Awal Juni lalu, publik dihebohkan dengan jatuh dan meledaknya helikopter tipe MI-17 milik Penerbad TNI Angkatan Darat. Helikopter tersebut jatuh hingga meledak di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6). Kecelakaan ini merenggut 4 dari 9 nyawa penumpang helikopter.
Selain korban meninggal, 5 orang lainnya mengalami luka-luka yang cukup parah. Banyak cerita dari kabar duka meninggalnya para korban helikopter tipe MI-17.
Salah satunya dari Praka Rofiq, salah satu korban selamat kejadian tersebut. Cerita tersebut diungkapkan langsung oleh sang istri, Tri Widyasturi di video yang diunggah channel Youtube TNI AD, Minggu (5/7).
Advertisement
Minta Video Call
Ketika diminta bercerita mengenai kejadian tersebut, Tri menjelaskan bahwa sesaat setelah suaminya berangkat kerja, anak pertamanya meminta sambungan video call ke Praka Rofiq. Hal tersebut menjadi tak biasa lantaran sebelummnya tidak pernah dilakukan.
“(Anak) yang besar tu minta (telepon) video call terus bapaknya.Padahal sebelumnya nggak pernah sama sekali. Jadi kalo bapaknya kerja, udah taunya kerja. Tapi (waktu itu) 3 kali video call nggak diangkat,” ujarnya.
Advertisement
Selalu Memberi Kabar
Tri juga menjelaskan bahwa jika Praka Rofiq bekerja selalu memberikan kabar. Namun pada hari itu, sang suami tak memberikan kabar sama sekali.
“Suami saya nggak bales (pesan), biasanya ngabarin kalo lagi apa,” ceritanya.
Advertisement
Foto Selfie
Sang istri yang mengenakan kerudung merah tersebut bercerita bahwa sang suami mengirimkan foto selfie sebelum lepas landas. Di foto tersebut ada tiga personel TNI yang menjadi korban, yaitu Praka Andi, Praka Supriyatno dan Praka Rofiq.
“Sebelum kejadian tu saya sempat dikirim foto selfi bertiga, ada Praka Andi, Praka Supriyatno dan Praka Rofiq. Saya komentarin, kok tumben foto. Terus selang beberapa menit, saya dikabarin kalau pesawatnya jatuh,” ujarnya.
Advertisement
Sempat Tak Menyangka
Hanya selang beberapa menit, Tri mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi suaminya jatuh dan meledak di Kendal, Jawa Tengah. Mendengar kabar tersebut, ia tak percaya lantaran baru saja bercengkerama di aplikasi pesan singkat, WhatsApp.
”Waktu itu saya nggak percaya, saya pikir bercanda orang baru chattingan. Habis itu saya telfon istrinya Praka Andi, kok nangis? Disitu saya sudah curiga, ada apa ini,” jelasnya.
Advertisement
Bersyukur Masih Selamat
Praka Rofiq berhasil dinyatakan selamat dari kejadian naas tersebut. Tri bersyukur lantaran masih diberi kesempatan hidup yang kedua kalinya. Sambil berlinang air mata, Tri mengucap rasa syukurnya.
“Ya bersyukur banget, suami saya bisa selamat. Sebuah memori yang membuat saya ngerasa kaya diberi kesempatan lagi. Oh, Ya Allah, selama ini mungkin saya sama suami kurang berbakti, sering ninggalin salat," cerita istri korban helikopter jatuh itu sambil meneteskan air mata.
Advertisement
Hanya Amal Saleh
Praka Rafiq bercerita kepada istrinya bahwa sesaat setelah kejadian ia hanya berpikir satu hal, bahwa yang bakal menemaninya kelak adalah amal saleh dari sang istri.“Kalau aku mati yang nemenin cuma amal salehmu. Jadi kalo misalnya kamu masih ninggalin shalat dan nggak taat sama aku, aku takut,” ujarnya menirukan sang suami.