Mengenal Tari Endeng-Endeng, Ungkapan Kegembiraan Masyarakat Tapanuli Selatan
Merdeka.com - Sumatera Utara memiliki banyak warisan budaya yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan, salah satunya adalah tari tradisional. Tarian tradisional ini sangat beragam, hampir di setiap daerah di Sumatera Utara memiliki tari tradisionalnya yang khas.
Salah satu yang populer adalah Tari Endeng-Endeng. Tari ini adalah tarian tradisional yang berasal dari Tapanuli Selatan. Sejak dulu, tarian ini seringkali di pertunjukkan di upacara atau acara yang penuh rasa syukur dan kegembiraan.
Perpaduan Dua Etnis
Dilansir dari laman senibudayasia, Tari Endeng-Endeng merupakan perpaduan antara seni berdah dari etnis Melayu dan Tor-Tor Onang-Onang yang berasal dari Tapanuli Selatan.
Tari Endeng-Endeng dapat dikategorikan sebuah perpaduan tarian dan pencak silat. Tradisi ini biasanya dilakukan masyarakat yang sedang menggelar pesta khitanan atau malam pesta perkawinan oleh masyarakat Tapanuli Selatan.
Simbol Ungkapan Kegembiraan
Tari Endeng-Endeng biasanya ditampilkan sebagai tari hiburan yang merupakan sarana untuk mengungkapkan kegembiraan dan juga berfungsi sebagai tari hiburan dan pergaulan.
Pertunjukan tari ini secara tradisi terbagi menjadi dua, yaitu pada waktu malam hari setelah acara kenduri atau sukuran dan siang hari ditampilkan setelah acara mengupah-upah. Pertunjukan yang dilakukan pada waktu malam hari dan siang hari pada dasarnya adalah sama. Perbedaan tarian hanya terletak pada urutan acaranya saja.
Memainkan Gerakan Telapak Tangan
Gerak yang dilakukan dalam Tari Endeng-Endeng ini yaitu gerakan telapak tangan yang membuka dan menutup serta menggenggam.
Pertunjukan tari ini biasanya juga diiringi oleh iringan musik yang tergolong modern yaitu perpaduan alat musik etnis Melayu gendang Pak Pung dan Rebana serta keyboard, drum serta gitar. Tari ini biasanya ditampilkan selama empat jam dengan kesan suasana gembira yang dibawakan oleh semua penarinya.
Diiringi oleh Lagu Tradisional
Masih dilansir dari laman senibudayasia, dalam pertunjukkannya, Tari Endeng-Endeng ditampilkan oleh sepuluh orang penari.
Selain itu juga ada dua orang vokalis dan satu orang pemain keyboard, satu pemain tamborin dan lima orang penabuh gendang juga seorang pemain ketipung kecil. Lagu-lagu yang yang dinyanyikan dalam pertunjukan tari ini berbahasa Tapanuli Selatan.
Inovasi Tari Endeng-Endeng
Tari Endeng-Endeng ini dulunya sering dibawakan oleh masyarakat, namun seiring perkembangan zaman, kini Tari Endeng-Endeng mulai berkurang dan bahkan jarang ditemui. Hal ini karena terdapat hiburan lain yang lebih digemari masyarakat setempat.Oleh karena itu, pertunjukkan Tari Endeng-Endeng mulai mengalami perubahan. Agar bisa bertahan, ditangan para seniman tari ini dilakukan inovasi sehingga telah berbeda dari wujud aslinya.Inovasi yang dilakukan oleh para seniman Tari Endeng-Endeng adalah dengan mengombinasikan seni khas Tapanuli dengan zikir bordah serta tarian Cenggok-Cenggok dan juga membawakan lagu dangdut dan alat yang digunakan beragam.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya