Setiap kota di Indonesia tentunya memiliki ciri khas dan ikon masing-masing, baik itu dari segi sejarah, penduduk, bahkan hingga objek wisatanya. Kota Metro di Provinsi Lampung adalah salah satu kota unik yang tidak banyak orang tahu.
Secara administratif, Kota Metro ini berjarak sekitar 52 km dari ibu Kota Bandar Lampung. Kota Metro termasuk kota terbesar kedua yang berada di Lampung. (Foto: Wikipedia)
Mendengar Metro, tentu yang terlintas dipikiran adalah sebuah daerah yang berkemajuan, baik dari segi teknologi maupun sumber daya manusianya. Akan tetapi, Kota Metro bukanlah demikian adanya, melainkan menjadi wilayah 'pusat' yang sudah terbentuk sejak zaman Hindia Belanda.
Selain menjadi kota terbesar kedua di Lampung, masih ada fakta menarik lainnya dari Kota Metro. Penasaran? Simak rangkuman informasinya yang dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber berikut ini.
Advertisement
Lahir dari Kolonisasi
Melansir dari berbagai sumber, Kota Metro terbentuk dari sebuah kolonisasi dan terbentuknya sebuah desa induk baru yang bernama Trimurjo. Sebelum tahun 1936, Trimurjo merupakan bagian dari Onder Distrik Gunungsugih yang masih termasuk wilayah Marga Nuban.
Awalnya kota ini masih cukup terisolir. Sejak tahun 1936, pemerintah Belanda mengirimkan migran orang-orang Jawa ke wilayah ini untuk mengurangi kepadatan di Pulau Jawa. (Foto: djkn.kemenkeu.go.id)
Pada Juni 1937, nama daerah ini diganti menjadi Metro sekaligus berdirinya pusat pemerintahan Onder Distrik atau setingkat Kecamatan. Untuk atasan distrik adalah Onder Afdeling yang dikepalai oleh Controleur berkebangsaan Belanda.
Advertisement
Advertisement
Asal-usul Penamaan Metro
Melansir dari situs djkn.kemenkeu.go.id, sejarah penamaan Metro ini terbagi dalam beberapa versi sejarah. Pertama, kata 'Metro' diambil dari "Meterm" atau dalam bahasa Belanda artinya Pusat. Arti ini disebabkan oleh letak wilayah yang tepat di tengah-tengah antara Lampung Tengah dan Lampung Timur.
Sementara itu, versi keduanya adalah berasal dari Bahasa Jawa yaitu 'Mitro' yang berarti teman, mitra, atau kumpulan. Dalam sebuah menara yang dinamakan "Meterm Tower" menjadi bukti sejarah jika nama Metro ini merujuk pada bahasa Belanda tadi.
Advertisement
Kota Transmigran
Selain menjadi kota terbesar kedua, rupanya Kota Metro sudah menjadi tempat transmigran orang-orang Jawa. Meski sudah berlangsung sejak zaman kolonial, namun kota ini masih dikenal sebagai daerah transmigran.
Secara umum, kota ini cenderung tumbuh kebudayaan Jawa, hal ini dikarenakan sudah beberapa generasi keluarga Jawa yang hidup dan menetap di Kota Metro.
Advertisement
Kearifan Lokal Jawa
Dengan menetapnya orang-orang Jawa ini membawa budaya-budaya lokal mereka ke daerah ini sehingga berubah menjadi kearifan lokal. Adapun contoh dari kearifan lokal yang berasal dari keturunan Jawa adalah Otot Gurih dan Nyakai.
Otot Gurih sendiri hampir mirip dengan prinsip gotong royong. Kearifan lokal ini diambil dari dua nama yaitu "Otot" dan "Gurih". Kata Otot di sini adalah bagi kaum laki-laki bersama-sama mengeluarkan otot atau tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan bagi kepentingan bersama.
Sedangkan kata Gurih berlaku bagi kaum perempuan yang bekerja sama membuat hidangan makanan yang alat-alat hingga bahan makannya juga dikumpulkan secara bersama-sama.
Sementara Nyakai sendiri adalah sebuah budaya masyarakat Kota Metro dalam hal tolong-menolong sesama ketika ada acara hajatan atau menyelenggarakan suatu acara besar.
Advertisement
Ada Bendungan Dam Raman
Kota Metro memiliki beberapa fasilitas yang cukup untuk menunjang kehidupan masyarakat, salah satunya adalah Bendungan bernama Dam Raman atau biasa disebut Dam Way Raman.
Lokasi bendungan ini berada sejauh 8 km dari pusat Kota. Sebelum menjadi salah satu objek wisata, bendungan ini pernah menjadi sumber irigasi serta pengairan bagi persawahan di Kota Metro dan kabupaten di sekitarnya.
Bendungan ini sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda yang namanya diambil dari "Dam" dan "Raman". Dam itu artinya bendungan sementara Raman berarti indah. Maka dari itu, Dam Raman ini diartikan sebagai bendungan yang indah.