Kisah Perwira Muda TNI Diperintah Prabowo Daki Everest, Kini jadi Danjen Kopassus

Senin, 8 Agustus 2022 11:03 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Kisah Perwira Muda TNI Diperintah Prabowo Daki Everest, Kini jadi Danjen Kopassus Kisah Perwira Muda TNI Diperintah Prabowo Daki Mount Everest. YouTube Indonesia Satu Channel ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Mayor Jenderal TNI H. Iwan Setiawan menceritakan kisahnya saat diperintah untuk mendaki Mount Everest saat menjadi perwira muda. Perintah tersebut berasal dari Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus.

Lika-liku perjalanan pun dilalui, mulai dari seleksi, persiapan hingga seleksi di Paldor, Nepal. Lantas bagaimana kisah perwira muda TNI diperintah Prabowo untuk mendaki Mount Everest?

Melansir dari akun YouTube Indonesia Satu Channel, Senin (8/8), simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 7 halaman

Seperti Mustahil

Dengan suhu minus 50 derajat Celcius, mendaki Mount Everest menurut Mayjen Iwan seperti mustahil. Apalagi dirinya dari iklim tropis dan tidak berpengalaman, tiba-tiba mendaki Mount Everest.

kisah perwira muda tni diperintah prabowo daki mount everest
YouTube Indonesia Satu Channel ©2022 Merdeka.com

"Sebetulnya seperti mustahil (daki Mount Everest), itu kan di luar batas kemampuan manusia. Bayangkan Kang Freddy, kita dari iklim tropis, kita tidak berpengalaman, ujug-ujug (tiba-tiba) mendaki ke Mount Everest. Itu adalah impian seluruh pendaki di dunia," ungkap Mayor Jenderal TNI H. Iwan Setiawan, Danjen Kopassus.

"Orang mau mendaki Mount Everest, butuh waktu 3 tahun sampai 5 tahun. Mungkin pernah mendaki ketinggian 3.000 (mdpl), 4.000 (mdpl), 5.000 (mdpl) dan belum tentu berhasil," sambungnya.

3 dari 7 halaman

Untuk Kehormatan Bangsa

kisah perwira muda tni diperintah prabowo daki mount everest
YouTube Indonesia Satu Channel ©2022 Merdeka.com

"Tetapi kita dengan panggilan nasionalisme untuk kehormatan bangsa, karena waktu itu Pak Mahathir Mohamad memproklamirkan bahwa Malaysia mau mengibarkan benderanya di Asia yang pertama," ungkap Mayjen Iwan.

"Sedangkan kita tidak ada persiapan, karena keterpanggilan saja. Waktu itu Komandan Jenderalnya Pak Prabowo Subianto punya nasionalisme yang tinggi, akhirnya 'Cari prajurit yang terbaik'," lanjutnya.

"Nah kita adalah prajurit-prajurit perwira muda saat itu, saya umur 29 tahun. Jadi kita perwira muda, fisiknya bagus, semangat bagus yang siap untuk melaksanakan tugas apapun," tambahnya.

4 dari 7 halaman

Berhasil Seleksi Pendakian

Sebelum mendaki, para prajurit TNI ini diseleksi terlebih dahulu. Mayjen Iwan pun menjadi salah satu perwira yang berhasil diseleksi untuk pendakian Mount Everest.

kisah perwira muda tni diperintah prabowo daki mount everest

YouTube Indonesia Satu Channel ©2022 Merdeka.com

"Jadi saya muda diseleksi masuklah beladiri judo. Satu tahun setengah perjalanan ada lagi kegiatan yang memang memanggil Patriotisme dari prajurit Kopassus yaitu pendakian Everest. Akhirnya pada saat saya berjalan judo satu tahun setengah diseleksi untuk pendakian Mount Everest. Kebetulan spesialisasi saya pendaki serbu," ujarnya.

"Jadi saya termasuk salah satu perwira yang berhasil di seleksi untuk pendakian Mount Everest," sambung Mayjen Iwan.

5 dari 7 halaman

Latihan di Pegunungan Himalaya

kisah perwira muda tni diperintah prabowo daki mount everest
YouTube Indonesia Satu Channel ©2022 Merdeka.com

"Kan ini minus 50 derajat, waktu dibayangan di alam pikiran Kang Iwan seperti apa? Waktu itu istri mau melahirkan," tanya Freddy Ndolu.

"Tidak terbayang, makanya kita dari iklim tropis lihat es saja belum pernah. Begitu mendaki di sana ya hanya modal Bonex tetapi diisi dengan kemampuan fisik, diisi dengan semangat. Latihan hanya 3 bulan, dulu pernah dari rekan-rekan sipil menyarankan bagaimana kalau latihan kita di Puncak Carstensz," ujar Mayjen Iwan.

"Petunjuk Pak Prabowo latihan di medan sebenarnya yaitu di pegunungan Himalaya," lanjutnya.

6 dari 7 halaman

Berhasil Sampai Puncak

kisah perwira muda tni diperintah prabowo daki mount everest
YouTube Indonesia Satu Channel ©2022 Merdeka.com

"Hasil penilaian pelatih dari Rusia bahwa hanya 16 orang yang siap untuk berangkat ke Mount Everest. Di situ 10 orang dari TNI dan 6 orang dari sipil," paparnya.

"Waktu itu dibagi lagi, sisi utara 6 orang, sisi selatan 10 orang. Saya Komandan Tim dari sisi selatan," sambungnya.

"Karena berkat semangat, berkat gemblengan fisik di Kopassus, berkat doa dari orangtua, istri dan seluruh bangsa Indonesia, ternyata kita bisa," jelasnya.

7 dari 7 halaman

Video Kisah Perwira Muda Daki Mount Everest

Mayor Jenderal TNI H. Iwan Setiawan menceritakan kisahnya saat diperintah untuk mendaki Mount Everest saat menjadi perwira muda.

Perintah tersebut berasal dari Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal.

Berikut videonya.

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini