Ruam akibat popok mungkin menjadi salah satu masalah yang kerap membuat para ibu stres dibuatnya. Ruam popok adalah iritasi berupa ruam kemerahan yang muncul di area kulit bayi yang tertutup popok. Kondisi ini juga sering disebut sebagai dermatitis popok alias diaper rash.
Meski bukan kondisi serius, hal ini tentu tidak boleh disepelekan. Sebab, pada kasus yang berat ruam popok bisa memicu infeksi jamur maupun bakteri yang hidup di kulit bayi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah muda yang samar dan menonjol.
Dalam kasus terburuk, kulit bayi bisa terlihat merah dan mulai mengelupas. Jika disentuh, lipatan kulit bisa terasa kasar sehingga sangat membuat tidak nyaman bahkan bisa mengganggu jam tidur bayi.
Lalu, bagaimanakah langkah agar bayi terbebas dari ruam popok? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman hellosehat dan berbagai sumber, Kamis (28/7/2022):
Advertisement
Cuci Tangan Sebelum Memegang Bayi
Sebelum mengganti popok bayi Anda harus mencuci tangan terlebih dahulu. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran bakteri. Minimal, basuh tangan Anda dengan tisu basah bayi sebelum mengganti popok bayi.
Setelah selesai mengganti popoknya, jangan lupa mencuci tangan lagi untuk memastikan tidak ada paparan urine atau kotoran bayi di permukaan kulit tangan.
Sering Mengganti Popok
Ganti popok yang kotor setiap 2-3 jam, dan lakukan lebih sering jika Si Kecil mengalami ruam, terutama setelah ia baru bangun dari tidur. Periksalah popok bayi secara berkala apakah sudah mencapai daya tampungnya atau belum.
Perlu diingat juga untuk tidak memberikan bedak di area kulit yang lembab, seperti bokong. Sebab, bedak justru bisa menimbulkan iritasi pada kulit. Hal ini dikarenakan tumpukan bedak yang terkena kotoran dan keringat dapat menjadi tempat bersarangnya bakteri dan kuman.
Anda bisa menggantinya dengan memakai krim. Krim diaper dengan kandungan seng atau petroleum jelly yang dapat membantu menjaga kulit bayi tetap lembut dan terlindungi dari kotoran dan kencing.
Advertisement
Gunakan Popok dengan Daya Serap Tinggi dan Cepat
Popok dengan daya serap tinggi sangat disarankan karena dapat mendukung kenyamanan anak, terutama ketika bergerak. Selain volume yang mampu ditampung, daya serap yang cepat dan merata juga merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam pemilihan popok.Pastikan Popok juga Memiliki SAP Bacteria ControlPopok bayi yang dilengkapi teknologi Super Absorbent Polymers (SAP) akan berbahan lembut dan tidak menggumpal meskipun telah menyerap banyak cairan urine.Sebab dengan teknologi ini, popok bayi dapat menyerap cairan dengan cepat dan membuat permukaan popok tetap kering sehingga anak-anak dapat beraktivitas dengan baik.
Advertisement
Kapan Harus ke Dokter?
Ruam pada bayi karena popok merupakan hal yang wajar dan bisa disembuhkan dengan melakukan perawatan di rumah. Namun, jika kulit bayi tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan di rumah, Anda perlu untuk mengunjungi dokter. Bawa bayi ke dokter jika si kecil mengalami tanda dan gejala, seperti:
1. Gejalanya parah dan tidak biasa.2. Tidak kunjung membaik walaupun sudah diobati.3. Ruam menimbulkan bintik berisi cairan atau menimbulkan luka berdarah.4. Bayi kesakitan saat buang air besar dan kecil.5. Munculnya ruam disertai demam.
Advertisement
Penyebab Ruam Popok
Iritasi dari kotoran
Mengutip dari Family Doctor, iritasi dari tinja atau urine karena memakai popok terlalu lama bisa menyebabkan ruam.
Kondisi popok yang lembap, membuat kulit iritasi dan timbul bintik kemerahan. Bila si kecil mengalami diare, akan membuat kondisi ruam pada bayi semakin parah.
Gesekan
Penyebab lain munculnya ruam bisa disebabkan karena gesekan.Kemudian, kulit yang sudah bermasalah ini dapat terinfeksi oleh jamur atau bakteri yang terperangkap oleh popok di kulit bayi yang rentan dan sensitif.
Bahan seperti absorben sintetik dalam popok sekali pakai dan sabun bilas pembunuh kuman juga bisa menyebabkan iritasi.
Infeksi candida
Candida adalah infeksi jamur yang tumbuh secara cepat di tempat lembap dan hangat. Ruam bisa timbul karena infeksi ini dan warnanya merah terang dengan bintik-bintik kecil di tepian.
Reaksi alergi
Pemakaian sabun mandi, detergen, pelembut pakaian, tisu bayi, sampai popok yang tidak cocok dengan kulit si kecil juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada bayi hingga membuat iritasi kemerahan.