Mengenal Omo Sebua, Rumah Tradisional Nias yang Kokoh dan Tahan Gempa

Sabtu, 9 Mei 2020 04:04 Reporter : Fatimah Rahmawati
Mengenal Omo Sebua, Rumah Tradisional Nias yang Kokoh dan Tahan Gempa Mengenal Omo Sebua, Rumah Tradisional Nias yang Kokoh dan Tahan Gempa. pesona.travel ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika Anda mengunjungi Sumatera Utara, tidak ada salahnya untuk datang ke Kabupaten Nias Selatan. Jika sudah singgah di Pulau Nias, tidak lengkap rasanya jika tidak pergi ke Desa Adat Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Di sana, ada banyak bukti sejarah kejayaan leluhur masyarakat Nias yang masih terjaga dengan baik. Salah satunya adalah rumah adat Omo Sebua.

Rumah adat tradisonal ini merupakan warisan dari leluhur masyarakat Nias yang hingga kini masih dijaga keberadaannya. Omo Sebua ini sangat terkenal akan keindahan konstruksinya.

Bagi Anda yang melihat rumah adat kebanggaan masyarakat Nias ini, pasti Anda akan takjub dibuatnya.

2 dari 6 halaman

Hanya Dihuni oleh Raja Nias

Dilansir dari laman pesona.travel, masyarakat Nias sebenarnya memiliki dua jenis rumah adat, yaitu Omo Sebua dan Omo Hada.

Bedanya, Omo Sebua hanya dihuni oleh kepala negeri, kepala desa, dan kaum bangsawan saja. Sementara Omo Hada dibuat untuk masyarakat umum.

3 dari 6 halaman

Setiap Daerah Memiliki Bentuk yang Berbeda

mengenal omo sebua rumah tradisional nias yang kokoh dan tahan gempaSumber: flickr.com ©2020 Merdeka.com

Omo Sebua memiliki bentuk seperti rumah panggung yang dibangun di atas tiang-tiang kayu tinggi besar. Tetapi ada perbedaan bentuk antara rumah adat yang dibangun di Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Tengah.

Omo Sebua yang ada di Nias Utara memiliki perbedaan di bagian atap lotengnya yang lebar dan kisi-kisi jendela yang besar, sehingga memungkinkan penghuninya mendapat penerangan dan sirkulasi udara yang maksimal.

Di Nias Selatan, biasanya rumah dibangun dengan sistem kompleks pemukiman. Di mana ada ratusan tempat tinggal yang dibangun di kedua sisi jalan. Pemukimannya dibuat menjulang, sehingga mengharuskan penghuni atau tamunya harus menaiki tangga batu yang cukup panjang.

Sementara di Nias Tengah, bangunannya merupakan perpaduan antara Nias Utara dan Selatan. Hal ini dikarenakan penduduknya merupakan penghuni asli sebelum akhirnya berpisah ke wilayah utara dan selatan.

4 dari 6 halaman

Tahan Gempa

Masih dilansir dari laman pesona.travel, rumah tradisional ini dibangun di atas tiang-tiang kayu nibung yang tinggi besar dan beralaskan rumbia.

Tiang-tiang tersebut tidak tertanam ke tanah, dan sambungan antar kerangkanya tidak memakai paku, melainkan menggunakan pasak, sehingga membuatnya tahan terhadap guncangan gempa bumi.

Selain itu, tiang penyangga tak disusun dalam arah yang beraturan. Ada yang ke arah atas, bawah, dan samping. Cara ini membuat rumah ini semakin kokoh.

5 dari 6 halaman

Tahan dari Serangan Musuh

mengenal omo sebua rumah tradisional nias yang kokoh dan tahan gempaSumber: arsitag.com ©2020 Merdeka.com

Selain tahan dari gempa, Omo Sebua juga didesain khusus untuk melindungi masyarakat Nias dari serangan saat terjadinya perang suku.

Jalur masuknya hanya tangga kecil yang dilengkapi pintu jebakan. Selain itu, atapnya juga sangat curam.

6 dari 6 halaman

Dibangun Selama 4 Tahun

Dilansir dari liputan6.com, membangun Omo Sebua tidak lah dilakukan dengan mudah dan sembaragan. Rumah tradisional ini dikerjakan oleh 40 pekerja ahli, dan menghabiskan masa empat tahun untuk merampungkannya.

Selama itu, tiap harinya dua ekor babi disediakan untuk makan para pekerja. Puncaknya, 300 ekor babi dihidangkan saat Omo Sebua selesai dibangun. Uniknya, seluruh tengkorak kepala babi selama empat tahun dijadikan dekorasi interior rumah dan masih ada hingga kini.

[far]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini