Mengenal Vaksin, Senjata Biologis Untuk Bantu Cegah Penyakit

Mengenal lebih dalam tentang vaksin.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Mengenal Vaksin, Senjata Biologis Untuk Bantu Cegah Penyakit
vaksin tanpa lab. Gerd Altmann dari Pixabay

Masyarakat tentu sudah tidak asing lagi dengan vaksin. Sebagian besar warga Indonesia sudah melakukan vaksin sejak kecil. Tentu pemberian vaksin tersebut disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Ada begitu banyak vaksin di Indonesia, yang terbaru adalah vaksin Covid-19.

Vaksin tersebut kini menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia untuk menghentikan laju penyebaran. Namun sebelum membicarakan vaksin lebih jauh, ada baiknya kalian mengenal terlebih dahulu apa itu vaksin.

Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan informasinya berikut ini.

Apa Itu Vaksin?

Melansir dari laman resmi covid19.go.id, vaksin merupakan zat yang sengaja dibuat guna merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu. Tujuannya untuk bisa mencegah seseorang terjangkit penyakit spesifik tersebut.

"vaksin adalah suatu zat yang bila diberikan kepada tubuh kita akan merangsang timbulnya kekebalan terhadap suatu penyakit yang sifatnya spesifik," jelas dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD.

"Dia adalah Edward Jenner, seorang dokter berkebangsaan Inggris. Di mana pada tahun 1796 Jenner melakukan upaya pemberian kekebalan yang sekarang kita kenal dengan nama vaksinasi atau imunisasi. Pada saat ini seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran dan ilmu biologi, telah terdapat 30 jenis vaksin," terang dokter Dirga saat menjelaskan siapa yang pertama kali menemukan konsep vaksinasi.

Cara Kerja Vaksin

Bagi yang belum tahu, vaksin mengandung racun, bakteri, atau virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Melansir dari Alodokter, vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan tubuh seseorang untuk membentuk antibodi saat dimasukkan ke dalam tubuh.

Proses pembentukan antibodi itulah yang bisa disebut sebagai imunisasi. Saat seseorang yang sudah memperoleh vaksin terpapar virus penyebab penyakit di kemudian hari, tubuh akan membentuk antibodi secara cepat untuk bisa melawan virus tersebut.Sejumlah vaksin diketahui mengandung beberapa bahan-bahan lainnya. Tujuannya agar vaksin mampu bekerja secara efektif dan tahan lama. Mulai dari serum albumin, thiomersal atau merkuri sebagai bahan pengawet vaksin, gelatin, formalin dan antibiotik.

Macam-Macam Vaksin

Terdapat berbagai jenis vaksin berdasarkan kandungan di dalamnya. Adapun macam-macam vaksin tersebut yakni:1. Vaksin mati

Vaksin mati atau tidak aktif merupakan salah satu jenis vaksin yang memiliki kandungan virus atau bakteri di dalamnya. Perlu digarisbawahi, virus atau bakteri tersebut yang sudah dimatikan dengan suhu panas, radiasi, atau bahan kimia terlebih dahulu. Proses tersebut membuat virus atau kuman tetap utuh, tetapi tidak dapat berkembang biak dan membuat penyakit dalam tubuh. Vaksin mati ini juga cenderung lemah dalam menghasilkan respon kekebalan tubuh. Sehingga pemberian vaksin mati akan diberikan secara berulang (booster). Contoh vaksin mati adalah vaksin DPT, vaksin polio dan vaksin flu.2. Vaksin hidup

Vaksin hidup merupakan salah satu jenis vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Virus atau bakteri tersebut tetap berkembang biak, tetapi tidak akan menyebabkan penyakit dalam tubuh. Sehingga vaksin dapat merangsang tubuh untuk bisa bereaksi terhadap sistem kekebalan. Vaksin jenis ini memberikan kekebalan tubuh yang lebih kuat daripada vaksin mati. Pemberian vaksin ini juga bisa dilakukan hanya satu atau dua kali seumur hidup. Meski begitu, vaksin ini tidak bisa diberikan kepada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Misalnya seperti penderita HIV/AIDS atau orang tengah menjalani kemoterapi. Contoh vaksin hidup adalah vaksin BCG, vaksin MMR, vaksin cacar air dan vaksin rotavirus.3. Vaksin toksoid

Vaksin toksoid adalah salah satu jenis vaksin yang mengandung racun bakteri yang diolah secara khusus agar tidak membahayakan tubuh. Jangan salah paham, vaksin ini mampu menangkal efek racun dari bakteri tersebut.Vaksin jenis ini dapat merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan pada racun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Macam dari vaksin toksoid adalah vaksin tetanus toxoid dan vaksin difteri.4. Vaksin biosentik

Kemudian ada vaksin biosentik. Vaksin ini merupakan salah satu jenis vaksin yang mengandung antigen di mana diproduksi secara khusus. Tak heran jika vaksin ini menyerupai struktur virus atau bakteri. Vaksin biosentik diketahui dapat memberikan kekebalan tubuh yang kuat terhadap bakteri dan virus tertentu. Selain itu, vaksin ini juga bisa digunakan oleh para penderita gangguan sistem kekebalan tubuh serta penyakit kronis. Salah satu contoh vaksin biosentik adalah vaksin Hib.

Rekomendasi