Beberapa waktu lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menjenguk dan meninjau kondisi prajuritnya yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.
Prajurit TNI Angkatan Darat tersebut tertembak usai rombongan pengantar logistik diadang dan menerima serangan. Kini kondisi Prajurit Kepala (Praka) Zubaidi kian membaik.
Meski fisik tak lagi sempurna dan mengalami cacat, kekasih dari Praka Zubaidi tetap setia. Hal itu lantas membuat Panglima Andika terkesima dan memuji kesetiaan si wanita.
Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Senin (4/7).
Advertisement
Kondisi Terbaru Prajurit Korban Penembakan KKB
Dua anggota Satgas Kodim Yonif R 408/SBH diadang kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, yakni Praka Zubaidi dan Sersan Dua Sudirno. Nahas, keduanya harus menerima timah panas yang menembus tubuh.
Praka Zubaidi mengalami luka tembak pada bagian wajah. Tepatnya di hidung sebelah kanan, tembus di bibir atas sebelah kiri, serta luka tembak di dada kanan. Mata sebelah kanan juga mengalami kebutaan.
Saat ini, mata kanannya belum mengalami perbaikan. Sementara mata kiri sudah sanggup melihat secara normal. Lalu bagian hidung dan gusi masih harus menerima perawatan serta operasi bedah plastik lanjutan.
"Berarti satu bulan untuk mata dan bedah plastik. Jadi gusi sekalian hidung ya, yang ke sini siapa? Keluarga, pacar?," kata Panglima Andika.
Di sela obrolan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lantas menanyakan kondisi pacar dari anak buahnya itu.
"Pacar waktu itu sudah jadi (ke sini), terus berubah pikiran enggak dia?," sambungnya.
"Siap, sudah datang sama keluarga. Siap, tidak berubah pikiran," jawab Zubaidi.
"Bagus. Siapa namanya?," tanya Andika lagi.
"Siap. Ferdiana Diaz Yulian, panggilannya Diaz," tukasnya.
Advertisement
Dipuji Panglima Andika: Hati Seperti Berlian
kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa ©2022 Merdeka.com
Kondisi fisik dari Praka Zubaidi mengalami perubahan dan terbilang cacat, terutama bagian wajah usai menjadi korban penembakan KKB.
Hal itu lantas membuat Panglima Andika menanyakan perihal kesetiaan dari pacarnya Zubaidi. Sontak, Andika memuji dan memperumpamakan si wanita bak berlian yang harus disayang. Karena tetap cinta dan mau dinikahi.
"Kalau Diaz masih utuh cintanya, hatinya terbuat dari berlian itu ya, benar ya. Harus sayang nanti kalau Diaz masih mau menerima Zubaidi ya," papar Andika.
"Siap," jawab tegas Zubaidi.
Advertisement
Dituruti untuk Pindah Tugas di Wilayah Pacar
Panglima Andika kembali menjenguk dua anak buahnya yang mengalami luka tembak akibat serangan KKB di Papua. Kehadirannya ke RSPAD Gatot Soebroto sekaligus menguatkan sang prajurit.
Dalam kesempatan itu pula, Andika memastikan bahwa prajuritnya akan pindah berdinas di lokasi sesuai yang dikehendaki.
"Sudah memutuskan mau pindah kemana?," tanya Andika.
"Siap di Sragen, Panglima. Mungkin di teritorial," ungkap Zubaidi.
"Oke, harus. Gampang itu. Orangtua di Sragen juga?," tanya Andika.
"Siap, untuk orangtua di Kebumen. Saya memilih dinas di Sragen karena calon saya orang Sragen," jawab Zubaidi.
Advertisement
Diminta Berdinas Dekat Rumah Pacar
kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa ©2022 Merdeka.com
Selain itu, Panglima Andika menawarkan untuk pindah tugas di kesatuan markas yang dekat dengan rumah calon istri dari Praka Zubaidi.
Ia bahkan memotivasi sang anak buah agar tetap bersemangat, dengan tugas barunya sebagai calon Bintara Pembina Desa (Babinsa).
"Ya sudah kalau di situ berarti mana yang paling dekat rumahnya Diaz?," tanya Andika lagi.
"Siap, Koramil 02/Karangmalang," jawabnya.
"Ya sudah, di Koramil ya, bisa ya. Babinsa ya. Yang penting hati-hati," ujar Andika.
"Siap," tegas Zubaidi.