Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna, Pahami Pengertian dan Manfaatnya

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:03 Reporter : Kurnia Azizah
Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna, Pahami Pengertian dan Manfaatnya ilustrasi ibadah puasa. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna merupakan salah satu bentuk ibadah bagi umat muslim. Asmaul Husna adalah 99 nama, sebutan, sifat dan gelar Allah SWT yang agung, baik serta Maha Tinggi.

Asmaul Husna juga menjadi wirid atau amalan rutin para ulama sejak zaman dulu. Hal itu diyakini adanya keutamaan dan rahasia yang terkandung dalam Asmaul Husna.

Cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna diyakini sebagai media atau tawasul paling manjur dalam membuka berbagai pintu kebahagiaan secara lahir maupun batin.

Bahkan Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dalam kitab Abwabul Faraj (1971: 132) menyebutkan, sebagian ulama salaf tiap ba'da salat Maghrib biasanya punya rutinitas dengan teman-temannya untuk membaca surat Yasin, lalu melantunkan Asmaul Husna, doa Asmaul Husna, dan ditutup dengan berdoa memohon kepada Allah SWT.

Menyimak kebesaran dan kebaikan yang terkandung dalam Asmaul Husna, tercantum dalam surah ke-20 dalam Alquran, yakni surah Thaa Haa ayat 8 sebagai berikut:

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaulhusna (nama-nama yang baik)." (Thaa Haa 20: 8)

Cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna ini akan membuat kita mengenal hakikat zat Allah yang Maha Mulia. Sebab, sejatinya nama-nama Allah atau Asmaul Husna itu mencakup segala kebaikan dan kemahabesaran-Nya.

Dengan memahami dan merenungi kebesaran nama Allah dengan seksama, sejatinya seorang muslim telah mengagungkan Tuhan. Bahkan cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna dipercaya bernilai pahala.

Untuk lebih jelasnya, simak informasi mengenal cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna, lengkap dengan pengertian dan manfaatnya berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (12/8).

2 dari 8 halaman

Cara Mengenal Allah

ilustrasi asmaul husna
Ilustrasi asmaul husna ©Pikist/PNGtree

Melansir dari laman NU Online, kewajiban pertama seorang mukallaf (aqil dan baligh) adalah ma’rifatullah atau mengenal Allah SWT. Ajaran Islam percaya, bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang telah menciptakan dari ketiadaan.

Allah tidaklah menciptakan makhluk kecuali untuk beribadah. Oleh karena itu wajib bagi umat muslim untuk mengenal siapa Tuhan yang disembah dan diibadahi.

Yang dimaksud cara mengenal Allah adalah mengetahui dan meyakini adanya Allah SWT, mengetahui dan meyakini sifat-sifat kesempurnaan, serta perbuatan Allah.

Termaktub dalam Alquran, Allah SWT berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات : ٥٦

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Al- Dzarriyat : 56)

Menurut sebagian ulama, kalimat “supaya mereka mengabdi kepada-Ku” diartikan sebagai “supaya mereka mengenali-Ku”. [kur]

Baca juga:
Cerita Pendek 17 Agustus di Balik Lomba Tradisional, Ada yang Berisi Sejarah Kelam RI
Penyebab Bibir Hitam Padahal Tidak Merokok, Sering Disepelekan dan Tak Terduga


3 dari 8 halaman

Ada Dua Cara Mengenal Allah

ilustrasi sholat
©2021 Merdeka.com/pexels-thirdman

Selanjutnya, yang patut dipahami bahwa cara mengenal Allah itu ada dua, berikut penjelasannya:

  • Pertama, cara mengenal Allah melalui Alquran.

Langkah ini dimulai dengan menyimak dan memerhatikan apa-apa yang disampaikan mengenai Allah melalui Alquran atau lisan para Nabi Allah, seperti nama-nama Allah terbaik yang terangkum dalam Asmaul Husna, serta sifat-sifat Allah SWT yang Maha Tinggi.

  • Kedua, cara mengenal Allah SWT dengan menggunakan akal pikiran.

Cara satu ini dilakukan dengan memperhatikan makhluk ciptaan Allah SWT yang ada di sekeliling kita. Pada setiap makhluk Allah, baik yang ada di langit atau di bumi, terdapat tanda-tanda keberadaan dan kebesaran Allah SWT.

Tertuang dalam kitab suci Alquran, Allah SWT berfirman :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (البقرة : ١٦٤

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. Al- Baqarah : 164)

Manusia mampu meyakini bahwa Allah SWT ada dengan menyaksikan pengaruh kuasa-Nya, dan sentuhan keakuratan tak tertandingi yang terlihat di alam semesta ini.

Beberapa contoh kita memahami kebesaran Tuhan, seperti adanya pergantian siang dan malam berputar dengan waktu yang akurat sampai ke sepersekian detik. Lalu air hujan turun dengan bentuk tetesan-tetesan dan dengan ritme yang sangat mengagumkan. Sehingga tak merusak bangunan atau melukai, bahkan menumbuhkan bumi yang tandus untuk bisa bersemi kembali. Semua itu menunjukkan adanya sang Maha Pengatur yang kekuasaannya sangat sempurna.

4 dari 8 halaman

Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna 1-50

ilustrasi berdoa
©2022 Merdeka.com/pixabay

1. الرحمن = Ar Rahman

Yang Maha Pengasih

2. الرحيم = Ar Rahiim

Yang Maha Penyayang

3. الملك = Al Malik

Yang Maha Merajai (bisa diartikan Raja dari semua Raja)

4. القدوس = Al Quddus

Yang Maha Suci

5. السلام = As Salaam

Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6. المؤمن = Al Mu'min

Yang Maha Memberi Keamanan

7. المهيمن = Al Muhaimin

Yang Maha Mengatur

8. العزيز = Al 'Aziiz

Yang Maha Perkasa

9. الجبار = Al Jabbar

Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan

10. المتكبر = Al Mutakabbir

Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran

11. الخالق = Al Khaliq

Yang Maha Pencipta

12. البارئ = Al Baari'

Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)

13. المصور = Al Mushawwir

Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)

14. الغفار = Al Ghaffaar

Yang Maha Pengampun

15. القهار = Al Qahhaar

Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

16. الوهاب = Al Wahhaab

Yang Maha Pemberi Karunia

17. الرزاق = Ar Razzaaq

Yang Maha Pemberi Rezeki

18. الفتاح = Al Fattaah

Yang Maha Pembuka Rahmat

19. العليم = Al 'Aliim

Yang Maha Mengetahui

20. القابض = Al Qaabidh

Yang Maha Menyempitkan

21. الباسط = Al Baasith

Yang Maha Melapangkan

22. الخافض = Al Khaafidh

Yang Maha Merendahkan

23. الرافع = Ar Raafi'

Yang Maha Meninggikan

24. المعز = Al Mu'izz

Yang Maha Memuliakan

25. المذل = Al Mudzil

Yang Maha Menghinakan

26. السميع = Al Samii'

Yang Maha Mendengar

27. البصير = Al Bashiir

Yang Maha Melihat

28. الحكم = Al Hakam

Yang Maha Menetapkan

29. العدل = Al 'Adl

Yang Maha Adil

30. اللطيف = Al Lathiif

Yang Maha Lembut

31. الخبير = Al Khabiir

Yang Maha Mengenal

32. الحليم = Al Haliim

Yang Maha Penyantun

33. العظيم = Al 'Azhiim

Yang Maha Agung

34. الغفور = Al Ghafuur

Yang Maha Memberi Pengampunan

35. الشكور = As Syakuur

Yang Maha Pembalas Budi (menghargai)

36. العلى = Al 'Aliy

Yang Maha Tinggi

37. الكبير = Al Kabiir

Yang Maha Besar

38. الحفيظ = Al Hafizh

Yang Maha Memelihara

39. المقيت = Al Muqiit

Yang Maha Pemberi Kecukupan

40. الحسيب = Al Hasiib

Yang Maha Membuat Perhitungan

41. الجليل = Al Jaliil

Yang Maha Luhur

42. الكريم = Al Kariim

Yang Maha Pemurah

43. الرقيب = Ar Raqiib

Yang Maha Mengawasi

44. المجيب = Al Mujiib

Yang Maha Mengabulkan

45. الواسع = Al Waasi'

Yang Maha Luas

46. الحكيم = Al Hakim

Yang Maha Bijaksana

47. الودود = Al Waduud

Yang Maha Mengasihi

48. المجيد = Al Majiid

Yang Maha Mulia

49. الباعث = Al Baa'its

Yang Maha Membangkitkan

50. الشهيد = As Syahiid

Yang Maha Menyaksikan

Baca juga:
Cerita Pendek 17 Agustus di Balik Lomba Tradisional, Ada yang Berisi Sejarah Kelam RI
Penyebab Bibir Hitam Padahal Tidak Merokok, Sering Disepelekan dan Tak Terduga

5 dari 8 halaman

Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna 51-99

ilustrasi berdoa

©Shutterstock

51. الحق = Al Haqq

Yang Maha Benar

52. الوكيل = Al Wakiil

Yang Maha Memelihara

53. القوى = Al Qawiyyu

Yang Maha Kuat

54. المتين = Al Matiin

Yang Maha Kokoh

55. الولى = Al Waliyy

Yang Maha Melindungi

56. الحميد = Al Hamiid

Yang Maha Terpuji

57. المحصى = Al Muhshii

Yang Maha Mengalkulasi (menghitung segala sesuatu)

58. المبدئ = Al Mubdi'

Yang Maha Memulai

59. المعيد = Al Mu'iid

Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

60. المحيى = Al Muhyii

Yang Maha Menghidupkan

61. المميت = Al Mumiitu

Yang Maha Mematikan

62. الحي = Al Hayyu

Yang Maha Hidup

63. القيوم = Al Qayyuum

Yang Maha Mandiri

64. الواجد = Al Waajid

Yang Maha Penemu

65. الماجد = Al Maajid

Yang Maha Mulia

66. الواحد = Al Wahid

Yang Maha Tunggal

67. الاحد = Al Ahad

Yang Maha Esa

68. الصمد = As Shamad

Yang Maha Dibutuhkan (tempat meminta)

69. القادر = Al Qaadir

Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

70. المقتدر = Al Muqtadir

Yang Maha Berkuasa

71. المقدم = Al Muqaddim

Yang Maha Mendahulukan

72. المؤخر = Al Mu'akkhir

Yang Maha Mengakhirkan

73. الأول = Al Awwal

Yang Maha Awal

74. الأخر = Al Aakhir

Yang Maha Akhir

75. الظاهر = Az Zhaahir

Yang Maha Nyata

76. الباطن = Al Baathin

Yang Maha Ghaib

77. الوالي = Al Waali

Yang Maha Memerintah

78. المتعالي = Al Muta'aalii

Yang Maha Tinggi

79. البر = Al Barru

Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)

80. التواب = At Tawwaab

Yang Maha Penerima Taubat

81. المنتقم = Al Muntaqim

Yang Maha Pemberi Balasan

82. العفو = Al Afuww

Yang Maha Pemaaf

83. الرؤوف = Ar Ra'uuf

Yang Maha Pengasuh

84. مالك الملك = Malikul Mulk

Yang Maha Penguasa Kerajaan (semesta)

85. ذو الجلال و الإكرام = Dzul Jalaali WalIkraam

Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

86. المقسط = Al Muqsith

Yang Maha Pemberi Keadilan

87. الجامع = Al Jamii'

Yang Maha Mengumpulkan

88. الغنى = Al Ghaniyy

Yang Maha Kaya

89. المغنى = Al Mughnii

Yang Maha Pemberi Kekayaan

90. المانع = Al Maani

Yang Maha Mencegah

91. الضار = Ad Dhaar

Yang Maha Penimpa Kemudharatan

92. النافع = An Nafii'

Yang Maha Memberi Manfaat

93. النور = An Nuur

Yang Maha Bercahaya (menerangi, memberi cahaya)

94. الهادئ = Al Haadii

Yang Maha Pemberi Petunjuk

95. البديع = Al Badii'

Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

96. الباقي = Al Baaqii

Yang Maha Kekal

97. الوارث = Al Waarits

Yang Maha Pewaris

98. الرشيد = Ar Rasyiid

Yang Maha Pandai

99. الصبور = As Shabuur

Yang Maha Sabar

6 dari 8 halaman

Keutamaan Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna

ilustrasi sholat
qamarislamkhan.com

Bagi Ulama besar tasawuf Al-Azhar kelahiran Sudan, Syekh Shalih al-Ja'fari, Asmaul Husna lebih dari sekadar deretan nama-nama agung yang “hanya” bisa menjadi media atau tawasul untuk doa-doa.

Menurut beliau, cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna mengandung doa tersendiri, bahkan lebih luas. Seseorang secara tak langsung tengah berusaha menyerap limpahan kebaikan dan menyingkirkan keburukan-keburukan saat melantunkan Asmaul Husna.

Syekh Shâlih al-Ja'fari mengatakan,

"Orang yang berdoa dengan Asmaul Husna maka telah meminta kebaikan seluruhnya, dan membuat pencegahan di antara dirinya dan keburukan seluruhnya. Jadi apabila engkau menyebut ar-Rahman ar-Rahim, maka kamu telah meminta rahmat, dan jika kamu menyebut al-Lathif maka kamu telah meminta kelembutan, dan seterusnya." (Muhammad bin Alwi al-Aidarus, Khawwash Asma' ul-Husna Littadawi wa Qadha il-Hajat, Dar el-Kutub, Shan’a, Cet. Ke-3 2011, Hal. 16).

Bahkan dalam Alquran surat Al Ahzab ayat 41, Allah berfirman agar umat Islam memperbanyak dzikir. Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut:

"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya."

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa mengingat Allah dengan menyebut asma-Nya adalah perintah yang dianjurkan.

Baca juga:
Cerita Pendek 17 Agustus di Balik Lomba Tradisional, Ada yang Berisi Sejarah Kelam RI
Penyebab Bibir Hitam Padahal Tidak Merokok, Sering Disepelekan dan Tak Terduga

7 dari 8 halaman

Manfaat Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna I

ilustrasi sholat

©2020 Merdeka.com

1. Lebih Mengenal Allah SWT

Dengan membaca bacaan Asmaul Husna setiap hari, seorang muslim akan lebih mengenal Tuhan mereka melalui sifat-sifat dan nama-nama Allah yang terkandung dalam bacaan Asmaul Husna.

2. Hidup Lebih Terarah dan Terkondisi untuk Ibadah

Dengan cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna dan membacanya setiap hari, seseorang menjadi selalu ingat atas kekuasaan Allah. Dalam Alquran surat Thaha ayat 14, Allah berfirman:

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku."

Dari ayat tersebut, Allah memperingatkan umatnya untuk senantiasa mengingat dan menyembah-Nya. Seorang muslim yang benar-benar mengikuti perintah Allah, maka hidupnya akan terkondisikan dengan beribadah secara ikhlas dalam mencari keridhoan-Nya.

3. Takut Kepada Allah

Cara mengenal Allah melalui Asmaul Husna akan membuat seorang muslim menjadi lebih tahu segala kuasa Allah. Karena hal tersebutlah, manusia menjadi lebih taat dan takut kepada Allah. Terutama jika hendak melanggar perintah Allah.

Siksaan Allah adalah yang sangat pedih bagi para hamba-Nya yang senantiasa melanggar aturan dan tak pernah taat kepada Tuhan. Hal ini disampaikan Allah melalui firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 191:

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

4. Menenangkan Hati

Manfaat dari cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna selanjutnya adalah mampu menenangkan hati, jiwa dan pikiran. Dalam surat Ar Rad ayat 28, Allah berfirman:

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

Dari ayat tersebut disebutkan bahwa orang-orang yang mengingat Allah atau melalukan dzikir menyebut asma Allah, maka akan mendapatkan ketenangan hati.

8 dari 8 halaman

Manfaat Cara Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna II

5. Dijauhkan dari Tindak Kekafiran

Kekafiran tentunya adalah hal yang harus dijauhi oleh umat muslim. Sebagai orang yang beriman, tentu tidak ingin ke luar dari Islam dan menjaga terus keimanan yang dimiliki. Salah satunya adalah dengan membaca Asmaul Husna.

Membaca Asmaul Husna membuat seorang muslim tersadar bahwa tidak ada yang bisa membuat hidupnya senantiasa aman dan terlindungi selain Allah.

6. Mempertebal Keimanan

Cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna secara berulang-ulang membuat seorang muslim selalu berpikir tentang kebesaran Allah. Hal ini akan menambah keimanan seseorang sebagai manusia kepada Allah.

7. Termotivasi untuk Mendapatkan Pahala

Cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna, seorang muslim dapat mengingat bahwa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang setiap waktu. Allah pun senantiasa memberikan pahala yang besar bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Membaca Asmaul Husna dapat membuat seseorang terus termotivasi mencari pahala, karena tidak ada yang bisa memberikan keselamatan di dunia dan akhirat selain Allah.

8. Senantiasa Bersyukur atas Nikmat Allah

Cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna seorang muslim juga akan senantiasa bersyukur. Dirinya akan mengingat bahwa tak ada kenikmatan dan keselamatan yang diberikan dalam hidup kita selain dari Allah.

9. Dijauhkan dari Kegalauan

Seorang muslim yang senantiasa menerapkan Cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna dan mengamalkannya, maka akan meyakini keberadaan atau eksistensi dan kekuasaan Allah.

10. Mempertajam Khasanah Ilmu Pengetahuan

Mengetahui cara mengenal sifat-sifat dan nama Allah melalui Asmaul Husna dapat menambah ilmu pengetahuan seseorang. Sebab, di dalam Asmaul Husna terdapat tentang ilmu pengetahuan mengenai alam semesta beserta isinya dan apa yang telah Allah ciptakan.

Itulah cara mengenai Allah melalui Asmaul Husna yang wajib dipahami dan diamalkan oleh umat muslim. Lengkap dengan pengertian serta manfaat yang dapat dipetik.

Baca juga:
Cerita Pendek 17 Agustus di Balik Lomba Tradisional, Ada yang Berisi Sejarah Kelam RI
Penyebab Bibir Hitam Padahal Tidak Merokok, Sering Disepelekan dan Tak Terduga

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini