7 Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur, Praktis dan Hemat

Temukan beberapa cara membersihkan lantai dengan bahan dapur yang mudah dan praktis di bawah ini.

Silvia Estefina Subitmele
7 Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur, Praktis dan Hemat
Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur (AI Generated)

Menjaga kebersihan lantai rumah tidak selalu membutuhkan produk pembersih khusus. Sejumlah bahan sederhana di dapur dapat menjadi alternatif praktis untuk membantu mengangkat kotoran, noda ringan, maupun bau kurang sedap. Informasi cara membersihkan lantai dengan bahan dapur, menjadi panduan bagi penghuni rumah agar rutinitas bersih-bersih terasa lebih sederhana.

Lantai keramik, granit, marmer, maupun kayu mempunyai kebutuhan perawatan berbeda. Bahan bersifat asam tidak cocok bagi permukaan batu alam tertentu, sementara penggunaan air berlebihan berisiko bagi lantai kayu. Memahami cara membersihkan lantai dengan bahan dapur, membantu menentukan metode aman sebelum mulai mengepel atau menghilangkan noda.

Selain pemilihan bahan, teknik membersihkan lantai juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Debu sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu, noda segera ditangani, lalu permukaan dikeringkan setelah proses pel. Panduan cara membersihkan lantai dengan bahan dapur berikut, bisa menjadi referensi praktis untuk menjaga lantai tetap bersih, segar dan nyaman digunakan setiap hari.

Simak ulasan lengkap yang Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (28/9/2026).

Bahan Dapur yang Bisa Digunakan untuk Membersihkan Lantai

Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur (AI Generated)
Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur (AI Generated)

Tidak perlu selalu mengandalkan cairan pembersih khusus untuk menangani kotoran ringan di lantai. Beberapa bahan dapur memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembersihan. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan berdasarkan jenis lantai dan noda.

1. Cuka Putih

Cuka putih bersifat asam dan dapat membantu meluruhkan kotoran atau kerak pada permukaan tertentu. Untuk menggunakannya, encerkan cuka bersama air lalu aplikasikan pada lantai tahan asam.

Hindari cuka pada marmer, batu kapur, dan material batu alam sensitif terhadap asam. Kandungan asam dapat mengganggu lapisan permukaan dan membuat tampilan material menjadi kusam.

2. Baking Soda

Baking soda cocok untuk membantu menangani noda ringan hingga sedang. Campurkan sedikit baking soda bersama air sampai membentuk pasta, kemudian oleskan pada bagian lantai bernoda.

Diamkan sebentar lalu gosok secara perlahan memakai spons lembut. Cara ini sebaiknya diterapkan secara lokal agar gesekan tidak berlebihan pada permukaan lantai.

3. Sabun Cuci Piring

Sabun cuci piring dapat membantu mengangkat minyak serta kotoran pada lantai dapur. Larutkan sedikit sabun ke dalam air, kemudian gunakan kain pel untuk membersihkan permukaan.

Setelah selesai, pel kembali memakai air bersih. Langkah tersebut membantu menghilangkan sisa sabun agar lantai tidak terasa licin atau lengket.

4. Air Hangat

Air hangat dapat membantu melunakkan kotoran dan minyak ringan. Bahan ini dapat digunakan untuk mengepel lantai bersama sedikit sabun cuci piring.

Gunakan air secukupnya dan hindari suhu terlalu tinggi, terutama pada lantai kayu, laminasi, atau material sensitif terhadap panas dan kelembapan.

5. Garam

Garam memiliki tekstur butiran sehingga dapat membantu mengangkat noda tertentu melalui gesekan ringan. Taburkan sedikit garam pada area yang ingin dibersihkan, lalu gosok secara perlahan menggunakan spons lembap.

Metode ini sebaiknya tidak diterapkan pada permukaan mudah tergores. Selalu lakukan uji coba pada area kecil sebelum penggunaan.

6. Air Lemon

Air lemon memiliki sifat asam dan dapat membantu membersihkan beberapa jenis kotoran. Meski begitu, penggunaannya harus memperhatikan material lantai.

Hindari air lemon pada marmer, batu kapur, dan batu alam sensitif terhadap asam. Untuk permukaan tersebut, gunakan pembersih ber-pH netral yang sesuai.

7. Tepung Maizena

Tepung maizena dapat dimanfaatkan untuk membantu menyerap minyak pada noda tertentu. Taburkan sedikit pada area berminyak, diamkan beberapa saat, kemudian angkat menggunakan kain atau tisu.

Setelah minyak terangkat, bersihkan kembali permukaan memakai larutan sabun yang sesuai agar tidak ada sisa tepung tertinggal.

Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur

Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur (AI Generated)
Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur (AI Generated)

Membersihkan lantai tidak selalu membutuhkan cairan pembersih khusus. Beberapa bahan dapur dapat dimanfaatkan untuk membantu mengangkat debu, noda ringan, minyak, hingga bau kurang sedap. Cara ini cocok untuk perawatan lantai sehari-hari, terutama saat persediaan pembersih lantai sedang habis.

1. Bersihkan Debu dan Kotoran Kering

Sebelum menggunakan bahan dapur, sapu atau vakum seluruh permukaan lantai. Langkah ini membantu menghilangkan pasir, rambut, remah makanan, serta debu. Lantai bebas kotoran kasar juga mengurangi risiko permukaan tergores saat dipel.

2. Gunakan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring

Campurkan sedikit sabun cuci piring ke dalam ember berisi air hangat. Celupkan kain pel, peras sampai tidak terlalu basah, lalu usapkan pada lantai. Campuran ini cukup membantu menangani lantai berminyak atau terkena cipratan makanan.

Setelah itu, pel kembali memakai air bersih. Pastikan tidak ada sisa sabun agar permukaan lantai tidak terasa licin atau meninggalkan lapisan kusam.

3. Manfaatkan Baking Soda untuk Noda Membandel

Baking soda dapat digunakan untuk membantu membersihkan noda ringan hingga sedang. Campurkan baking soda sedikit demi sedikit bersama air sampai membentuk pasta. Oleskan pada area bernoda, diamkan beberapa menit, lalu gosok secara perlahan memakai spons lembut.

Hindari menggosok terlalu kuat pada lantai berpermukaan sensitif. Sebaiknya lakukan uji coba pada area kecil sebelum menggunakannya di seluruh permukaan.

4. Gunakan Cuka Putih pada Lantai Tertentu

Cuka putih dapat membantu menangani kotoran serta kerak ringan pada beberapa jenis lantai tahan asam. Campurkan cuka putih secukupnya ke air, lalu gunakan kain pel untuk membersihkan permukaan.

Cuka tidak cocok untuk marmer, batu kapur, terrazzo berbasis batu sensitif, serta material lain yang mudah bereaksi terhadap asam. Selalu periksa petunjuk perawatan lantai sebelum memakai bahan ini.

5. Gunakan Air Lemon untuk Noda Ringan

Air lemon memiliki sifat asam sehingga dapat membantu membersihkan noda tertentu. Oleskan sedikit air lemon pada area kotor, kemudian lap memakai kain lembap. Cara ini sebaiknya digunakan hanya pada permukaan tahan asam.

Hindari penggunaan lemon pada marmer atau batu alam sensitif. Kandungan asam dapat membuat permukaan kehilangan kilap atau mengalami perubahan tampilan.

6. Bersihkan Noda Minyak Secepatnya

Noda minyak lebih mudah ditangani saat masih baru. Taburkan sedikit tepung maizena pada area tersebut, biarkan beberapa menit agar minyak terserap, lalu sapu atau lap. Setelah itu, bersihkan menggunakan air hangat dan sedikit sabun cuci piring.

Untuk noda lama, proses dapat diulangi beberapa kali. Jangan menggunakan terlalu banyak air pada lantai kayu, laminasi, atau material berpori.

7. Keringkan Lantai Setelah Dibersihkan

Tahap pengeringan sering kali terlewat setelah mengepel. Gunakan kain kering atau biarkan sirkulasi udara membantu mengeringkan permukaan. Lantai yang cepat kering membantu mengurangi bekas air, bau lembap, serta risiko permukaan menjadi licin.

Tips agar Lantai Tetap Bersih dan Tidak Bau

Lantai bersih belum tentu bebas bau jika kelembapan, sisa makanan, atau kotoran masih tertinggal. Perawatan rutin membantu menjaga permukaan tetap segar sekaligus mengurangi sumber bau kurang sedap. Berikut beberapa kebiasaan sederhana untuk menjaga kebersihan lantai setiap hari.

  • Debu, pasir, rambut, dan remah makanan dapat menumpuk jika tidak segera dibersihkan. Sapu lantai setiap hari, terutama area dapur, ruang makan, dan dekat pintu masuk. Kebiasaan ini membantu mengurangi kotoran sebelum berubah menjadi sumber bau.
  • Minuman, kuah, minyak, atau sisa makanan sebaiknya segera dilap setelah tumpah. Cairan yang dibiarkan terlalu lama dapat meresap ke celah lantai dan menimbulkan aroma kurang sedap. Gunakan kain lembap untuk mengangkat sisa noda, lalu keringkan permukaannya.
  • Lantai lembap dalam waktu lama dapat menciptakan kondisi kurang ideal bagi munculnya bau. Setelah mengepel, gunakan kain pel yang sudah diperas dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara cukup. Untuk area tertentu, buka jendela atau pintu agar lantai lebih cepat kering.
  • Kain pel kotor dapat menyebarkan bau kembali ke lantai. Setelah digunakan, cuci kain pel sampai bersih lalu jemur hingga benar-benar kering. Hindari menyimpan kain pel dalam kondisi basah karena kelembapan dapat memicu aroma apek.
  • Sisa makanan dari tempat sampah dapat jatuh ke lantai tanpa disadari. Bersihkan area di sekitar tempat sampah setiap hari, terutama jika terdapat tumpahan cairan atau sisa makanan. Gunakan sabun cuci piring encer untuk membantu mengangkat noda berminyak.
  • Sudut ruangan, sambungan keramik, serta celah sempit sering luput saat menyapu dan mengepel. Debu serta kotoran dapat menumpuk di bagian tersebut lalu menghasilkan bau. Gunakan sikat kecil atau kain lembap untuk menjangkau area sulit.
  • Baking soda dapat membantu menangani noda dan aroma tertentu, sedangkan cuka putih dapat digunakan pada material lantai tahan asam. Pilih bahan sesuai jenis permukaan lantai. Jangan mencampurkan cuka bersama pemutih berbahan klorin karena campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.

 

 

Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Lantai dengan Bahan Dapur

1. Apa saja bahan dapur yang bisa digunakan untuk membersihkan lantai?

Beberapa bahan dapur dapat dimanfaatkan untuk membantu membersihkan noda ringan, seperti baking soda, cuka putih, garam, sabun cuci piring, dan air hangat. Pemakaiannya perlu disesuaikan berdasarkan material lantai.

2. Apakah baking soda bisa digunakan untuk mengepel lantai?

Bisa untuk jenis lantai tertentu. Baking soda dapat dicampur sedikit air hingga menjadi pasta untuk membantu membersihkan noda tertentu. Gunakan secara lembut agar permukaan tidak tergores.

3. Bagaimana cara menggunakan cuka untuk membersihkan lantai?

Cuka putih dapat diencerkan menggunakan air, lalu digunakan sebagai larutan pembersih pada permukaan tertentu seperti keramik. Jangan gunakan cuka pada marmer atau batu alam sensitif terhadap asam.

4. Apakah cuka aman untuk semua jenis lantai?

Tidak. Cuka bersifat asam sehingga berpotensi merusak atau membuat kusam material tertentu. Hindari penggunaannya pada marmer, batu kapur, dan permukaan lain yang sensitif terhadap asam.

Rekomendasi