Parutan menjadi salah satu peralatan dapur yang sering digunakan untuk mengolah bahan makanan, seperti kelapa, wortel serta rempah-rempah. Sayangnya, setelah digunakan terdapat sisa-sisa yang menempel hingga sulit dibersihkan.
Ketika hendak dibersihkan menggunakan tangan, potensi terluka besar. Saat menggunakan kain atau spons, justru tersangkut dan proses pembersihkan tidak optimal.
Sebenarnya terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan, mulai dari memanfaatkan air mengalir hingga memakai sikat khusus. Jadi, bagaimana cara membersihkan sela pisau parutan agar kembali bersih? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Senin (12/10).
Advertisement
1. Bilas Parutan dengan Air Mengalir
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah membilas parutan menggunakan air mengalir sesaat setelah selesai digunakan. Langkah ini membantu melepaskan sisa makanan yang masih basah sebelum mengering dan menempel kuat pada permukaan logam.
Pegang parutan pada bagian gagang yang aman, kemudian arahkan air ke permukaan yang kotor. Miringkan parutan agar air membantu membawa sisa bahan keluar dari lubang-lubang kecil tanpa perlu mengorek bagian tajam menggunakan jari.
Jika masih ada sisa makanan yang menempel, lanjutkan dengan merendam parutan dalam air hangat yang dicampur sabun cuci piring. Cara ini membantu melunakkan kotoran sehingga lebih mudah dibersihkan menggunakan sikat.
Advertisement
2. Gunakan Sikat Cuci Piring Berbulu Lembut
Sikat cuci piring berbulu lembut bisa digunakan untuk membersihkan sisa makanan yang masih tersangkut di sela pisau parutan. Bulu sikat dapat menjangkau bagian berlubang yang sulit dibersihkan menggunakan spons biasa, sementara gagangnya membantu menjaga jarak tangan dari permukaan tajam.
Basahi sikat dengan air sabun, kemudian gosok parutan secara perlahan dengan posisi yang stabil. Hindari gerakan yang membuat bulu sikat tersangkut atau tertekan kuat pada mata pisau.
Setelah kotoran terangkat, bilas parutan hingga bersih dari sisa sabun. Pilih sikat yang cukup kecil untuk menjangkau sela-sela parutan, tetapi tidak terlalu keras sehingga berisiko merusak lapisan permukaan atau gagangnya.
Advertisement
3. Manfaatkan Sikat Kecil Berbahan Nilon
Sikat kecil berbahan nilon dapat menjadi pilihan untuk membersihkan lubang parutan yang berukuran sempit. Peralatan ini cocok digunakan ketika sisa makanan seperti keju, wortel, atau kelapa masih menempel di bagian yang sulit dijangkau sikat berukuran besar.
Basahi permukaan parutan terlebih dahulu agar kotoran lebih mudah terlepas. Setelah itu, gunakan sikat nilon untuk membersihkan bagian yang tersumbat dengan tekanan ringan, sambil memastikan jari tetap berada jauh dari mata pisau.
Pilih sikat yang memiliki gagang cukup panjang dan bulu yang tidak mudah terlepas. Setelah digunakan, cuci sikat hingga bersih dan keringkan agar tidak menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dari penggunaan sebelumnya.
Advertisement
4. Rendam Parutan dalam Air Hangat dan Sabun
Sisa makanan yang mengering sering kali sulit diangkat hanya dengan membilasnya menggunakan air. Untuk mengatasinya, rendam parutan dalam wadah berisi air hangat dan sabun cuci piring selama beberapa menit agar kotoran menjadi lebih lunak.
Pastikan seluruh bagian yang kotor terkena air, tetapi tetap pegang dan pindahkan parutan dengan hati-hati. Hindari penggunaan air yang terlalu panas, terutama jika parutan memiliki gagang plastik atau komponen yang tidak tahan suhu tinggi.
Setelah direndam, angkat parutan dengan memegang gagangnya, lalu bersihkan menggunakan sikat. Jangan langsung mengorek sisa makanan yang masih menempel dengan jari karena bagian tajam dapat melukai kulit meskipun kotorannya sudah melunak.
Advertisement
5. Gunakan Sikat Bergagang Panjang
Sikat bergagang panjang membantu membersihkan parutan tanpa membuat tangan terlalu dekat dengan permukaan tajam. Alat ini juga berguna untuk parutan berbentuk kotak yang memiliki beberapa sisi dengan ukuran lubang berbeda.
Tuangkan sedikit sabun cuci piring pada sikat yang sudah dibasahi, kemudian bersihkan permukaan parutan secara perlahan. Sesuaikan arah gerakan dengan bentuk mata pisau agar bulu sikat tidak mudah tersangkut atau rusak.
Jika masih terdapat sisa makanan, bilas kembali dengan air mengalir dan ulangi proses penyikatan seperlunya. Hindari memaksakan sikat ke lubang yang tersumbat karena tekanan berlebihan dapat membuat sikat tersangkut dan menyulitkan proses pembersihan.
Advertisement
6. Bilas hingga Bersih dan Keringkan dengan Benar
Setelah semua sisa makanan terangkat, bilas parutan menggunakan air mengalir sampai tidak ada busa sabun yang tertinggal. Perhatikan bagian belakang dan sisi lainnya karena kotoran juga bisa menempel pada permukaan yang tidak langsung digunakan untuk memarut.
Selanjutnya, letakkan parutan pada rak pengering dengan posisi stabil agar air dapat keluar dari sela-selanya. Hindari mengelap mata pisau secara langsung menggunakan kain karena serat kain bisa tersangkut dan tangan berisiko terkena bagian tajam.
Pastikan parutan benar-benar kering sebelum disimpan di lemari dapur. Kelembapan yang tertinggal, terutama pada parutan berbahan logam, dapat memicu munculnya karat dan bau tidak sedap jika peralatan disimpan dalam keadaan basah.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Parutan
1. Bagaimana cara membersihkan sisa makanan yang tersangkut di parutan?
Bilas parutan dengan air mengalir, lalu gunakan sikat berbulu nilon untuk mengangkat sisa makanan. Jika kotoran sudah mengering, rendam terlebih dahulu dalam air hangat yang dicampur sabun cuci piring.
2. Apakah parutan boleh direndam dalam air sabun?
Boleh, terutama untuk membantu melunakkan sisa makanan yang menempel. Namun, perhatikan bahan gagang dan petunjuk perawatan dari produsen agar perendaman tidak merusak komponen parutan.
3. Apakah spons aman digunakan untuk membersihkan parutan?
Spons bisa digunakan pada bagian yang tidak tajam, tetapi kurang disarankan untuk menggosok langsung permukaan bermata pisau. Spons dapat tersangkut atau robek sehingga lebih aman menggunakan sikat bergagang.
4. Bagaimana cara membersihkan parutan yang sudah berbau?
Bersihkan sisa makanan menggunakan sabun cuci piring, kemudian bilas hingga bersih dan keringkan sepenuhnya. Bau biasanya muncul ketika sisa bahan makanan tertinggal atau parutan disimpan dalam keadaan lembap.
5. Bagaimana cara mencegah sisa makanan menempel pada parutan?
Segera bilas parutan setelah digunakan sebelum sisa makanan mengering. Jika masih ada kotoran di sela-selanya, gunakan sikat kecil untuk membersihkannya sebelum parutan dikeringkan dan disimpan.