Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI menggandeng keluarganya saat pelantikan di Mabes Angkatan Darat. Ia mengaku tak malu ditemani ibunda tercinta.
Lantaran kenangan dan perjuangan bersama ibu, menjadi hal paling luar biasa baginya. Bahkan Tatang bercerita setiap hari selalu sungkem.
Perwira Tinggi dari Baret Merah Kopassus TNI ini memang memiliki sepak terjang mengagumkan. Yang paling terkenang yakni keberhasilannya membangkitkan lagi Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti di Sentani, Papua.
Simak kisah selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Komandan Sesenggukan
Brigjen Tatang menceritakan momen kebahagiannya menerima bintang satu dari TNI AD. Buah hasil perjuangannya yang patut dibanggakan.
"Wah ini baju pertama kali bintang satu ya? Agak ringanan ini, kalau kemarin kan melatinya tiga. Kalau sekarang satu. Siapa si yang tidak mau bintang? Orang bodoh sekali pun, dia ingin punya bintang. Apalagi kita yang bukan orang bodoh, bermimpilah," kata Tatang seperti dikutip dari kanal YouTube TNI AD.
Di hari istimewa tersebut, Tatang pun mengajak serta ibu dan keluarganya. Sembari sesenggukan ia seakan mengenang sejarah perjuangan bersama ibunya.
"Kemarin pada saat saya penyematan karena pangkat saya. Di Mabesad TNI saya bawa ibu saya mas, istri saya bawa. Orang lain enggak bawa biarin saja. Karena kita punya sejarah yang berbeda," sambungnya.
Advertisement
Terharu Diajak ke Mabesad TNI
Ibunda Brigjen Tatang, Ino Aryani tampak bahagia. Luapan emosinya begitu kentara. Ino berlinang air mata bahagia bisa diajak ke Mabesad, serta melihat langsung anaknya menerima tanggung jawab baru.
"Perasan ibu bergetar karena baru sekarang. Kalau dulu waktu di Akmil sama istana Alhamdulillah. Mudah-mudahan jabatan titipan dari Allah, bisa menjalankan tugasnya untuk nusa bangsa dan negara," ujar Ino.
Jenderal Sungkem ke Ibu Setiap Hari
Kian mengharukan, tangis Tatang pun tak terbendung. Ia berlinang air mata saking bangganya kepada ibu. Lantas tak segan selalu sungkem setiap hari.
"Nilai orangtua bagi saya itu luar biasa. Saya paling sayang sama ibu. Kalau mungkin orang lain sungkem satu tahun sekali. Saya setiap hari mas. Saya begitu bangga dan saya merasakan bahwa saya bisa begini karena mereka," tangisnya pecah.
Advertisement
Ceritakan Kesuksesan Anak
Saat di Mabesad, sang ibu antusias untuk bisa mengabadikan foto dengan Kasad Andika Perkasa.
"Makanya saya mohon maaf pada saat berfoto bersama, saya izin ke bapak Kasad," kata Tatang.
"Lihat anaknya jadi bintang ya bu?" sapa Andika ke Ino.
Begitu senangnya Ino lantas membagikan potretnya tersebut. Ia tak malu menceritakan ke banyak orang.
"Saya dapat dikatakan, anak yang nakal dan sebagainya. Apa sih yang bisa saya berikan kepada beliau (ibu). Hanya kebanggaan, mendapatkan kesempatan berfoto saja, beliau cerita kemana-mana mas. Cerita di kampung dan foto itu dikirim kemana-mana saking bangganya," ungkap Tatang.
Advertisement
Pesan Tegas dari Brigjen Tatang
Sebelum menutup video, Tatang berpesan untuk menjadi anak yang bisa membanggakan orangtua. Berdasarkan pengalamannya, Tatang merasa bisa sukses berkat ibunda tercinta.
"Saya katakan, apa sebetulnya muatan di situ. Bagaimana caranya kau sebagai seorang anak bisa menjadikan kebanggaan bagi ibumu," tegas Tatang.
"Suka ingat, waktu kecil ininya dipukul pakai sapu. Alhamdulillah sekarang dari desa yang mulai dari Akabri, sudah jadi Jenderal, Alhamdulillah," tangis Ino.