Potret Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi Sebagai Wujud Ungkapan Syukur, Manusia 'Didandani' Layaknya Kerbau

Melihat tradisi unik kebo-keboan yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Potret Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi Sebagai Wujud Ungkapan Syukur, Manusia 'Didandani' Layaknya Kerbau
Potret Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi Sebagai Wujud Ungkapan Syukur, Manusia 'Didandani' Layaknya Kerbau (Merdeka.com)

Melihat tradisi unik kebo-keboan yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan suku, etnis, dan kepercayaan.

Mulai dari Sabang hingga Merauke, ada banyak sekali tradisi dan budaya masyarakat yang masih dijaga hingga saat ini.

Salah satunya ialah ritual kebo-keboan asal Banyuwangi, Jawa Timur. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari berbagai sumber:

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ritual kebo-keboan diadakan setiap tanggal 10 Suro atau 10 Muharam di desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi.

Upacara ini mengharuskan beberapa laki–laki berdandan menyerupai kerbau dan berkorban untuk membajak sawah.

Upacara ini mengharuskan beberapa laki–laki berdandan menyerupai kerbau dan berkorban untuk membajak sawah.
Dok. Istimewa

Setelah membajak sawah kebo–keboan itu kemudian diarak mengelilingi desa disertai karnaval kesenian rakyat.

Ritual Kebo-keboan

 Kebo-keboan diambil dari bahasa daerah setempat yang berarti kerbau tiruan atau jadi-jadian.

Dipilihnya hewan kerbau sebagai simbol dalam tradisi ini karena kerbau merupakan hewan yang dekat dengan kegiatan petani di sawah.

Disebutkan, jika tujuan dari ritual ini adalah sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil panen yang mereka terima.




Tradisi itu sendiri biasanya dilakukan oleh para petani, yang 'mendandani' tubuh mereka seperti seekor kerbau dengan mengecat seluruh tubuh menjadi warna hitam.

Tradisi itu sendiri biasanya dilakukan oleh para petani, yang 'mendandani' tubuh mereka seperti seekor kerbau dengan mengecat seluruh tubuh menjadi warna hitam.
Dok. Istimewa

Tak hanya ucapan syukur atas hasil panen, tradisi kebo-keboan ini juga dilakukan untuk membersihkan desa.

Harapannya agar seluruh warga desa diberi keselamatan dan dijauhkan dari segala penyakit, marabahaya, dan ancaman lainnya.

Di Banyuwangi sendiri, hanya terdapat dua desa yang masih melaksanakan tradisi ini, yaitu Desa Aliyan dan Alasmalang.

Tujuan dari dilakukannya ritual ini pada umumnya sama, hanya saja alur pelaksanaannya berbeda di masing-masing desa.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tradisi Kebo-keboan di Desa Alasmalang

Tradisi Kebo-keboan di Desa Alasmalang
Dok. Istimewa

Tradisi Kebo-Keboan di Alasmalang berfungsi sebagai daya tarik pariwisata.
Oleh karena itu, penyajiannya banyak melalui proses modifikasi.

Tradisi Kebo-keboan di Desa Aliyan

 Sedangkan tradisi di desan Aliyan masih kental dengan aturan adat yang terstruktur.

Pertama ialah dilakukan dengan memasang umbul-umbul di sepanjang jalan desa.

Kemudian dilanjurkan dengan membuat kubangan. Ketiga membuat gunungan hasil bumi.

Keempat, yaitu ider bumi. Para manusia kerbau diarak ke seleruh desa, sesuai rute yang telah dibuat.

Dalam kegiatan ider bumi diperlukan singkal sebagai alat yang melekat dan menyatu dengan kerbau dan menjadi simbol petani ketika bekerja di sawah.

Ritual diakhiri dengan ngurit. Pada kegiatan ini, ada tokoh yang bernama Dewi Sri bertugas memberikan benih kepada ketua adat yang selanjutnya diberikan kepada masyarakat agar ditanam.

Rekomendasi