Ingat Perjuangan Raeni, Anak Tukang Becak Berhasil S2 dan S3 di Birmingham Inggris

Raeni, anak tukang becak telah menginspirasi para pemuda Tanah Air, bahwa semua bisa diraih tanpa keterbatasan yang menghalang.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Ingat Perjuangan Raeni, Anak Tukang Becak Berhasil S2 dan S3 di Birmingham Inggris
Anak Tukang Becak Berhasil S2 dan S3 di Birmingham Inggris. Instagram raeni_raeni ©2020 Merdeka.com

Menempuh studi sampai jenjang S3 merupakan impian sebagian orang. Perjuangan Raeni, anak tukang becak telah menginspirasi anak muda, bahwa semua bisa diraih tanpa keterbatasan yang menghalang.

Apalagi bisa sampai sekolah ke luar negeri, yang notabene memiliki sistem pendidikan sangat bagus. Raeni mampu menyelesaikan S2 dan S3 di Universitas Birmingham, Inggris.

Ingin lagi mengingat perjuangan Raeni, anak tukang becak yang berhasil? Simak informasinya berikut ini.

Berangkat Wisuda Naik Becak Sang Ayah

Tak pernah ada rasa malu dan keraguan bagi Raeni menjadi anak tukang becak. Raeni mahasiswi berhasil menjadi lulusan terbaik dari jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

Raeni memperoleh nilai IPK 3,96. Begitu membanggakan sang ayah tercinta, Mugiyono yang bekerja sebagai tukang becak.

Begitu semangatnya dia mengayuh mengantarkan sang putri mengikuti prosesi wisuda angkatan 2014.

Beasiswa Presiden

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat kagum kepada Raeni. Dia mengapresiasi melalui pemberian program Beasiswa Presiden.

Kesederhanaan dan kecerdasan Raeni sempat viral dan dibanjiri pujian. Apalagi dia berhasil masuk ke kampus kenamaan, Universitas Birmingham, Inggris.

Dukungan dan Semangat dari Keluarga

Prestasi yang diraih Raeni tidak lepas dari doa dan dukungan orantua. Doa kedua orang tua, ibu Sujamah dan bapak Mugiyono menjadi penyemangat Raeni untuk tidak boleh sedih demi mencapai cita-cita. Adanya komunikasi yang luar biasa, orang tua dan anak saling mendukung.

Menjadi Dosen di UNNES

Seusai menamatkan jenjang Strata 2, Raeni kembali ke Indonesia untuk menjadi dosen di Universitas Negeri Semarang. Masih di tempat yang sama ditempuhnya saat kuliah dulu.

Raeni mengajar di jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi. Dia mengaku sangat ingin menjadi sosok yang bermanfaat, dengan mengabdikan diri sebagai dosen.

Memberangkatkan Orang Tua Umroh dari Hasil Tabungan

Setelah Raeni berjuang mengumpulkan setiap hasil jerih payahnya selama ini, dia berhasil mendaftarkan kedua orang tuanya untuk umroh sebagai hadiah ulang tahun.

Rencananya, sisa uang itu akan dijadikan untuk mengurus biaya S3 atau visa. Ternyata berkah Tuhan memanggil Raeni untuk melanjutkan studi lagi di Inggris. Uang yang hendak dipakai, bisa digunakan untuk berangkat umroh bertiga pada 2018.

Beasiswa S3 di Kampus yang Sama

Perjuangan kegigihan Raeni tidak berhenti sampai di situ. Dia kembali memperoleh beasiswa LPDP, untuk lanjut ke Universitas Birmingham, Inggris mengambil jurusan Departement of Accounting.

Tidak ada yang sia-sia, selama mau bekerja keras menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh Raeni.

Selama mengemban pendidikan di negeri Britania Raya tersebut, Raeni kerap mendapat kesempatan berkunjung ke berbagai negara lain. Termasuk ikut program summer school gratis di Beijing.

Keluarga Lebih Terjamin

Kini keluarga Raeni sudah berbanding terbalik. Ayahnya tidak lagi jadi tukang becak keliling, melainkan membawa mobil untuk mengantar anak sekolah.

Mugiyono mengaku selama masih sehat dan mampu, tetap ingin bekerja. Meski anaknya sudah sukses, ayahnya tetap mengambil pekerjaan sebagai jaga malam di sekolah negeri di Kendal, Jawa Tengah.

Ingin Jadi Pendidik dan Peneliti

Selain menjadi seorang pengajar di sebuah universitas ternama, Raeni masih memiliki cita-cita lain. Salah satu harapannya jadi dosen sudah tercapai.

Keinginan Raeni berikutnya untuk menjadi seorang peneliti profesional. Serta bisa masuk di dunia praktisi, untuk jadi bagian pengambil kebijakan. Supaya bisa lebih berkontribusi dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Rekomendasi