Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menguak Alasan Fisikawan Stephen Hawking Lebih Percaya Sains Dibandingkan Tuhan

Menguak Alasan Fisikawan Stephen Hawking Lebih Percaya Sains Dibandingkan Tuhan Menguak Alasan Fisikawan Stephen Hawking Lebih Percaya Sains Dibandingkan Tuhan. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Mendiang Fisikawan terkenal asal Inggris, Stephen Hawking, beberapa kali secara terbuka mengatakan bahwa dirinya adalah seorang atheis atau tidak percaya akan keberadaan Tuhan.

Jika umumnya ilmuwan lain masih percaya akan keberadaan Tuhan, seperti Einstein yang seorang Yahudi atau Isaac Newton yang mengaku dirinya sebagai penganut Kristen Ortodoks.

Hawking dalam buku terakhirnya yang berjudul "Jawaban Singkat untuk Pertanyaan Besar" secara terang-terangan menulis bahwa, "Tidak ada Tuhan. Tidak ada yang mengarahkan alam semesta".

Dilansir dari CNN, Hawking lebih percaya melihat semua keajaiban alam semesta ini secara sains, tanpa campur tangan Tuhan.

"Saya lebih suka berpikir bahwa semuanya dapat dijelaskan dengan cara lain, oleh hukum alam," tulis Hawking dalam buku terakhirnya.

Namun dalam buku terkenalnya yang berjudul 'A Brief History of Time', Hawking seperti tanpa sadar mengakui keberadaan Tuhan.

"Seluruh sejarah sains telah menjadi kesadaran bertahap bahwa peristiwa tidak terjadi secara sewenang-wenang, tetapi mereka mencerminkan urutan dasar tertentu, yang mungkin atau mungkin tidak terinspirasi secara ilahi." tulisnya dikutip dari USA Today, Selasa (6/6).

Meski demikian, dalam sebuah wawancara, dia tetap berpegang teguh pada pendiriannya bahwa dirinya adalah seorang atheis. Hawking mengatakan secara langsung jika masing-masing orang bebas untuk percaya pada apa yang diinginkan.

"Dan pandangan saya adalah pandangan bahwa penjelasan paling sederhana adalah tidak ada Tuhan. Tidak ada yang menciptakan alam semesta dan tidak ada yang mengarahkan nasib kita," ungkapnya untuk mempertegas bahwa dia adalah seorang yang tidak percaya keberadaan Tuhan.

Banyak atheis lain yang berpandangan bahwa alasan pendirian Hawking terhadap agama hanya sebatas penalaran dengan berbasis bukti ilmiah saja. Yang artinya, Hawking tidak percaya Tuhan karena lebih percaya akan sains yang dapat dibuktikan akal manusia.

Reporter magang: Safira Tiur Margaretha

(mdk/faz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP