Menanti Azan Magrib di Masjid Cheng Ho Batam, Destinasi Favorit Warga untuk Ngabuburit

Masjid Muhammad Cheng Ho telah menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Ajang Nurdin
Oleh Ajang Nurdin - Reporter
Menanti Azan Magrib di Masjid Cheng Ho Batam, Destinasi Favorit Warga untuk Ngabuburit
Masjid Muhammad Cheng Ho yang berada di kawasan Golden Front, Bengkong, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Ajang Nurdin/Liputan6.com) (© 2026 Liputan6.com)

Masjid Muhammad Cheng Ho yang terletak di Golden Front, Bengkong, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat.

Selama bulan suci Ramadan, masjid ini sering dipilih sebagai lokasi untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. Setiap sore, terutama saat senja tiba, suasana di sekitar masjid menjadi ramai. Banyak warga yang datang silih berganti, ada yang sekadar berjalan-jalan, menikmati suasana, hingga berfoto di depan masjid yang memiliki arsitektur khas perpaduan budaya Tionghoa dan Islam.

Masjid ini didominasi oleh warna merah dan dihiasi lampion-lampion yang menyala saat malam tiba, sehingga menambah daya tarik tersendiri. Tak sedikit keluarga, anak muda, dan warga sekitar yang menjadikan area masjid sebagai tempat berkumpul sambil menunggu waktu berbuka. Salah satu warga dari Chitra Batam Center, Sudirman (35), mengungkapkan bahwa ia hampir setiap Ramadan meluangkan waktu untuk datang ke Masjid Cheng Ho guna ngabuburit.

"Kalau Ramadan, tempat ini memang selalu ramai. Suasananya enak, adem, dan kita bisa sambil menunggu magrib," kata Sudirman saat duduk di halaman masjid pada Selasa sore (17/2).

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang pedagang bernama Siti Latifah (40) yang berasal dari Bengkong Sadai. Ia menyebutkan bahwa masjid ini menjadi pilihan karena nuansanya yang berbeda dibandingkan tempat lainnya.

"Masjid Cheng Ho ini unik. Banyak orang datang bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk menikmati suasana. Apalagi sore-sore menjelang buka, bagus sekali," ungkap Latifah.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan Masjid Muhammad Cheng Ho juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi di Batam. Selama Ramadan, keramaian di sekitar masjid meningkat karena warga memanfaatkan area tersebut sebagai lokasi ngabuburit yang nyaman sambil berburu takjil.

Puasa Ramadan 2026 akan dimulai pada awal bulan

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan bahwa puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah berlangsungnya sidang isbat.

"Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Demikian hasil Sidang Isbat yang baru kita laksanakan," ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kementerian Agama menerapkan pendekatan integrasi antara hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Metode hisab memanfaatkan perhitungan astronomi untuk memprediksi posisi bulan secara matematis, yang berfungsi sebagai dasar perhitungan ilmiah terkait posisi hilal.

Di sisi lain, metode rukyat dilakukan dengan cara mengamati hilal secara langsung di ufuk barat setelah matahari terbenam. Pendekatan ini bertujuan untuk menyatukan perhitungan astronomi dan pengamatan nyata, serta menjaga kesatuan umat Islam di Indonesia.

Kriteria visibilitas hilal yang dipakai adalah kriteria MABIMS, yang menetapkan bahwa tinggi hilal harus minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Apabila hilal tidak memenuhi kriteria tersebut saat pemantauan, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari. Berbeda dengan keputusan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki. Selain itu, jemaah Naqsabandiyah akan memulai puasa Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Rekomendasi