Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kembali mencekam. Israel langsung mengirimkan pasukannya yang terdiri dari beberapa unit Tank Merkava. Tak hanya itu, pasukan Lebanon juga telah siap siagakan sniper-nya.
Beruntung, personel Satgas Indobatt XXII-0 UNIFIL berhasil meredam ketegangan. Sehingga kontak senjata dari kedua pihak mampu dihindarkan. Lantas bagaimana kesaksian Kolonel TNI yang ikut terjun langsung memantau situasi?
Melansir dari akun Instagram puspentni, Kamis (11/3), berikut ulasannya:
Advertisement
Situasi Lebanon-Israel Mencekam
Situasi Lebanon-Israel beberapa waktu lalu kembali mencekam. Beruntung, personel Satgas Indobatt XXII-0 UNIFIL berhasil meredam ketegangan.
Terkait dengan peristiwa itu, Komandan Kontingen Garuda selaku Komandan Satgas XXIII-O/UNIFIL, Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar, diketahui terjun langsung untuk memantau situasi. Di mana bertempat di TP 35 dan TP 36 Lebanon Selatan pada Rabu (10/03/2021).
Advertisement
Alasan Situasi Mencekam
Menurut keterangan dari Dansatgas, situasi mencekam di Blue Line ini diawali dengan pembuatan jalan baru. Pembuatan tersebut dilakukan oleh tentara Lebanon atau Lebanese Armed Force (LAF) di Temporary Point (TP) area 35. Hal ini karena, diketahui masih banyak terdapat ranjau di area perbatasan Lebanon tersebut.
“Sebagai bentuk protes pembuatan jalan baru oleh LAF, Israel mengirim tiga unit tank Merkava beserta beberapa prajurit yang berjalan kaki di samping kanan dan kiri tank dan membuka Iron Gate dekat TP 35 untuk dilalui,” pungkasnya.
Advertisement
Kirim Pasukan Bersenjata
Tak hanya Israel saja, pihak Lebanon juga mengirimkan pasukan bersenjatanya. Hanya berselang 20 menit, sekitar 20 tentara LAF datang dengan bersenjata lengkap. Bahkan, mereka juga menempatkan sejumlah penembak jitu di atap rumah kecil di area TP 35.
“Tak berselang lama datang 20 orang tentara LAF dengan bersenjata lengkap dan menempatkan beberapa penembak jitu di atap sebuah rumah kecil di area TP 35,” tambah Dansatgas.
Advertisement
Perintahkan Pemasangan Blokade
Saat melihat kejadian itu, personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL yang berjaga di TP 35 dan TP 36 langsung melaporkannya ke komando atas. Markas UNIFIL pun langsung merespon dengan mengotorisasi pengiriman 47 personel Battalion Mobile Reseved (BMR) Indobatt.
Hal ini bertujuan untuk mendirikan blokade di TP 35 dan TP 36. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.“Saya perintahkan kepada seluruh personel untuk memperpanjang waktu pemasangan blokade serta selalu siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan terburuk dan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan mengingat banyaknya masyarakat sipil yang berdatangan ke lokasi,” tegasnya.
Advertisement
Video Situasi Lebanon-Israel Mencekam
Berikut video situasi Lebanon-Israel yang mencekam di area perbatasan.