Umat Islam diajarkan untuk menunaikan ibadah sholat wajib atau fardhu, serta sholat sunnah sebagai pelengkap. Sholat wajib adalah sholat 5 waktu yang ditunaikan setiap hari. Sementara sholat sunnah, dianjurkan untuk dikerjakan tapi tidak wajib dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
Salah satu yang patut diketahui ialah sholat sunnah hajat. Sholat sunnah hajat dianjurkan bagi mereka yang tengah mengalami kesulitan atau memiliki sebuah kepentingan (hajat) tertentu. Disertai bacaan untuk menyatakan hajat kepada Allah SWT.
Baca juga: Manfaat Sholat Hajat Rutin Tata Cara Rahasia Dan Doanya
Saat kita menunaikan sholat hajat, memiliki harapan bahwa keinginan ataupun hajat mampu dikabulkan oleh Allah SWT. Selain menyampaikan harapan, sholat ini biasanya juga ditunaikan tatkala sedang dirundung masalah. Biasanya memohon solusi untuk kesuksesan dalam hal karier, jodoh maupun perlindungan dan sebagainya.
Hal ini diperkuat pula dari sebuah hadits. Melansir dari Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menyebutkan mengenai sholat hajat dengan mengutip hadis shahih dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang berwudu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)
Supaya dapat menunaikan ibadah ini dengan baik, simak niat dan bacaan sholat hajat berikut ini seperti dihimpun dari NU Online, Rabu (2/2).
Advertisement
Niat Sholat Hajat
Seperti pada umumnya tata cara sholat, niat sholat hajat juga diucapkan dalam hati secara khusyuk. Fokuskan niat menunaikan sholat semata karena Allah dengan hati yang ikhlas dan juga mengharap ridha-Nya.
أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى
"Ushollii sunnatal haajati rok'aataini lillahi ta'ala"
Artinya: "Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua raka'at karena Allah Ta'ala".
Beberapa panduan penting yang wajib diketahui dalam sholat hajat, sebagai berikut:
1. Sholat dua rakaat (atau 12 rakaat).
2. Dianjurkan membaca Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Al-Ikhlas (atau Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya).
3. Membaca shalawat.
4. Doa yang warid, doa hajat.
5. Doa kepada Allah SWT menyatakan hajat pribadi.
Menurut Syekh M Nawawi Banten menyebutkan, Riwayat dari Wahib bin Al-Warad, doa makbul yang diawali dengan salat sunah sebanyak 12 rakaat. Pada setiap rakaat sholat hajat dibaca surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan surat Al-Ikhlas.
Advertisement
Tata Cara Sholat Hajat
Tata cara sholat hajat sejatinya sama dengan sholat pada umumnya. Perbedaan hanya terletak pada bacaan niatnya, serta doa pengabul keinginan di akhir sholat. Berikut tata cara sholat hajat secara ringkas:
- Niat sholat hajat
- Takhbiraatul ikhram (berdiri bagi yang mampu)
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca salah satu surat dari Alquran. Mengenai bacaan surat Alquran sebenarnya bisa surat mana saja. Tapi lebih diutamakan jika pada raka'at pertama Surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali.
- Ruku' dengan tuma'ninah
- I'tidal dengan tuma'ninah
- Sujud dengan tuma'ninah
- Duduk di antara 2 sujud dengan tuma'ninah
- Sujud kedua dengan tuma'ninah
- Berdiri untuk melaksanakan raka'at kedua
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca salah satu surat dari pendek AlQuran. Mengenai bacaan surat AlQuran sebenarnya bisa surat mana saja. Tapi lebih diutamakan jika pada raka'at kedua Surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali.
- Ruku' dengan tuma'ninah
- I'tidal dengan tuma'ninah
- Sujud dengan tuma'ninah
- Duduk di antara 2 sujud dengan tuma'ninah
- Sujud kedua dengan tuma'ninah
- Tahiyyat akhir dengan tuma'ninah
- Salam
Advertisement
Bacaan Sholat Hajat
Seusai menunaikan sholat dua rakaat ini, dianjurkan untuk membaca shalawat dan membaca doa yang diajarkan oleh Syekh M Nawawi:
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Artinya:
“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,” (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H).
Doa Hajat
Setelah doa tadi, sampaikan segala keluh kesah dan harapan yang tengah merundung Anda. Selain itu, ada bacaan doa dari Rasulullah SAW yang bisa diamalkan, sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,” (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain).
Bagi Anda yang tengah memiliki hajat tertentu, bisa melanjutkan dengan bacaan doa Rasulullah SAW dari riwayat Imam At-Tirmidzi berikut ini:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa.
Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih."
Bacaan Doa Hajat
Selain bacaan di atas, Anda juga bisa menerapkan bacaan sholat hajat berikut ini. Dengan makna dan tujuan pengharapan yang sama.
Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbul 'arsyil 'azhiim. Alhamdu lillaahi robbil 'aalamiin. As 'aluka muujibaati rohmatika wa 'azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada' lana dzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan.
Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang."
Zikir dan Membaca Surat Pendek
Sebagai pelengkap bacaan sholat hajat, Anda bisa menambah amalan dzikir dan membaca surat pendek, Al-Falaq, An-Naas serta Ayat Kursi masing-masing sebanyak 3 kali.
"Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil 'aliiyil 'adzim." (Sebanyak 10 kali)
Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar."
"Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa 'alaa ali sayyidina Muhammad." (Sebanyak 10 kali)
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya."
Bacalah doa keselamatan dunia dan akhirat, sebagai berikut:
"Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil'akhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban nar."
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka."
Advertisement
Waktu Mustajab untuk Sholat Hajat
Sholat sunnah sejatinya bisa ditunaikan tanpa terikat oleh waktu tertentu. Selama tidak dilakukan pada waktu yang terlarang. Patut diketahui, bahwa sholat hajat ditunaikan saat ada sebab tertentu.
dikutip dari Dream, Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menulis, yang artinya, "Yang ke depalan (dari beberapa sholat sunnah yang memiliki sebab) adalah salat hajat. Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu, baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah dia melaksanakan salat (hajat) ini."
Waktu yang mustajab atau dianjurkan untuk menunaikan sholat hajat adalah di sepertengah atau di sepertiga malam. Dikerjakan bersama dengan sholat tahajud, istikharah, witir dan dzikir.
Advertisement
Keutamaan Sholat Hajat
Sholat hajat dilakukan antara 2 hingga 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat. Selain berdoa untuk memperoleh keinginan, melakukan sholat ini juga memiliki banyak keutamaan di antaranya:
1. Memperoleh pahala dari Allah SWT.
2. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat hajat dipercaya sebagai sholat yang mustajab, bentuk ikhtiar dalam menyampaikan permohonan kepada Allah SWT.
"Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi. Setelah itu, mengucapkan "Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana...." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
3. Mendapatkan perasaan yang tenang.
4. Rasa tawakal yang lebih kuat.
5. Dilapangkan
Melansir dari NU online, sholat sunnah hajat membuat seorang hamba dibebaskan atau dilapangkan dari kesempitan.
"Orang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat mashlahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukan shalat sebgai berikut," (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103).