Geliat Bisnis Undangan Rustic di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 19 Desember 2021 23:15 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Geliat Bisnis Undangan Rustic di Tengah Pandemi Covid-19 Geliat Bisnis Undangan Rustic di Tengah Pandemi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 jelas memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap kehidupan manusia. Begitu pula dengan kondisi keuangan setiap masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Kondisi yang mendesak tersebut membuat seorang gadis cantik asal Gamping, Yogyakarta ini memutar otak. Dengan daya kreativitas serta kemampuannya, ia berhasil mempertahankan sebuah wirausaha kecil yang unik di tengah pandemi.

Meski tak mudah, gadis cantik ini berhasil melewati banyak rintangan yang mengadang meski pandemi Covid-19 menghantam. Penasaran dengan ceritanya yang inspiratif tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 2 halaman

Undangan Rustic Tetap Bertahan

Adalah Arum Windaningsih. Gadis cantik berusia 24 tahun yang kini tengah menggeluti bisnis percetakan undangan serta souvenir pernikahan kekinian.

Bergaya ala anak muda dengan konsep rustic, Arum dengan percaya diri melangkah untuk mulai membangun Rumah Ulem di kawasan Watulangkah, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Tanpa basa-basi, di pertengahan 2019 Arum mantap mulai berbisnis.

"Awalnya itu aku berpikir, kalau usaha di bidang pernikahan mau vendor souvenir atau WO itu masa depannya panjang gitu. Karena mau sampai kapan pun itu tetap bakalan ada orang yang menikah gitu,[...] terus aku milih ini tuh ya karena modalnya cukup sedikit ya," terangnya saat dihubungi merdeka.com pada Minggu (19/12).

Dengan teknik pengemasan ciamik, Arum memilih memasarkan produknya secara online melalui akun Instagram @rumahulem. Hingga saat ini, akun media sosial yang dimiliki Arum tersebut telah diikuti lebih dari 400 pengguna serta menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

geliat bisnis undangan rustic di tengah pandemi

Instagram/@rumahulem ©2021 Merdeka.com

Namun, kemunculan kasus pertama Covid-19 di tanah air pada awal tahun 2020 lalu membuat dirinya sempat merasa kebingungan. Berbagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan di tanah air justru membuat bisnisnya perlahan meredup.

"Iya, kemarin itu beneran nggak tahu sih. Karena emang nggak akan pernah mengira bakal kejadian seperti ini," ungkapnya.

Rintangan itu yakni seperti pembatasan kegiatan masyarakat yang membuat banyak pelanggannya membatalkan pesanan hingga mengurangi omzet secara drastis. Bulan April 2020, ia pun mengaku hanya maksimal mendapatkan 50% dari total omzet di masa sebelum pandemi. Di saat-saat tertentu, ia bahkan hanya mengantongi Rp1 juta.

"Ya bisa cuma Rp1 juta gitu," terangnya.

"Tapi ini (pandemi) benar-benar mengajarkan kita sih buat bagaimana caranya bertahan. Lebih ke mental sih, gimana caranya biar tetap begitu," katanya.

Rintangan yang menyertai perjuangannya membangun usaha tersebut tak seketika menghentikan tekadnya. Semangatnya justru kian membara. Alumni Universitas Negeri Yogyakarta ini terus memutar otak agar bisnisnya kembali menemukan jalan terang.

Salah satunya yaitu dengan melakukan strategi penjualan yang menurutnya cukup ampuh. Di antaranya yakni dengan menerapkan teknik pemasaran yang unik, berbagi hadiah, hingga menetapkan paket penjualan untuk mendongkrak minat pasar.

Terbukti, hal ini secara perlahan mampu mengembalikan kondisi keuangan miliknya. Ia pun berharap, ke depannya hal-hal tak terduga layaknya pandemi tak akan lagi terulang kembali.

"Ya sekarang sudah perlahan sih. Semoga ke depannya gak ada lagi pandemi kayak gini," ucapnya.

Bagi Arum, kunci keberhasilan dari berwirausaha terlebih di masa pandemi saat ini yakni ketekunan. Semangat pantang menyerah adalah prinsip yang selalu dipegang teguhnya bagi kesuksesan dalam menjalani bisnis dengan omzet puluhan juta rupiah itu. 

[mta]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini