Upaya Apple 'perang' kecerdasan buatan lewat Siri

Jumat, 6 April 2018 05:00 Reporter : Indra Cahya
Upaya Apple 'perang' kecerdasan buatan lewat Siri Siri di iPhone. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Di dunia teknologi, melompat dari satu perusahaan ke perusahaan lain merupakan hal yang biasa. Namun berita yang datang dari Apple ini cukup menggegerkan, pasalnya perusahaan besutan Steve Jobs tersebut berhasil 'membajak' petinggi AI dari Google, yang terkenal dengan Google Assistant miliknya, berbelok untuk hengkang ke Apple.

Dilansir laporan Liputan6.com yang melansir Phone Arena, Kamis (5/4/2018), Apple mengumumkan telah merekrut mantan kepala tim pencarian dan kecerdasan buatan Google, John Giannandrea. Strategi kecerdasan buatan dan pengembangan machine learning Apple akan berada di bawah pengawasan langsung Giannandrea.

Giannandrea akan memberikan laporan langsung kepada CEO Apple Tim Cook, yang berarti ia menempati posisi Senior Vice President di perusahaan itu. Giannandrea disebut meninggalkan Google per Senin (2/4/2018).

"Teknologi harus disertakan dengan nilai-nilai yang kita semua pegang teguh. John sependapat dengan komitmen kita terhadap privasi dan pendekatan dalam membuat komputer semakin pintar dan lebih personal," tulis Cook dalam sebuah email kepada internal perusahaan.

Kehadiran Giannandrea dinilai membuat langkah Apple dalam pengembangan kecerdasan buatan semakin baik. Pasalnya, perusahaan sebelumnya dinilai sedikit tertinggal dari para rivalnya, seperti Google dan Amazon terkait teknologi tersebut.

Giannandrea sendiri telah bekerja dengan Google selama delapan tahun. Ia bertanggungjawab untuk mengintegrasikan teknologi buatan di seluruh layanan inti Google yaitu pencarian, Gmail, dan Google Assistant.

Upaya Apple untuk membuat Siri memenangi 'perang' untuk jadi aplikasi asisten terbaik sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa waktu yang lalu. Menurut firma pelacak data Thinknum, Apple sedang mencari 161 posisi untuk insinyur di divisi Siri.

Dari 161 posisi tersebut, 125 posisi akan ditempatkan di markas Apple di Cupertino, 10 akan ditempatkan di Cambridge, Inggris. Sisanya, akan ditempatkan di berbagai kota besar di dunia seperti San Francisco, Seattle, Shanghai, Ottawa, Tokyo, Beijing, Singapura, Munich, dan Madrid.

Posisi-posisi tersebut, terdiri dari software engineer, desainer, serta manajemen produk, kesemuanya untuk membuat Siri tak lagi kalah dari Google Assistant dan Amazon Alexa. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini