Aksen bahasa Jawa yang begitu kental atau 'medok' dari Jovan Zachary Winarno, seakan menjadi ciri khasnya yang melekat. Seperti diketahui, Jovan merupakan seorang tentara Amerika Serikat Angkatan Laut asal Surabaya, Jawa Timur.
Sosoknya sempat viral dan mencuri perhatian pada akhir 2020 lalu. Kini pria berusia 20 tahun itu telah berpangkat E4 atau Petty officer third class (perwira kecil kelas tiga).
Sudah dua tahun Jovan mengabdi sebagai militer AS. Pemuda tampan satu ini sempat membuat orangtuanya khawatir lantaran memberi pesan terakhir. Bahkan sekian hari tak ada kabar. Mengingat tugas sebagai tentara di sana penuh akan tantangan.
Lantas bagaimana sikap Jovan menenangkan sang ayah? Simak ulasannya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube VOA Indonesia, Minggu (15/8).
Advertisement
Tugas Jovan di Militer
Jovan Zachary Winarno lahir di Amerika Serikat dan kembali ke tanah air pada usia 5 tahun. Ia besar di Surabaya, Jawa Timur. Sehingga bahasa Jawanya begitu melekat.
Semenjak lulus dari bangku SMA, Jovan memberanikan diri merantau ke Amerika. Kala itu ia mengaku ingin bekerja sambil kuliah.
Tak disangka keberuntungan menyelimuti, Jovan berhasil mengikuti serangkaian tes dan lolos ikut pendidikan militer di usianya yang baru 18 tahun kala itu.
Saat ini Jovan mengemban tugas di divisi pemeliharaan kapal. Selain berkutat di asrama dan berlayar, Jovan juga sibuk dengan kuliahnya.
"Kita lakukan maintenance (pemeliharaan) untuk mesin. Kadang yang basic (mendasar) seperti CO2. Terus pos pemadam kebakarannya. Paling kita lakukan pemeliharaan biasa. Kayak ngecek kalau semua oke," kata Jovan seperti dikutip dari kanal YouTube VOA Indonesia.
Bahkan Jovan pernah bertugas dan berlayar sampai ke Panama, Ekuador, El Salvador, serta Kolombia. Meski diakuinya, dulu tak pernah ada keinginan menjadi tentara.
"Akhirnya saya masuk (militer), setelah tahu ada banyak keuntungannya. Ada tunjangan buat sekolah, terus kesehatan, asuransi," imbuhnya.
Advertisement
Kirim Pesan Terakhir Bikin Khawatir
Sebagai anggota US Navy, tentu beragam pelatihan fisik ditempa. Ayah dari Jovan, Susanto Budi Winarno mengaku sempat khawatir.
Jovan yang tiba-tiba tak memberi kabar cukup lama. Bahkan menjelang penugasan, ia mengubungi orangtua di Surabaya hanya untuk menyampaikan pesan terakhir.
"Awalnya kayak santai. Tapi terus pas turun langsung teriak-teriak, 'Ayo turun'. Kita dikasih waktu satu menit buat telepon orangtua kita. Buat kasih kata-kata terakhir selama dua bulan kita di sana," papar Jovan.
"Saya tunggu sampai berhari-hari waktu demi waktu. Ya pikiran ini macam-macam. Tapi syukurlah pada saat yang tepat, dia juga hubungi saya, bahwa dia baik-baik saja," tukas Susanto.
Advertisement
Pekerjaan Berisiko
Sebagai orangtua, tentu Susanto memiliki ketakutannya tersendiri. Putra sulungnya harus merantau ke luar negeri, serta mengabdi sebagai tentara.
Amanah yang diemban terbilang berat dan penuh risiko. Meski sempat dilarang, tapi Jovan seraya membuktikan keseriusannya berkarier menjadi US Navy. Hal itu pun membuat Susanto bisa sedikit bernapas lega.
"Menurut saya si itu (pekerjaannya) terlalu berisiko. Tapi saya juga enggak bisa membatasi. Jadi kalau menurut dia itu pilihan yang terbaik, ya saya juga berharap bisa bisa sukses dan baik-baik di sana," pungkas Susanto.