8 Tanda Manipulasi Emosi yang Penting Dikenali, Perhatikan Ini

Psikolog mengatakan akar penyebab perilaku manipulatif seringkali dapat berupa siklus beracun kekerasan, narsisme, atau hubungan yang tidak sehat di masa kecil sang manipulator sendiri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
8 Tanda Manipulasi Emosi yang Penting Dikenali, Perhatikan Ini
Kasus Manipulasi Voucher Cashback Bukalapak. ©2018 Merdeka.com

Dalam konteks hubungan, manipulasi mengacu pada tindakan yang diambil oleh seseorang untuk mencoba mengendalikan orang lain, biasanya dengan cara yang menipu atau berbahaya.

Manipulasi emosi psikologis melibatkan tekanan untuk mengubah perilaku atau keyakinan dengan menerapkan taktik yang menipu atau menyimpang.

Manipulasi emosional menggunakan taktik yang sama untuk memicu reaksi emosional yang intens dengan sengaja dimaksudkan untuk menguras energi orang lain atau untuk mengacaukan kesejahteraan emosional mereka.

Psikolog mengatakan akar penyebab perilaku manipulatif seringkali dapat berupa siklus beracun kekerasan, narsisme, atau hubungan yang tidak sehat di masa kecil sang manipulator sendiri.

Manipulasi dapat terjadi dalam konteks relasional apa pun, kata Balestrieri, Ph.D., CST melansir dari mindbodygreen, termasuk keluarga, teman, profesional, romantis, atau hubungan seksual. Berikut tanda manipulasi emosi yang penting dikenali:

1. Meragukan Kewarasan dan Kelogisan Diri Sendiri

Manipulasi memiliki banyak segi, tetapi salah satu yang paling penting adalah gaslighting, yang merupakan taktik percakapan yang dirancang untuk "memisahkan Anda dari insting atau penilaian logis Anda tentang dunia."

Jika merasa diri Anda mempertanyakan integritas atau "kewarasan", itu pertanda bahwa ada sesuatu yang salah dan manipulasi mungkin terjadi. Ketika meragukan realitas Anda, akan lebih mudah bagi seorang manipulator untuk meyakinkan dan membujuk agar selaras dengan visi mereka. 

Satu-satunya tujuan gaslighting adalah untuk memisahkan seseorang dari realitas mereka sendiri dan menimbulkan keraguan dalam pikiran mereka, atau pikiran orang lain, sehingga orang yang melakukan gaslighting dapat lolos dengan sesuatu atau mempertahankan keunggulan dalam hal yang dirasakan, kendali orang lain.

2. Hubungannya Sangat Intens secara Emosional

Tanda manipulasi emosi adalah adanya hubungan yang amat intens, namun jika dicermati yang membentuk keintiman tersebut adala hal negatif.

Manipulasi dalam hubungan romantis sering kali melibatkan model hubungan yang intens dan penuh gairah yang meletakkan dasar untuk mencoba mempertahankan kendali.

Bom cinta, kekacauan, dan intensitas adalah elemen mendasar, yang diperlukan untuk suatu manipulasi bisa berhasil. 

Membuat pasangan bingung, disorientasi serta terganggu oleh fantasi tentang apa yang akan datang atau saat-saat indah yang telah terjadi adalah taktik umum yang digunakan oleh pasangan yang manipulatif dan kasar.

3. Takut Ditinggalkan

Jika seseorang dimanipulasi, mereka mungkin mulai merasakan ketidakpastian, ketakutan, atau kebingungan.

Banyak korban mungkin mengabaikan tanda-tanda manipulasi emosi sebagai sikap memberi dan menerima yang normal dalam suatu hubungan, tetapi sebenarnya Anda dapat membedakan antara kompromi yang sehat dan manipulasi yang tidak sehat dengan melihat apakah ada rasa takut yang terlibat. 

Dengan kompromi, tidak akan ada pemikiran 'Jika saya tidak melakukan apa yang dikatakan orang itu, mereka akan meninggalkan saya atau menyakiti saya. Jika rasa takut itu terlintas di benak Anda atau merasakannya di dalam hati, kemungkinan besar Anda sedang dimanipulasi.

4. Anda Memiliki Firasat bahwa Ada Sesuatu yang Salah

Mendengarkan insting sangat penting dalam menilai manipulasi. Sistem saraf enterik, bagian dari Sistem Saraf Otonom, hidup di usus kita, bertanggung jawab untuk membedakan isyarat sensorik dan mengirimkan informasi itu ke otak.

Upaya mereka bersama-sama dirancang untuk menilai ancaman, dan sering kali ini terjadi di luar kesadaran kita, yang kita perhatikan sebagai 'firasat.'

5. Merasa Tidak Aman

Tujuan manipulasi adalah untuk mempertahankan kendali atas Anda, dan membuat Anda merasa buruk tentang diri sendiri bisa menjadi salah satu cara manipulator mengerahkan kekuasaan mereka atas Anda dan membuat tetap berpuas diri. 

Mereka menggunakan kelemahan untuk melawan Anda. Ketika Anda rentan, mereka mempersenjatai ketakutan dan ketidakamanan untuk merasa lebih unggul.

6. Ingin Bergantung pada Mereka dan Hanya Mereka

Jika Anda tidak memiliki orang lain untuk berpaling, lebih mudah bagi manipulator untuk mengendalikan Anda. Itu sebabnya upaya isolasi atau ketergantungan bersama yang ekstrem bisa menjadi tanda manipulasi. 

Mereka berusaha mengisolasi Anda (secara fisik, sosial, dan finansial) dan mencoba menimbulkan ketergantungan pada mereka. Membatasi sumber daya dan pengaruh luar memberi mereka kendali.

7. Mereka Terus Membandingkan Anda dengan Orang Lain

Membandingkan Anda dengan orang lain bisa menjadi bentuk manipulasi, menurut. Orang yang manipulatif berkembang dengan gagasan bahwa orang akan bersaing untuk mereka.

Perbandingan terus-menerus dengan orang lain dapat menjadi bentuk manipulasi, karena dirancang untuk membangkitkan perasaan tidak mampu dan persaingan.

8. Mereka Berhasil Membuat Teman dan Keluarga “Berpihak pada Mereka”

Bukan hanya sifat buruk yang perlu kita waspadai. Perhatikan perilaku yang mengambil hati atau upaya lain untuk dilihat dari sudut pandang yang menguntungkan. Karena ini, sering kali, merupakan upaya yang disengaja untuk mendorong lebih banyak isolasi antara korban dan sistem pendukung mereka dengan menciptakan ilusi keraguan. 

Rekomendasi