Pengertian gangguan mental atau jiwa acap kali diabaikan oleh masyarakat luas. Di Indonesia, penderita gangguan mental kerap diidentikkan dengan disebut sakit jiwa atau orang gila. Tak sedikit dari mereka yang juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat pada umumnya. Bahkan, parahnya ada yang sampai memasung orang dengan gangguan mental karena dianggap orang gila.
Padahal para penderita bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu semakin banyak orang yang menganggap dirinya menderita mental illness atau gangguan jiwa. Menariknya, banyak dari mereka yang mendapat diagnosa bukan dari dokter atau ahli. Melainkan dengan mendiagnosa dirinya sendiri.
Untuk itu, ada baiknya masyarakat memahami dengan benar pengertian gangguan mental atau jiwa. Agar nantinya tidak lagi melakukan diagnosa mandiri atau bisa menempatkan diri dengan baik untuk tidak mencemooh penderita. Lantas bagaimana pengertian gangguan mental atau jiwa beserta gejala dan penyebabnya?
Melansir dari Alodokter, Selasa (22/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Pengertian Gangguan Mental
Pengertian gangguan mental atau jiwa sebaiknya dimengerti dan dipahami oleh masyarakat luas. Gangguan mental atau jiwa merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi pola pikir, emosi dan perilaku para penderitanya.
Terdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan mental pada seseorang. Mulai dari stres karena menderita penyakit tertentu, stres akibat ditinggal meninggal dunia orang yang disayang, stres karena kehilangan pekerjaan hingga terisolasi dalam kurun waktu lama.
Selain itu, peristiwa lainnya yang meninggalkan dampak besar bagi seseorang juga bisa menjadi pemicu penderita gangguan mental. Meski begitu, penyakit gangguan mental juga ada obatnya. Sama hal nya seperti penyakit fisik lainnya.
Advertisement
Gejala Gangguan Mental
Setelah memahami pengertian gangguan mental, ketahui pula gejala-gejalanya. Sebenarnya, tanda dan gejala gangguan mental bergantung pada jenis gangguan mental yang diderita. Para penderita dapat mengalami gangguan pada pola pikir, emosi hingga perilaku. Adapun beberapa contoh ciri-ciri dan gejala gangguan mental adalah sebagai berikut:a. Perasaan cemas dan takut berlebihan secara terus menerus, bahkan sampai mengganggu aktivitas.b. Perasaan sedih berlebihan dan berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.c. Marah berlebihan hingga mengamuk serta melakukan tindak kekerasan.d. Suasana hati berubah-ubah di periode tertentu.e. Gangguan makan seperti makan dalam porsi banyak atau takut berat badan bertambah sehingga cenderung memuntahkan makanan.f. Halusinasi, yakni sensasi saat seseorang mendengar, melihat atau merasakan sesuatu yang sebetulnya tidak ada.g. Delusi, yakni menyakini sesuatu yang tidak sesuai atau tidak nyata dengan fakta sebenarnya.h. Perubahan pola tidur, misalnya sulit tidur, kaki gelisah saat tidur, gangguan pernapasan atau mudah mengantuk dan tertidur.i. Perilaku tidak wajar, misalnya berbicara dan tertawa sendiri, teriak-teriak tidak jelas atau keluar rumah dengan kondisi telanjang.j. Kecanduan alkohol, nikotin dan penyalahgunaan NAPZA.Selain gejala terkait psikologis, penderita gangguan mental juga bisa mengalami gejala pada fisiknya. Mulai dari sakit kepala, sakit punggung hingga sakit maag.
Advertisement
Penyebab Gangguan Mental
Usai mengetahui gejala dan pengertian gangguan mental, tidak ada salahnya mengenal penyebab penyakit ini. Dikatakan, penyebab gangguan mental sebenarnya belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, gangguan mental diketahui berkaitan dengan beberapa kondisi dalam faktor psikologis dan biologis.
Faktor Psikologis
- Perasaan rendah diri, kesepian, tidak mampu atau marah
- Kurang mampu bergaul dengan orang-orang luar
- Kehilangan orang tua
- Disia-siakan di masa kecil
- Perceraian atau ditinggal meninggal dunia oleh pasangan
- Peristiwa traumatik, misalnya kekerasan hingga pelecehan seksual
Faktor Biologis (Gangguan Mental Organik)
- Kekurangan oksigen saat proses persalinan pada otak bayi
- Kelainan bawaan
- Gangguan pada fungsi sel saraf otak
- Cedera pada otak
- Kerusakan pada otak akibat kecelakaan atau terbentur
- Kekurangan nutrisi
- Riwayat keluarga
- Infeksi, contohnya akibat dari bakteri Streptococcus
- Penyalahgunaan NAPZA dalam kurun waktu panjang, seperti kokain dan heroin
Advertisement
Jenis Gangguan Mental
Dokter biasanya akan menentukan jenis gangguan mental yang diderita pasien usai melakukan sejumlah pemeriksaan. Dari sekian banyak, ada beberapa jenis gangguan mental yang banyak dialami oleh masyarakat luas. Adapun jenis-jenis gangguan mental tersebut adalah sebagai berikut:a. Gangguan Kecemasan
Para penderita akan merasa cemas dan takut secara berlebih, bahkan berlangsung secara terus menerus. Penderita juga bisa mengalami serangan panik yang sulit dikendalikan dan berlangsung lama.b. Gangguan Tidur
Penderita akan mengalami perubahan pola tidur hingga mampu mengganggu kualitas hidup dan kesehatannya. Misalnya insomnia, parasomnia dan narkolepsi.c. Gangguan Bipolar
Jenis ini ditandai dengan adanya perubahan suasana hati. Penderita bisa merasa sangat sedih, senang hingga putus asa di periode-periode tertentu. d. Skizofrenia
Jenis ini akan menyebabkan keluhan seperti delusi, halusinasi hingga kekacauan dalam berperilaku dan berpikir. Gangguan ini membuat penderitanya tidak bisa membedakan antara pikirannya sendiri dengan kenyataan.e. Depresi
Penderita merasa sedih secara terus menerus. Perasaan sedih pada orang depresi bahkan bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.