Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, tak sedikit orang tua yang mencemaskan anak-anak mereka. Terutama jika anak mereka terpapar virus Corona jenis baru atau SARS CoV-2 penyebab Covid-19.
Oleh karena itu, demi membantu para orang tua, IDAI merilis panduan khusus untuk anak yang terinfeksi Covid-19. Khususnya, membantu pasien anak yang sedang isolasi mandiri di rumah dengan tanpa gejala serta gejala ringan.
Lantas apa saja panduan isolasi mandiri Covid-19 untuk anak? Dilansir dari Liputan6.com, berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Syarat
1. Tak bergejala atau asimptomatik.
2. Bergejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, ruam-ruam.
3. Anak aktif, bisa makan dan minum.
4. Menerapkan etika batuk.
5. Memantau gejala atau keluhan.
6. Periksa suhu tubuh 2 kali sehari pada pagi dan malam hari.
7. Pastikan lingkungan rumah atau kamar berventilasi baik.
Catatan Penting
1. Orang tua bisa tetap mengasuh anak positif Covid-19.
2. Saran: orang tua atau pengasuh berisiko rendah gejala berat Covid-19.
3. Apabila ada anggota keluarga yang positif, dapat diisolasi bersama.
4. Apabila orang tua dan anak berbeda status Covid-19, maka beri jarak tidur 2 meter di kasur terpisah.
5. Berikan dukungan psikologis pada anak.
Advertisement
Segera Bawa Anak ke Rumah Sakit, Apabila:
1. Anak banyak tidur. 2. Napas menjadi cepat. 3. Adanya cekungan di dada, hidung kembang kempis. 4. Saturasi oksigen 7 hari, kejang. 6. Tidak bisa makan dan minum. 7. Mata menjadi cekung. 8. Buang air kecil berkurang. 9. Terjadinya penurunan kesadaran.