Jangan Panik, Ini Panduan Isolasi Mandiri Covid-19 untuk Anak

Berikut panduan isolasi mandiri Covid-19 untuk anak.

Addina Zulfa Fa'izah
Jangan Panik, Ini Panduan Isolasi Mandiri Covid-19 untuk Anak
ilustrasi anak demam. ©www.vaccinationinformationnetwork.com

Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, tak sedikit orang tua yang mencemaskan anak-anak mereka. Terutama jika anak mereka terpapar virus Corona jenis baru atau SARS CoV-2 penyebab Covid-19.

Oleh karena itu, demi membantu para orang tua, IDAI merilis panduan khusus untuk anak yang terinfeksi Covid-19. Khususnya, membantu pasien anak yang sedang isolasi mandiri di rumah dengan tanpa gejala serta gejala ringan.

Lantas apa saja panduan isolasi mandiri Covid-19 untuk anak? Dilansir dari Liputan6.com, berikut ulasan lengkapnya.

Syarat

1. Tak bergejala atau asimptomatik.

2. Bergejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, ruam-ruam.

3. Anak aktif, bisa makan dan minum.

4. Menerapkan etika batuk.

5. Memantau gejala atau keluhan.

6. Periksa suhu tubuh 2 kali sehari pada pagi dan malam hari.

7. Pastikan lingkungan rumah atau kamar berventilasi baik.

Catatan Penting

1. Orang tua bisa tetap mengasuh anak positif Covid-19.

2. Saran: orang tua atau pengasuh berisiko rendah gejala berat Covid-19.

3. Apabila ada anggota keluarga yang positif, dapat diisolasi bersama.

4. Apabila orang tua dan anak berbeda status Covid-19, maka beri jarak tidur 2 meter di kasur terpisah.

5. Berikan dukungan psikologis pada anak.

Segera Bawa Anak ke Rumah Sakit, Apabila:

1. Anak banyak tidur. 2. Napas menjadi cepat. 3. Adanya cekungan di dada, hidung kembang kempis. 4. Saturasi oksigen 7 hari, kejang. 6. Tidak bisa makan dan minum. 7. Mata menjadi cekung. 8. Buang air kecil berkurang. 9. Terjadinya penurunan kesadaran.

Rekomendasi