Cerita Jeremy Teti Saat Jadi Reporter, Ungkap Pernah Ditodong Pistol di Timur Timur

Jeremy Teti sempat ditodong pistol oleh warga Timur Timur saat perang akan lepas dari Indonesia.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Cerita Jeremy Teti Saat Jadi Reporter, Ungkap Pernah Ditodong Pistol di Timur Timur
Jeremy Teti. Instagram/tetijeremy ©2020 Merdeka.com

Jeremy Teti dikenal sebagai salah satu presenter serta pembawa berita di Tanah Air. Pria kelahiran Atambua ini memulai karier di SCTV Surabaya sebagai announcer continuity.

Kariernya sebagai seorang reporter juga membawa Jeremy Teti beberapa kali dihadapkan dengan keadaan darurat. Salah satunya saat harus meliput perang sebelum Timur Timur lepas dari Indonesia.

Bahkan, Jeremy Teti sempat ditodong pistol oleh warga setempat. Melansir dari akun YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (28/8/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

Disiplin dan Tahu Waktu

Di awal video, Jeremy Teti menceritakan bagaimana dirinya adalah seorang yang disiplin. Presenter ternama Indonesia ini juga mengungkapkan betapa kesalnya dia saat melihat masih banyak presenter yang tak disiplin dan memahami waktu. Dia bahkan berani menegur mereka di saat staf televisi ragu.

"Tahu nya yang ditegur anak direktur," pertanyaan usil Deddy Corbuzier.

"Aduh ngapain gue tanggapin. Gue ikut perang enggak mati. Apalagi cuma ancaman," tukas Jeremy Teti.

Liput Perang di Timur Timur

Menjadi seorang reporter membuat Jeremy Teti beberapa kali dihadapkan dengan situasi darurat. Dia mengungkapkan pernah meliput secara langsung dari Timor Leste saat sedang perang pada tahun 1999. Meski berisiko tinggi, Jeremy mengaku tidak takut sama sekali.

"Dulu lo ikut perang ya?," takjub Deddy."Gue jadi reporter perang pernah lah. Lagi di Timur Timur lepasnya dari Indonesia tahun 99. Siapa reporter Indonesia yang melakukan siaran langsung dari Timor Leste sampai dievakuasi keluar dari Timor Leste?," ungkap Jeremy Teti."Lu enggak takut?," tanya Deddy Corbuzier."Ah gua mah maju tak gentar, gue orangnya," jawabnya percaya diri.

Ditodong Pistol Saat Akan Siaran Langsung

Tak hanya itu, Jeremy Teti juga pernah ditodong pistol saat hendak siaran langsung. Kejadian itu terjadi di Timur Timur saat perang tahun 1999.

"Lu bukannya waktu itu pernah ditodong pistol?," tanya Deddy lagi."Pernah. Oh itu sebentar siaran langsung di Timur Timur tahun 99," ingat Jeremy Teti.

Tidak Terima Kematian Saudara

Jeremy Teti masih ingat dengan jelas bagaimana peristiwa itu terjadi. Warga tersebut tidak terima akan kematian saudaranya.

"Orangnya datang sementara live, kan sudah countdown siaran siang jam 12. Aduh sudah tinggal berapa second (detik) lagi sudah harus masuk, harus ngomong. Itu orang pakai motor dengan knalpot racing, dia datang putar-putar di aku kan itu cuma berdua sama kameramen," jelas Jeremy Teti."'Bapak harus bilang ya, itu saudaraku yang mati itu yang nembak tuh polisi. itu brimob yang nembak, gini, gini' di Kuluhun Timur Timur waktu itu. Sementara lokasi aku live dengan tempat ke lokasi yang penembakan itu jaraknya cuma berapa ratus meter," sambungnya.

Selamatkan Diri

Masih jelas juga diingatan, terlihat gagang pistol di pinggang warga tersebut. Melihat keadaan sudah mulai tidak kondusif, sang produser memintanya dan kameramen untuk naik kembali ke markas.

"Lihat di sini (pinggang) sudah keluar gagangnya. 'Aduh mati, kaya nya selesai hidup gua' sama kameramen. Kameramen juga 'Jer, sudah diam. Lu jangan banyak bacot lu nanti daripada kita mati di sini'. Produser gue sudah maki-maki. 'Ayo naik, naik, naik, naik, suruh sini semua' suruh naik lagi ke dalam markas. Kan sewa ruko, tinggalnya di ruko sudah cara menyelamatkan diri," paparnya.

Tidak Punya Bukti untuk Berbicara

Keduanya memilih menyelamatkan diri sebab mereka tidak bisa memenuhi permintaan warga itu. Hal ini karena Jeremy Teti tidak punya bukti kuat untuk membenarkan dan menyiarkan informasi dari warga itu.

"Itu gimana maksudnya, lu di suruh ngomong? Terus lu enggak ngomong?," tanya Deddy Corbuzier."Ya enggak boleh dong. Gue enggak punya bukti," jawab Jeremy Teti."Iya benar lu enggak punya bukti, tetapi kan itu orang punya pistol. Lu enggak takut, maksudnya itu kan pengancaman. Lu bisa dibunuh pada saat itu juga," sambung Deddy Corbuzier.

Harus Cari Jalan Keluar Daripada Dibunuh

Jeremy tak menampik jika saat itu dia dan sang kameramen bisa dibunuh oleh mereka. Melihat kemungkinan yang cukup besar itu, Jeremy Teti langsung memutar otak untuk mencari jalan keluarnya.

"Benar, itu sangat bisa banget. Jaraknya dekat, dia putar-putar. Ini gua, dia pakai motor putar-putar gini, kameramen gua jaraknya berapa meter. 'Aduh selesai hidup gua', tetapi kan gua bisa bahasa daerah Timur Timur bisa bahasa Tetun," jelas Jeremy Teti."Gua ajak ngomong, 'Eh adik gua pemain bola terkenal di Dili waktu itu'. Jadi dia malu, 'Lah bapak bisa Bahasa Tetun ya?'. Hmmm, kita harus pandai bisa keluar dari lubang jarum itu. Dalam kondisi terjepit, kita harus bisa lolos," paparnya.

Rekomendasi