Kisah Andik Anak & Istri Wafat di Tragedi Kanjuruhan, Si Bungsu Selamat Usai Dilempar

Selasa, 4 Oktober 2022 07:57 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Kisah Andik Anak & Istri Wafat di Tragedi Kanjuruhan, Si Bungsu Selamat Usai Dilempar Kisah Andik Anak & Istri Wafat. ©2022 Merdeka.com/instagram.com/liputan6.sctv

Merdeka.com - Duka mendalam tragedi Kanjuruhan masih menyisakan luka bagi para keluarga korban. 125 Orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Andik, adalah salah satu korban selamat menuturkan bahwa istri dan dua anaknya wafat dalam tragedi tersebut. Beruntung, anak bungsunya masih bisa diselamatkan.

Ia berangkat bersama dengan tujuh anggota keluarga lainnya untuk menyaksikan pertandingan Arema FC kontra Persebaya. Simak ulasannya.

2 dari 4 halaman

Panik Gas Air Mata

kisah andik anak amp istri wafat

©2022 Merdeka.com/instagram.com/liputan6.sctv

Andik menuturkan bahwa ia berangkat dari rumah menuju Stadion Kanjuruhan untuk menyaksikan Arema FC melawan Persebaya. Namun, nahas, pertandingan itu justru menyisakan luka yang sangat dalam.

Istri dan dua anaknya meninggal dalam kericuhan yang terjadi di stadion. Ia menuturkan bahwa saat itu semua orang panik karena ada tembakan gas air mata dari Polisi.

Gas air mata itu yang menyebabkan orang berlarian mencari jalan keluar. "Langsung pisah, langsung kayak gugup, gitu," ujar Andik.

Namun, pintu-pintu keluar tidak terbuka dan masih dikunci. Akibatnya, penonton berdesakan dan kesulitan untuk bernafas.

3 dari 4 halaman

Anggota Keluarga Meninggal

kisah andik anak amp istri wafat
©2022 Merdeka.com/instagram.com/liputan6.sctv

Tiga anggota keluarga Andik meninggal. Saat itu, mereka sedang menonton di tribun 13.

Pada peristiwa itu, Andik mengatakan bahwa ia sudah tidak ingat, bingung dan hanya fokus menyelamatkan diri dan si bungsu.

"Bagaimana caranya bisa keluar. Teman keluarga sudah tidak ingat, karena saya bawa anak kecil tadi," lanjutnya.

4 dari 4 halaman

Melempar si Bungsu

kisah andik anak amp istri wafat

©2022 Merdeka.com/instagram.com/liputan6.sctv

Andik mengatakan, bahwa kondisi saat itu sudah sangat kacau dan semua orang panik. Hal itu karena ada tembakan gas air mata dan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.

Ia pun hanya fokus untuk menyelamatkan anak bungsunya yang berusia 1,5 tahun. Bahkan, ia melempar anaknya dari beton yang memiliki tinggi sekitar 1,5 meter. Hal itu dilakukan supaya anak bungsunya bisa keluar dengan selamat.

"Ini posisinya saya lempar ke bawah, baru saya ikut ke bawah," terang Andik.

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini