Kebun sayur vertikal bisa menjadi pilihan bagi penghuni rumah yang ingin bercocok tanam di lahan yang terbilang sempit. Toples bekas bisa jadi alternatif wadah tanam mini sebagai penunjang budidaya mini.
Pemilik bisa menggunakan toples bekas dan disesuaikan dengan jenis sayuran, kebutuhan air, dan tempat penyimpanan. Menariknya, wadah bekas ini bisa disusun pada rak atau dipasang pada dinding sebagai penghijau di sekitar tempat tinggal.
Lantas, bagaimana cara membuat kebun sayur vertikal dari toples bekas dan tanaman apa saja yang cocok? Mari simak selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Minggu (11/10).
Advertisement
1. Pilih Toples Bekas untuk Wadah Tanam
Langkah pertama ialah memilih toples yang bisa digunakan sebagai wadah tanam. Toples bekas makanan dapat dimanfaatkan selama bahannya tidak mengandung sisa bahan berbahaya dan kondisinya masih layak digunakan.
Pilih wadah dengan ukuran yang sesuai untuk jenis sayuran. Sayuran daun seperti selada dan sawi bisa menjadi pilihan untuk memulai kegiatan ini karena masa tumbuhnya relatif singkat dibandingkan sejumlah tanaman sayur buah.
Sebelum digunakan, cuci toples sampai tidak ada sisa makanan, kemudian keringkan. Pastikan wadah memiliki lubang pembuangan air agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar tanaman membusuk.
Advertisement
2. Siapkan Media Tanam dan Benih yang Cocok
Media tanam berfungsi sebagai tempat akar tumbuh dan memperoleh air serta unsur hara. Gunakan campuran tanah, kompos matang, dan sekam dengan perbandingan yang sesuai agar media tidak terlalu padat dan air bisa mengalir.
Pilih benih sayuran yang sesuai dengan kondisi tempat menanam. Kangkung, bayam, dan sawi dapat dipertimbangkan untuk kebun sayur vertikal karena bagian yang dipanen berupa daun atau batang.
Sebelum menanam, baca petunjuk pada kemasan benih untuk mengetahui kedalaman tanam dan jarak antartanaman. Langkah ini membantu mengurangi risiko benih tidak tumbuh akibat penanaman yang kurang sesuai.
Advertisement
3. Buat Lubang Pembuangan Air pada Toples
Toples bekas perlu memiliki lubang di bagian bawah supaya kelebihan air bisa keluar. Tanpa saluran tersebut, air dapat terkumpul di dalam wadah dan mengganggu pertumbuhan akar.
- Untuk menyiapkannya, lakukan langkah berikut.
- Tandai beberapa titik pada bagian bawah toples.
- Buat lubang menggunakan alat yang sesuai dengan bahan wadah, dengan bantuan orang dewasa jika diperlukan.
- Periksa lubang agar tidak tertutup tanah atau serpihan bahan.
- Letakkan wadah di atas penampung air sebelum diisi media tanam.
- Jika menggunakan toples kaca, jangan melubanginya sendiri karena kaca berisiko pecah dan melukai tangan. Pilih wadah plastik yang aman untuk memudahkan proses pembuatan lubang.
Advertisement
4. Susun Toples pada Rak Bertingkat
Rak bertingkat membantu memanfaatkan ruang ke arah atas sehingga beberapa wadah dapat ditempatkan dalam satu area. Pilih rak yang mampu menahan beban toples beserta tanah dan air setelah penyiraman.
Atur jarak antartoples agar daun mendapat cahaya dan sirkulasi udara. Hindari menempatkan wadah terlalu rapat karena tanaman membutuhkan ruang untuk tumbuh dan memudahkan penghuni rumah saat menyiram atau memanen.
Tempatkan rak di area yang mendapat sinar matahari sesuai kebutuhan sayuran. Jika menggunakan rak di dekat jendela atau teras, pastikan posisinya tidak menghalangi jalan dan tidak mudah terguling.
Advertisement
5. Tanam Benih Sesuai Kebutuhannya
Setiap jenis sayuran memiliki kebutuhan ruang dan cara penanaman yang berbeda. Karena itu, jumlah benih dalam satu toples perlu disesuaikan dengan ukuran wadah dan petunjuk penanaman.
Ikuti langkah berikut agar penanaman lebih terarah.
- Isi toples dengan media tanam hingga menyisakan ruang di bagian atas.
- Buat lubang tanam sesuai petunjuk pada kemasan benih.
- Masukkan benih secukupnya, lalu tutup kembali dengan media tanam.
- Siram menggunakan air secukupnya agar media lembap tanpa tergenang.
- Setelah benih tumbuh, periksa jarak antartanaman. Jika terlalu rapat, kurangi jumlah tanaman agar sisanya memperoleh ruang untuk tumbuh.
Advertisement
6. Beri Label pada Setiap Toples
Label membantu penghuni rumah membedakan jenis sayuran yang ditanam, terutama jika menggunakan beberapa wadah sekaligus. Informasi ini juga memudahkan pencatatan waktu tanam dan perkiraan waktu panen berdasarkan petunjuk benih.
Gunakan potongan plastik bekas yang bersih atau label tahan air. Tuliskan nama sayuran dan tanggal penanaman, kemudian pasang label pada bagian wadah yang mudah dilihat.
Pencatatan sederhana dapat membantu menentukan tanaman yang perlu disiram atau dipanen lebih dahulu. Dengan cara ini, kebun sayur vertikal lebih mudah dikelola tanpa harus mengandalkan ingatan.
Advertisement
7. Rawat Tanaman dengan Penyiraman Teratur
Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media tanam, cuaca, dan kebutuhan setiap jenis sayuran. Periksa media menggunakan jari sebelum menyiram. Jika bagian atas mulai mengering, tambahkan air secukupnya hingga media lembap.
Perhatikan daun dan batang untuk mengetahui kondisi tanaman. Daun yang layu bisa berkaitan dengan kekurangan air, kelebihan air, atau kondisi lingkungan. Periksa penyebabnya sebelum menambah penyiraman agar akar tidak terus-menerus terendam.
Jika diperlukan, tambahkan kompos matang sesuai kebutuhan tanaman. Hindari memberikan pupuk secara berlebihan karena takaran yang tidak sesuai dapat mengganggu pertumbuhan sayuran.
Advertisement
8. Panen Sayuran dan Manfaatkan Kembali Toples
Waktu panen bergantung pada jenis sayuran, kondisi pertumbuhan, dan petunjuk pada kemasan benih. Kangkung, bayam, dan sawi bisa dipanen ketika bagian yang dikonsumsi sudah mencapai ukuran yang sesuai.
Gunakan gunting atau alat panen yang bersih untuk memotong bagian tanaman yang siap dikonsumsi. Sisakan bagian tanaman jika ingin melanjutkan pertumbuhan, sesuai karakter masing-masing jenis sayuran.
Setelah panen, periksa kondisi media dan wadah sebelum memulai penanaman berikutnya. Toples yang masih layak bisa digunakan kembali setelah dibersihkan. Dengan perawatan dan pemilihan tanaman yang sesuai, kegiatan bercocok tanam di rumah bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang yang sudah tersedia.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kebun Sayur Vertikal dari Toples Bekas
1. Sayuran apa yang cocok ditanam di toples bekas?
Kangkung, bayam, sawi, dan selada bisa menjadi pilihan. Sesuaikan ukuran wadah dengan kebutuhan akar dan pertumbuhan setiap tanaman.
2. Apakah toples bekas bisa digunakan untuk menanam sayuran?
Bisa. Gunakan toples yang sudah dibersihkan dan tidak mengandung sisa bahan berbahaya. Pastikan wadah memiliki lubang pembuangan air agar akar tidak terendam.
3. Apakah kebun sayur vertikal membutuhkan sinar matahari?
Ya. Sebagian besar sayuran membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Tempatkan wadah sesuai kebutuhan cahaya tanaman yang dipilih.
4. Bagaimana cara menyiram sayuran dalam toples?
Periksa kelembapan media tanam sebelum menyiram. Tambahkan air saat media mulai mengering dan pastikan kelebihan air bisa keluar melalui lubang pembuangan.
5. Apakah sayuran dalam toples bekas bisa dipanen?
Bisa, selama tanaman mendapat air, cahaya, ruang tumbuh, dan nutrisi yang sesuai. Waktu panen bergantung pada jenis sayuran dan kondisi pertumbuhannya.