Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Iwan Bule Didesak Mundur dari PSSI, Agum Gumelar Angkat Bicara

Iwan Bule Didesak Mundur dari PSSI, Agum Gumelar Angkat Bicara Agum Gumelar. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Tuntutan untuk Mochamad Iriawan (Iwan Bule) mundur dari posisi Ketua Umum PSSI muncul pasca tragedi Kanjuruhan yang menelan seratus lebih korban jiwa. Mereka yang mendesak Iwan Bule mundur menilai pensiunan Komjen Polri itu gagal dan harus bertanggung jawab secara moral untuk meletakkan jabatannya.

Agum Gumelar pun ikut angkat bicara terkait desakan mundur terhadap Iwan Bule. Purnawirawan jenderal TNI itu merupakan mantan Ketum PSSI.

Dia menilai desakan mundur terhadap Iwan Bule tak tepat. Simak ulasan berikut.

Gelombang Tuntutan Mundur Ketum PSSI

ketua umum pssi mochamad iriawan

©Liputan6.com/Herman Zakharia

Ketua Umum PSSI Iwan Bule menjadi salah satu pihak yang disorot pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan. Banyak yang menilai jika PSSI adalah organisasi yang seharusnya ada di garda terdepan dalam mempertanggungjawabkan kasus ini.

Sebagai seseorang yang sudah 3 tahun menjabat di kursi Ketum PSSI, Mochamad Iriawan terbilang jarang bersuara dalam menyikapi peristiwa ini. Bahkan ia sempat mengeluarkan statement yang mengatakan bahwa ia menolak untuk mundur.

Menurutnya, ia memiliki tanggung jawab atas pecahnya tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 132 suporter sepak bola. Iriawan mengklaim, kepeduliannya terhadap kasus ini sebagai bentuk tanggung jawab.

Gelombang tuntutan Iwan Bule untuk mundur bahkan sudah dibuat dalam sebuah petisi. Petisi tersebut sudah ditandatangani oleh puluhan ribu orang.

Namun beberapa pihak menilai jika Ketum PSSI seharusnya tidak mundur. Eks Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menjadi orang yang lantang menyatakan bahwa Iwan Bule harus bertanggung jawab penuh dan tidak lari dari tanggung jawab itu.

Agum Gumelar Tolak Iwan Bule Mundur

Situs PSSI membuat pemberitaan Agum Gumelar yang meminta Mochamad Iriawan tidak mundur sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI.

004 rizky andwika

©2018 Istimewa

Agum Gumelar merupakan eks Ketua Umum PSSI 1999-2003 dan sempat menjadi Ketua Komite Normalisasi PSSI pada 2011. Sebagai orang yang berpengalaman di tubuh PSSI, dirinya menilai bahwa Ketua Umum PSSI harus menyelesaikan kasus ini sampai selesai.

"Mundur bukan jawaban. Justru sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Ketum PSSI, seharusnya tidak mundur," ujar Agum Gumelar, dilansir dari laman PSSI, Rabu (12/10).

"Dia harus menyelesaikan kasus ini sampai tuntas dan dijadikan pelajaran untuk ke depannya agar kompetisi lebih baik lagi," lanjut pendapatnya.

PSSI Harus Terima Putusan TGIPF

Tragedi Kanjuruhan memang bukan hanya menjadi sorotan PSSI, namun secara dominan diusut oleh Pemerintah melalui Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Menurut Agum, Ketua Umum PSSI dan Exco juga harus menerima apapun keputusan atau rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk pemerintah melalui Kemenkopolhukam.

"Jadikan itu masukan dan kemudian dilaksanakan. Siapapun pasti ingin kompetisi sepak bola di Tanah Air makin baik. Kompetisi itu jantungnya sepak bola. Kalau tidak ada kompetisi ya hambar. Itu sebabnya kompetisi yang baik akan menghasilkan tim nasional yang baik pula,’’ kata Agum.

Tentu sudah seharusnya PSSI menerima setiap arahan dan hasil dari penyelidikan TGIPF karena bagian dari pemerintah. PSSI harus tetap berkolaborasi dengan pemerintah untuk membawa kasus ini ke titik terang.

Pesan 3 Tabu Agum Gumelar untuk PSSI

ketua umum pssi iriawan

©2022 Merdeka.com

Agum Gumelar juga memberikan pesan untuk PSSI supaya terus menggaungkan 3 Tabu PSSI. Slogan 3 Tabu sempat ia gaungkan saat menjadi Ketua Umum PSSI.

3 Tabu itu ialah, pertama, pemain tidak berkelahi di lapangan apapun alasannya. Kedua tidak boleh memprotes wasit dengan berlebihan. Ada mekanisme untuk memprotes pengadil lapangan itu. Ketiga, tidak boleh terlibat suap.

"Jika 3 Tabu itu dilaksanakan, saya yakin kompetisi akan berjalan baik dan benar dan pasti akan enak ditonton serta dinikmati," ucap Agum.

Terakhir adalah pesan Agum untuk pemilihan Ketua Umum PSSI yang baru tahun depan bahwa siapapun yang ingin maju menjadi Ketua Umum PSSI harus bertarung pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada akhir 2023.

''Silakan bertarung di sana. Siapa yang terbaik pasti akan dipilih oleh pemilik suara (voters),'' kata Agum dengan tegas.

(mdk/thw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP