Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Mengisi Token Listrik PLN Secara Mudah dan Cepat, Anda Wajib Tahu

Cara Mengisi Token Listrik PLN Secara Mudah dan Cepat, Anda Wajib Tahu Ilustrasi listrik. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Listrik menjadi kebutuhan pokok pada zaman sekarang karena hampir semua kegiatan dan peralatan yang kita gunakan membutuhkan daya listrik. Misalnya saja ponsel pintar yang membutuhkan pengisian baterai menggunakan listrik agar selalu menyala.

Tanpa listrik, seseorang hampir tidak bisa berkegiatan karena bahkan biasanya saat listrik mati, beberapa sinyal ponsel juga akan menurun atau menghilang. Pompa air rumah tangga juga membutuhkan listrik untuk memompa air ke tandon. Sehingga apabila ada pemadaman listrik, seseorang akan kesusahan jika tidak bersiap-siap sebelumnya.

Sebagian besar pekerjaan pun di pabrik maupun gedung perkantoran juga sangat membutuhkan listrik. Mulai dari mesin untuk produksi hingga urusan administrasi menggunakan komputer, hampir mustahil dikerjakan tanpa menggunakan listrik.

Penyedia listrik di Indonesia yaitu PLN, merupakan satu-satunya perusahaan yang menyediakan listrik di bawah naungan BUMN. Tagihan listrik sendiri kini dibagi menjadi dua yaitu sistem tagihan pascabayar dan sistem prabayar.

Sistem pascabayar, seperti namanya akan dibayarkan sebulan setelah Anda memaki listrik Anda. Sedangkan sistem prabayar yaitu ketika Anda membeli ‘pulsa’ listrik dan memasukkannya ke nomor token listrik Anda, baru setelah itu bisa memakainya.

Tentu saja masing-masing sistem pembayaran ini memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan karakter kebutuhan Anda. Berikut cara mengisi token listrik PLN jika Anda menggunakan sistem prabayar dilansir dari Liputan6:

Cara Mengisi Pulsa Listrik

Anda bisa menemukan tempat yang menjual pulsa listrik seperti di kantor pos, minimarket, supermarket, penjual pulsa, bank, atau loket penjual voucher listrik lainnya. Bagi Anda yang baru pertama kali ingin membeli pulsa listrik, Anda perlu membawa kartu identitas pengguna listrik prabayar.

Pada kartu identitas pengguna listrik prabayar, terdapat digit angka yang akan menjadi tujuan listrik yang akan Anda beli. Digit angka tersebut adalah kode token listrik milik Anda. Cara mengisi pulsa listrik dapat Anda simak langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Beri kode token listrik Anda kepada penjual voucher pulsa listrik. Setelah itu Anda akan mendapatkan struk yang berisi 20 angka kode token listrik.

2. Masukkan 20 angka kode token listrik pada struk tersebut ke meteran listrik Anda. Caranya Anda langsung ketikkan 20 angka token listrik lalu tekan tombol ‘enter’.

3. Jika salah mengetikkan kode token, Anda cukup hapus dengan menekan tombol ‘backspace’.

4. Jika setelah memasukkan 20 angka dan menekan ‘enter’ muncul tulisan ‘Benar’ atau ‘Accept’, maka kode yang dimasukkan benar dan kemudian akan ditampilkan pda layar MPB jumlah nilai kwh dan daya yang dibeli.

5. Jika setelah memasukkan 20 angka token listrik dan muncul tulisan ‘Salah’ atau ‘Reject’ ada kemungkinan Anda memasukkan 20 angka pulsa tersebut salah. Anda perlu berhati-hati dalam memasukkan kode tersebut agar berhasil.

6. Selesai.

Saran Penggunaan Listrik Pintar

Disarankan bagi Anda untuk menyimpan struk pembelian token listrik tadi. Jika di kemudian hari akan membeli pulsa listrik lagi, Anda cukup membawa struk tersebut tanpa harus membawa kartu identitas pengguna listrik. Biasanya di dalam struk telah tertera nomor identitas (idpel/id pelanggan) penggunaan listrik.

Para penjual voucher pulsa listrik menyediakan enam macam nominal yang bisa Anda beli yaitu mulai dari Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Jika listrik akan habis, biasanya MPB akan mengeluarkan bunyi dan lampu akan berkedip merah. Hal tersebut sebagai pertanda bahwa jumlah kilowatt hour sudah hampir habis.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP