7 Cara Mengatasi Mental Illness, Ketahui Pula Gejala & Penyebabnya

Cara mengatasi mental illness beserta gejala dan penyebabnya.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Cara Mengatasi Mental Illness,  Ketahui Pula Gejala & Penyebabnya
ilustrasi gangguan mental. 3meds.com

Mental illness atau bisa disebut dengan gangguan mental merupakan penyakit yang mempengaruhi pola pikir, emosi dan perilaku para penderitanya. Kesehatan mental sendiri memang dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang ada dalam kehidupannya. Apalagi peristiwa yang meninggalkan dampak besar pada perilaku dan kepribadian seseorang. Mulai dari pelecehan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga stres berat jangka panjang.

Apabila kesehatan mental sudah terganggu, nantinya akan muncul gangguan mental atau mental illness. Kondisi ini pun mampu mengubah cara seseorang untuk menangani stres, membuat pilihan hingga berhubungan dengan orang lain. Di mana memungkinkan baginya terpicu untuk menyakiti diri sendiri. Beberapa mental illness yang umumnya ditemukan seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan stres pasca trauma (PTSD) dan psikosis.

Seperti penyakit fisik lainnya, mental illness atau gangguan mental sebenarnya ada obatnya. Bahkan, terdapat beberapa cara mengatasi mental illness yang bisa untuk diketahui. Lantas apa saja cara mengatasi mental illness beserta gejala dan penyebabnya?

Melansir dari berbagai sumber, Jumat (17/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Penyebab Mental Illness

Sebelum membahas cara mengatasi mental illness, ada baiknya untuk mengetahui penyebab dari penyakit gangguan mental ini. Melansir dari Alodokter, penyebab mental illness belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi tersebut diketahui terkait dengan faktor psikologis dan biologis.

Adapun penyebab mental illness adalah sebagai berikut:

a. Faktor Psikologis

  • Perasaan rendah diri
  • Perasaan tidak mampu
  • Perasaan kesepian
  • Perasaan marah
  • Kurang mampu bergaul dengan orang lain
  • Peristiwa traumatik, seperti pelecehan seksual atau kekerasan
  • Kehilangan orang tua
  • Disia-siakan di masa kecil
  • Perceraian atau ditinggal meninggal oleh pasangan

b. Faktor Biologis (Gangguan Mental Organik)

  • Riwayat mental illness pada orang tua atau keluarga
  • Kekurangan nutrisi
  • Kekurangan oksigen pada otak bagi ketika proses persalinan
  • kerusakan otak akibat kecelakaan atau terbentur
  • Kelainan bawaan atau cedera pada otak
  • Gangguan pada fungsi sel saraf di otak
  • Infeksi misalnya akibat dari bakteri Streptococcus
  • Penyalahgunaan NAPZA seperti kokain dan heroin dalam jangka panjang

Gejala Mental Illness

Setelah membahas penyebab mental illness, baiknya juga mengenal gejala-gejalanya sebelum akhirnya mengetahui cara mengatasi mental illness. Tanda atau gejala mental illness sebenarnya bergantung pada jenis gangguan jiwa yang dialami pasien. Penderita atau pasien sendiri dapat mengalami gangguan pada pola pikir, emosi dan perilaku.Berikut beberapa contoh gejala mental illness beserta ciri-cirinya:a. Delusi (Waham)

Meyakini sesuatu yang tidak sesuai atau tidak nyata dengan fakta sesungguhnya.b. Halusinasi

Sensasi saat seseorang melihat, merasakan hingga mendengar sesuatu yang faktanya tidak ada atau tidak nyata.c. Perilaku Tidak Wajar

Misalnya seperti berbicara sendiri, tertawa sendiri, teriak-teriak tidak jelas hingga keluar rumah dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian.d. Gangguan Makan

Misalnya seperti merasa takut berat badan bertambah, sehingga cenderung untuk memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsi atau sebaliknya makan dalam porsi banyak.e. Perubahan Pola Tidur

Seperti misalnya sulit tidur, mudah tertidur, mudah mengantuk, mengalami gangguan pernapasan saat tidur hingga kaki gelisah saat tidur.f. Suasana hati yang berubah-ubah pada periode tertentu.g. Perasaan cemas atau takut yang berlebih dan terus menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.h. Perasaan sedih yang berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.i. Marah berlebihan hingga mengamuk dan melakukan tindak kekerasan.j. Kecanduan alkohol, nikotin dan penyalahgunaan NAPZA.

Faktor Risiko Kesehatan Mental

Melansir dari halodoc, terdapat beberapa faktor risiko seseorang mengalami mental illness atau gangguan pada kesehatan mentalnya. Adapun faktor risiko gangguan kesehatan mental sebelum membahas cara mengatasi mental illness adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki riwayat penyakit gangguan mental atau mental illness sebelumnya
  2. Memiliki riwayat anggota keluarga dengan mental illness
  3. Memiliki riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak
  4. Memiliki masalah gaya hidup
  5. Memiliki masalah di masa anak-anak
  6. Memiliki profesi pekerjaan yang memicu stres
  7. Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti di sekolah atau pekerjaan
  8. Perempuan usai melahirkan
  9. Perempuan mempunyai risiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sementara laki-laki mempunyai risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial
  10. Menyalahgunakan alkohol
  11. Menyalahgunakan obat-obat terlarang

Cara Mengatasi Mental Illness

Sebenarnya, terdapat beberapa cara mengatasi mental illness. Ada beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dalam menangani mental illness atau gangguan kesehatan mental oleh dokter. Berikut cara mengatasi mental illness atau gangguan pada kesehatan mental:1. Psikoterapi

Ini merupakan terapi bicara dengan memberikan media yang aman bagi pasien dalam mengungkapkan perasaan serta meminta saran. Psikiater nantinya akan memberikan bantuan dengan cara membimbing pasien untuk bisa mengontrol perasaannya. Psikoterapi dan perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara mengatasi mental illness yang paling efektif. Contoh psikoterapi seperti cognitive behavioral therapy, exposure therapy hingga dialectical behavior therapy.2. Obat-obatan

Pemberian obat-obatan umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak. Obat-obatan ini diketahui berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs) dan antidepresan trisiklik. Umumnya, obat-obatan tersebut dikombinasi dengan psikoterapi untuk hasil yang lebih efektif.3. Rawat inap

Rawat inap dibutuhkan apabila penderita memerlukan pemantauan ketat. Khususnya terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya. Selain itu juga jika terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri, misalnya penderita melakukan percobaan bunuh diri.

4. Support group

Pada umumnya, support group beranggotakan para penderita mental illness yang sejenis. Support group juga bisa beranggotakan para penderita yang suda bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Mereka nantinya akan berkumpul untuk membimbing satu sama lain menuju pemulihan dan berbagi pengalaman.5. Stimulasi otak

Stimulasi otak ini berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, stimulasi saraf vagus dan stimulasi otak dalam atau bisa disebut pengobatan eksperimental.6. Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat

Pengobatan ini dilakukan pada penderita mental illness yang disebabkan oleh ketergantungan pada zat terlarang.7. Membuat rencana bagi diri sendiri

Rencana ini nantinya bertujuan untuk membantu proses pemulihan, memantau kesehatan hingga mengenali pemicu penyakit yang dideritanya. Rencana yang dimaksud seperti misalnya mengatur kebiasaan sehari-hati dan mengatur gaya hidup.

Rekomendasi