Bagaimana kondisi e-commerce di Indonesia saat ini?
Merdeka.com - Persaingan e-commerce di Indonesia semakin memanas dengan hadirnya situs listing, B2C, dan C2C besar seperti Berniaga, Kaskus, Tokobagus, Tokopedia, Rakuten, Blibli, dan Rocket Internet. Selain itu ada juga vertical commerce seperti Bilna, Saqina, dan BerryBenka. Melihat kondisi itu, kami menghadirkan CEO dan founder PriceArea, Andry Suhaili, untuk menanyakan pendapatnya mengenai kondisi e-commerce di Indonesia. Andry diwawancara oleh Enricko Lukman dari Tech in Asia.Di Startup Asia Jakarta 2013 ini, Suhaili membicarakan tentang empat topik: kondisi e-commerce di Indonesia, pemerintah dan peraturan, kebangkitan marketplace dan UKM, dan peran mesin pencari e-commerce seperti PriceArea. Berikut adalah poin penting yang dijabarkan oleh Suhaili:
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia didorong oleh konsumsi kelas menengah, smartphone yang murah, dan internet yang terjangkau. Kini, persaingan e-commerce di Indonesia semakin memanas dengan hadirnya Blanja milik eBay, Elevenia milik SK Planet, dan Lamido milik Rocket Internet. Dan menurut Suhaili, marketplace yang membedakan dirinya dengan segmentasi pasar akan keluar sebagai pemenang.
Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia (mdk/ega)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya