Manusia diwajibkan untuk berusaha dan berdoa. Sebab, hanya Tuhan yang berhak mengatur porsi masing-masing rejeki manusia.
Meski telah berusia lanjut, perjuangan pria yang satu ini patut diapresiasi. Dengan semangat pantang menyerah, Jupri berusaha mengayuh becak seorang diri demi sesuap nasi.
Jupri tetap berusaha meski kondisi fisiknya tak lagi mendukung. Ia terkena katarak, alhasil ia kerap mendorong becak demi keselamatan.
Seperti apa kisahnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Kondisi Tak Mendukung
Kisah pilu Jupri, tukang becak yang penuh semangat ini meluas lantaran sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube silvinda_99. Umumnya, tukang becak seharusnya memiliki penglihatan serta pendengaran yang masih tajam.
Namun, kondisi fisik Jupri justru jauh dari ideal. Ia diketahui tak mampu melihat dan mendengar dengan sempurna. Sang pemilik video pun kerap hanya mendapatkan anggukan saat berinteraksi dengannya.
"Beliau susah berkomunikasi, pendengaran kurang jelas sampai apa yang saya katakan semua beliau jawab dengan anggukan kepala," dikutip dari video yang diunggah pada akun Instagram @viralges.
Advertisement
Kerap Ditolak Pelanggan
Lantaran kondisinya yang tak lagi memadai, Jupri pun sering sepi pekerjaan. Tak sedikit orang yang merasa ketakutan untuk naik becak miliknya lantaran dianggap rawan terjadi kecelakaan di tengah jalan.
"Tidak ada yang mau naik becak beliau karena keterbatasannya takut kecelakaan," tulisnya.
Advertisement
Berangkat Subuh
Meski tak sering mendapatkan pelanggan, namun Jupri tak patah arang. Ia terus berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja. Kondisi fisik seolah bukan penghalang, ia berangkat di pagi hari.
"Langsung saya cari rumah beliau di jam 10 malam. Tapi sayang, beliau tidak mendengar waktu diketuk pintunya dan Insya Allah bakalan datang lagi besok jam 4 pagi karena beliau pagi-pagi sudah keliling cari penumpang tadi tidak ada yang mau naik ke becak beliau," sambungnya.
Advertisement
Tuntun Becak
Fisik yang tak lagi prima bukan menjadi penghalang. Sesekali, ia menuntun dan mendorong becaknya jika tak memungkinkan baginya untuk mengayuh lebih lama. Di sela-sela perjuangannya, ia senantiasa tetap beribadah dengan menjalankan puasa.
"Beliau cuma menjawab ‘iya mata saya, iya saya tuntun becaknya, saya puasa’," lanjutnya.
Advertisement
Kerap Mendapat Pertolongan
Kondisinya tersebut membuat dirinya kerap mendapatkan pertolongan dari banyak orang. Tak sedikit pula yang memberikan makanan saat Jupri melintas di jalanan, berharap mencari rejeki di jalan yang halal.
"Terima kasih semua saudara-saudaraku yang selalu memberikan beliau makanan. Saya salut sama beliau selalu bersyukur," ungkapnya.