7 Penyebab Ingus Berdarah pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Ingus berdarah pada anak dapat menjadi tanda yang mengkhawatirkan bagi banyak orang tua.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
7  Penyebab Ingus Berdarah pada Anak, Begini Cara Mengatasinya
7 Penyebab Ingus Berdarah pada Anak, Begini Cara Mengatasinya (Merdeka.com)

Ingus berdarah pada anak dapat menjadi tanda yang mengkhawatirkan bagi banyak orang tua.

Meskipun sering kali tidak berbahaya, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan anak. Ingus berdarah atau epistaksis biasanya terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung pecah.

Pada anak-anak, ini sering disebabkan oleh udara kering, kebiasaan mengorek hidung, atau infeksi saluran pernapasan atas.

Namun, penting untuk memahami penyebab yang mendasari dan bagaimana cara menangani serta mencegah terjadinya kembali.

Selain faktor lingkungan, ingus berdarah pada anak juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti alergi, sinusitis, atau bahkan gangguan pembekuan darah.

Jika kondisi ini terjadi berulang kali, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Menjaga kelembapan udara di dalam rumah, menghindari iritasi hidung, dan memastikan anak tidak mengorek hidung dapat membantu mencegah ingus berdarah. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berikut beberapa penyebab ingus berdarah pada anak dan cara mengatasinya:

Penyebab Ingus Berdarah pada Anak

Ingus bercampur darah pada anak dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ketika anak mengalami hal ini, penting bagi orang tua atau pengasuhnya untuk memahami penyebabnya dan mencari perhatian medis jika diperlukan.

Berikut adalah beberapa penyebab umum ingus berdarah pada anak:

1. Infeksi saluran pernapasan atas

Infeksi virus atau bakteri pada saluran pernapasan atas, seperti pilek, sinusitis, atau radang tenggorokan, dapat menyebabkan peradangan pada hidung dan tenggorokan anak.

Peradangan ini dapat menyebabkan pembuluh darah yang pecah dan mengakibatkan bercak darah dalam ingus.

2. Trauma hidung

Jika anak mengalami benturan atau trauma pada hidungnya, dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di hidung. Ini dapat mengakibatkan munculnya darah dalam ingus saat anak bersin, menghembuskan hidung, atau membersihkan hidung.

Trauma hidung bisa terjadi saat anak jatuh atau terkena benturan di area hidung. Hal ini dapat membuat pembuluh darah di hidung pecah dan menyebabkan bercak darah dalam ingus.

3. Sinusitis

Sinusitis adalah infeksi pada sinus yang dapat menyebabkan inflamasi di area hidung dan sinus. Pada beberapa kasus, sinusitis dapat membuat pembuluh darah di hidung anak pecah dan menghasilkan darah dalam ingus.

4. Polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jinak di dalam hidung yang dapat menyebabkan iritasi dan perdarahan. Jika polip ini terluka atau pecah, darah dapat bercampur dalam ingus.

5. Gangguan perdarahan

Beberapa anak mungkin memiliki gangguan perdarahan, seperti hemofilia atau gangguan pembekuan darah lainnya. Gangguan ini membuat anak lebih rentan mengalami perdarahan hidung, yang dapat menghasilkan darah dalam ingus.

6. Kebersihan hidung yang buruk

Jika anak tidak membersihkan hidungnya secara teratur atau membersihkannya dengan cara yang kasar, hal ini dapat menyebabkan iritasi dan perdarahan di hidung. Perdarahan ini kemudian dapat bercampur dengan ingus.

7. Rhinitis alergi

Alergi juga bisa menyebabkan peradangan di hidung anak. Jika hidung terluka oleh gesekan atau pengisapan yang terjadi saat anak bersin atau membersihkan hidung, ini dapat mengakibatkan perdarahan yang bercampur dalam ingus.

Jika anak mengalami ingus berdarah yang persisten, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Ingus berdarah pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi saluran pernapasan atas, trauma hidung, sinusitis, polip hidung, gangguan perdarahan, kebersihan hidung yang buruk, dan rhinitis alergi.

Jika anak mengalami ingus berdarah yang berkelanjutan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Cara Mengatasi Ingus Berdarah pada Anak

Cara Mengatasi Ingus Berdarah pada Anak
© 2024 merdeka.com

Jika hidung anak mengalami perdarahan, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Tenangkan anak

Beri tahu anak untuk tetap tenang karena stres atau panik dapat meningkatkan aliran darah. Pastikan anak duduk atau berdiri dengan tegak, dan tidak menekuk ke depan.

2. Tekan hidung

Mintalah anak menekan hidungnya dengan perlahan menggunakan jari-jari tangan atau kain bersih. Tekanan ringan ini membantu menghentikan perdarahan dengan memberikan dorongan pada pembuluh darah yang pecah.

3. Miringkan kepala ke depan

Miringkan kepala anak ke depan sehingga darah tidak mengalir ke tenggorokan, tetapi keluar dari hidung. Ini dapat mencegah asupan darah ke perut, yang dapat menyebabkan mual atau muntah.

4. Kompres dingin

Letakkan kompres dingin di hidung anak atau di sekitar daerah hidung yang berdarah. Dingin dapat membantu menyusutkan pembuluh darah dan mengurangi perdarahan.

5. Hindari gesekan atau pengisapan hidung

Salah satu penyebab ingus berdarah pada anak adalah pengisapan atau membersihkan hidung dengan cara yang kasar. Untuk mencegah terjadinya perdarahan lebih lanjut, hindari kegiatan tersebut sampai hidung anak sepenuhnya pulih.

6. Jaga kebersihan hidung

Penting untuk menjaga kebersihan hidung anak dengan membersihkannya secara teratur. Tetapi pastikan untuk melakukannya dengan lembut, menggunakan tisu atau kapas yang lembut, dan hindari penggunaan jari atau benda tajam yang dapat melukai hidung.

7. Menghindari alergen

Jika ingus berdarah disebabkan oleh rhinitis alergi, penting untuk mengidentifikasi alergen yang memicu reaksi alergi pada anak. Coba hindari eksposur terhadap alergen tersebut, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau makanan tertentu.

8. Konsultasikan dengan dokter

Jika hidung berdarah pada anak terjadi secara terus-menerus atau tidak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan tes tambahan untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya dan merencanakan perawatan yang tepat.

Jika anak mengalami hidung berdarah, penting untuk melakukan langkah-langkah pertolongan pertama seperti menenangkan anak, menekan hidung, miringkan kepala ke depan, dan menggunakan kompres dingin.

Penting juga untuk menjaga kebersihan hidung anak, menghindari gesekan atau pengisapan hidung yang kasar, menghindari alergen yang memicu reaksi alergi, dan berkonsultasi dengan dokter jika kondisi tidak membaik.

Dengan perawatan dan penanganan yang tepat, ingus berdarah pada anak dapat dikendalikan dan diberikan penanganan yang sesuai.

Rekomendasi