta langkah-langkah preventif dan kuratif untuk mengatasi busuk batang pada tanaman jagung, Rabu (14/10/2026).
Advertisement
1. Pilih Varietas Jagung yang Tahan Penyakit
Pemilihan varietas jagung yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dapat membantu mengurangi risiko busuk batang. Sebelum menanam, petani sebaiknya mencari informasi mengenai ketahanan varietas terhadap patogen yang umum menyerang di wilayahnya.
Selain itu, pilih benih berkualitas dari sumber terpercaya agar pertumbuhan tanaman lebih optimal. Varietas dengan batang yang kuat juga dapat membantu mengurangi risiko tanaman rebah. Namun, ketahanan varietas tidak menjamin tanaman sepenuhnya bebas penyakit sehingga tetap perlu didukung dengan pengelolaan lahan dan perawatan yang tepat.
Advertisement
2. Lakukan Rotasi Tanaman dan Sanitasi Lahan
Rotasi tanaman dengan jenis tanaman lain yang sesuai dapat membantu memutus siklus hidup patogen penyebab busuk batang. Langkah ini penting karena beberapa jamur mampu bertahan pada sisa tanaman jagung yang tertinggal di lahan.
Petani juga perlu membersihkan sisa tanaman yang terinfeksi dan mengelolanya dengan cara yang tepat agar tidak menjadi sumber penularan. Selain itu, bersihkan peralatan pertanian setelah digunakan, terutama jika bersentuhan dengan tanaman sakit.
Sanitasi yang baik dapat mengurangi sumber infeksi dan membantu menjaga kesehatan tanaman pada musim tanam berikutnya.
Advertisement
3. Perbaiki Drainase dan Atur Jarak Tanam
Drainase yang baik membantu mencegah genangan air di sekitar akar dan pangkal batang jagung. Genangan dapat menyebabkan tanaman mengalami stres dan meningkatkan risiko penyakit tertentu. Oleh karena itu, petani perlu memastikan saluran pembuangan air berfungsi dengan baik, terutama saat musim hujan.
Pembuatan bedengan dapat dipertimbangkan jika kondisi lahan membutuhkan pengaturan aliran air tambahan. Selain itu, atur jarak tanam sesuai rekomendasi varietas agar sirkulasi udara tetap lancar. Jarak yang tepat membantu mengurangi kelembapan berlebih di sekitar tanaman dan mendukung pertumbuhan jagung secara optimal.
Advertisement
4. Terapkan Pemupukan yang Seimbang
Pemupukan yang seimbang membantu tanaman jagung tumbuh sehat dan memiliki kondisi yang lebih baik untuk menghadapi tekanan lingkungan. Pemberian pupuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, fase pertumbuhan, dan kondisi tanah.
Hindari penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan karena dapat mendorong pertumbuhan vegetatif yang tidak seimbang. Unsur fosfor dan kalium juga dibutuhkan untuk mendukung perkembangan akar serta fungsi jaringan tanaman.
Sebaiknya, lakukan pemupukan berdasarkan rekomendasi setempat atau hasil pengujian tanah. Perlu diingat, pupuk berfungsi mendukung pertumbuhan tanaman, bukan menyembuhkan jaringan batang yang sudah membusuk.
Advertisement
5. Atur Waktu Tanam dan Kendalikan Gulma
Pengaturan waktu tanam dapat membantu petani menghindari kondisi lingkungan yang terlalu mendukung perkembangan penyakit. Jika memungkinkan, sesuaikan jadwal tanam dengan pola hujan, ketersediaan air, dan kondisi lahan setempat. Hindari penanaman pada lahan yang berisiko mengalami genangan berkepanjangan.
Petani juga perlu mengendalikan gulma secara rutin agar tidak bersaing dengan jagung dalam memperoleh air, cahaya, dan unsur hara. Meski gulma bukan selalu sumber utama patogen busuk batang, pengelolaannya membantu menjaga kebersihan lahan dan mengurangi gangguan pertumbuhan tanaman.
Advertisement
6. Gunakan Kapur Pertanian dan Agen Hayati
Kapur pertanian dapat digunakan untuk memperbaiki tingkat keasaman tanah apabila hasil pengukuran menunjukkan pH terlalu rendah. Dosisnya perlu disesuaikan dengan kondisi tanah agar pemberiannya tidak berlebihan. Sementara itu, agen hayati seperti Trichoderma dapat membantu menekan perkembangan patogen jamur tertentu di dalam tanah.
Penggunaannya perlu mengikuti petunjuk produk dan disesuaikan dengan jenis penyakit yang menjadi sasaran. Perlu diperhatikan bahwa kapur pertanian tidak secara langsung membasmi semua penyebab busuk batang, sedangkan agen hayati tidak selalu efektif terhadap setiap jenis patogen.
Advertisement
7. Buang Tanaman atau Bagian yang Terinfeksi
Pemeriksaan tanaman secara berkala membantu petani menemukan gejala busuk batang sejak dini. Jika ditemukan bagian tanaman yang terinfeksi, penanganannya perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan penyebab penyakit. Tanaman yang terinfeksi parah, terutama yang batang utamanya sudah membusuk, dapat disingkirkan untuk mengurangi sumber penularan.
Gunakan peralatan yang bersih saat menangani tanaman sakit dan hindari membiarkan sisa tanaman terinfeksi menumpuk di lahan. Pemangkasan daun saja tidak cukup apabila infeksi sudah mencapai batang utama, sehingga pemantauan tetap diperlukan setelah tindakan dilakukan.
Advertisement
8. Gunakan Pestisida yang Sesuai dengan Penyebab Penyakit
Penggunaan pestisida perlu diawali dengan identifikasi penyebab busuk batang, karena gejalanya dapat berasal dari jamur maupun bakteri. Fungisida hanya dapat dipertimbangkan untuk penyakit jamur yang sesuai dengan sasaran bahan aktifnya, sedangkan fungisida tidak dapat menyembuhkan infeksi bakteri.
Jika penyebabnya belum diketahui, petani dapat berkonsultasi dengan petugas pertanian atau ahli perlindungan tanaman untuk menentukan penanganan yang tepat.
Pilih produk yang terdaftar untuk penggunaan pada jagung dan ikuti dosis, waktu aplikasi, serta petunjuk keselamatan pada label. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistansi dan dampak lingkungan.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Busuk Batang pada Tanaman Jagung
Apa penyebab utama busuk batang pada tanaman jagung?
Penyebab utama busuk batang pada tanaman jagung adalah jamur seperti Fusarium spp., Diplodia maydis (Stenocarpella maydis), dan Rhizoctonia solani, serta bakteri seperti Erwinia chrysanthemi (Dickeya zeae) dan Xanthomonas spp. Faktor lingkungan seperti kelembaban tinggi, curah hujan berlebihan, suhu tidak stabil, penanaman rapat, dan drainase buruk juga memperburuk kondisi ini.
Bagaimana gejala busuk batang pada jagung?
Gejala umum meliputi bercak cokelat pada batang, perubahan warna batang menjadi cokelat keabu-abuan, batang menjadi lunak dan mudah rebah. Kerusakan jaringan dalam menyebabkan empulur membusuk, kering, dan rapuh. Untuk busuk Diplodia, muncul bintik hitam kecil. Busuk bakteri ditandai dengan daun dan batang yang tiba-tiba cokelat, batang berbau busuk dan berlendir, serta jaringan yang terinfeksi menjadi cokelat, lunak, dan basah.
Bagaimana cara mencegah busuk batang pada tanaman jagung?
Pencegahan dapat dilakukan dengan memilih varietas jagung yang tahan penyakit, menerapkan rotasi tanaman, memastikan drainase lahan yang baik, mengatur jarak tanam optimal, memberikan pemupukan seimbang (kurangi N, tingkatkan P dan K), menjaga sanitasi lahan dan peralatan, mengendalikan gulma, mengatur waktu tanam, menggunakan kapur pertanian untuk tanah asam, dan memanfaatkan agen hayati seperti Trichoderma sp.
Apa yang bisa dilakukan jika tanaman jagung sudah terinfeksi busuk batang?
Jika tanaman sudah terinfeksi, langkah pengendalian kuratif meliputi pemangkasan bagian tanaman yang sakit, penggunaan fungisida (misalnya dengan bahan aktif azoksistrobin dan difenokonazol) untuk busuk jamur, melakukan kontrol lahan secara teratur untuk deteksi dini, dan aplikasi pupuk GDM dengan dosis yang tepat.