Penyakit Alocepia Disebabkan Autoimun, Ini Gejala, Penyebab hingga Cara Mengobatinya

Pada penyakit alocepia areata, sistem imun akan menyerang serta merusak akar rambut hingga menyebabkan kerontokan dan kebotakan. Kulit kepala yang mengalami kebotakan ini akan berbentuk pitak.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Penyakit Alocepia Disebabkan Autoimun, Ini Gejala, Penyebab hingga Cara Mengobatinya
Ilustrasi rambut rontok. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Ilya Andriyanov

Penyakit alocepia areata adalah penyakit kebotakan dari rontoknya rambut. Penyakit ini disebabkan karena autoimun. Tak memandang jenis kelamin, penyakit ini bisa menyerang baik wanita ataupun pria.

Pada penyakit alocepia areata, sistem imun akan menyerang serta merusak akar rambut hingga menyebabkan kerontokan dan kebotakan. Kulit kepala yang mengalami kebotakan ini akan berbentuk pitak.

Perlu diketahui jika penyakit alocepia areata ini bisa terjadi saat tempat tumbuhnya rambut atau folikel rambut mengecil dan berhenti memproduksi rambut. Hal ini menyebabkan terjadinya kerontokan dan kebotakan.

Tak hanya bisa menyebabkan kebotakan berbentuk pitak saja, penyakit ini juga bisa menyebabkan kebotakan secara menyeluruh. Sehingga penyakit alocepia areata jenis ini disebut dengan alocepia areata totalis.

Dirangkum dari Alodokter, Senin (12/12) berikut adalah ulasan tentang penyakit alocepia lengkap dengan gejala, penyebab hingga cara pengobatannya.

Penyebab Penyakit Alocepia Areata

Penyebab penyakit alocepia areata adalah sistem imun yang tiba-tiba menyerang folikel rambut. Kejadian semacam ini juga disebut dengan autoimun.

Kondisi itu kemudian akan menyebabkan produksi rambut terhenti sehingga dengan rangat mampu membuatnya menjadi rontok dan akhirnya menjadi botak. Masih belum diketahui penyebab pasti sistem imun dapat menyerang dan merusak folikel rambut.

Namun kondisi ini dipicu pula oleh adanya infeksi virus, trauma, berubahnya hormon hingga stres fisik atau psikis.

Gejala Penyakit Alocepia Areata

Penyakit alocepia areata juga memiliki gejala yang akan terjadi pada penderitanya. Biasanya penyakit ini lebih sering dialami oleh anak-anak, remaja hingga dewasa muda.

Kondisi ini bisa menyebabkan kebotakan atau kerontokan rambut di beberapa bagian tubuh, salah satunya kulit kepala, alis, bulu mata, bulu hidung, ketiak, kemaluan, kumis atau bahkan janggut. Alocepia areata memiliki tanda utama yang tidak lain adalah kerontokan atau kebotakan yang tidak disertai dengan rasa sakit.

Seperti halnya penyakit autoimun lainnya, kebotakan dan kerontokan yang dialami oleh penderita alocepia areata bisa bersifat kambuhan. Tak hanya itu juga ada beberapa tanda lain yang bisa dialami, seperti berikut yang berhasil dikutip dari Alodokter:

- Kebotakan berpola bulat atau seperti pitak yang muncul di satu atau beberapa tempat yang tadinya ditumbuhi rambut

- Kebotakan terjadi di bagian bawah, samping, atau melingkari belakang kepala (ophiasis alopecia)

Faktor Risiko Penyakit Alocepia Areata

Meski belum diketahui penyebab sebenarnya, namun ada beberapa faktor dan juga kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena alocepia areata. Antara lain yaitu:

- Memiliki orang tua atau keluarga dekat yang menderita alopecia areata atau penyakit autoimun lain

- Menderita gangguan kromosom, seperti Down syndrome

- Menderita kekurangan vitamin D, asma, dermatitis atopik, lupus, vitiligo, atau penyakit tiroid, seperti penyakit Hashimoto dan penyakit Graves

Cara Mengobati Penyakit Alocepia Areata

Tidak ada pengobatan yang bisa menyembuhkan alocepia areata. Namun ada penanganan yang bisa meredakan gejalanya untuk mencegah kambuh, serta membantu penderita beradaptasi dan menerima kondisinya.

Penanganan alocepia areata yang dilakukan oleh dokter berupa pemberian obat dan konseling. Tak hanya itu, beberapa penanganan mandiri yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat penyakit ini.

Pada beberapa kasus, rambut rontok dan kebotakan akan dialami penderita alocepia areata bisa pulih dengan sendirinya. Dokter akan memberikan obat untuk merangsang pertumbuhan rambut seperti Minoxidil, Kortikosteroid, Anthralin, Diphencyprone (DPCP).

Rekomendasi