Bacaan Hamdalah Arab Beserta Latin dan Artinya Menurut Ulama
Merdeka.com - Seorang muslim mengucapkan Alhamdulillah beberapa kali dalam sehari untuk memuji dan berterima kasih kepada Tuhan. Seorang Muslim harus terus-menerus memuji, bersyukur dan bersyukur kepada Allah. Dan oleh karena itu tidak ada batasan berapa kali seseorang harus mengucapkan Alhamdulillah.
Semakin seseorang memahami bahwa segala sesuatu yang dikaruniainya adalah dari Allah. Semakin seseorang menginternalisasikan makna Alhamdulillah dan selalu bersyukur.
Baca juga: Arti Alhamdulillah Dan Keistimewaan Mengucapkannya
Namun, ada riwayat tertentu Nabi Muhammad di mana ia menentukan berapa kali kita harus mengucapkan Alhamdulillah sebagai bagian dari rutinitas kita sehari-hari.
Kita harus mengucapkan Alhamdulillah tiga puluh tiga kali dalam dzikir harian kita (mengingat Allah setiap hari). Hal ini umumnya dilakukan setelah shalat lima waktu dan sebelum tidur.Berikut merdeka.com merangkum bacaan hamdalah arab beserta latin dan artinya:
Bacaan Hamdalah
Bacaan hamdalah memiliki versi pendek dan panjangnya. Bacaan hamdalah sehari-hari yang biasa kita baca untuk mensyukuri secara spontan yaitu sebagai berikut:
اَلْحَمْدُ لِلهِ
Alhamdulilah Artinya: “Segala puji bagi Allah”.
Selain itu ada bacaan hamdalah versi lebih panjang dan sempurna yang bisa diamalkan, yaitu menurut kitab Al-Azkar karya Imam Nawawi berikut melansir dari laman pecihitam.org:
اَلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئ ُمَزِيْدَهُ
Alhamdulillahi robbil ‘alamin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi-u mazidahu
Artinya: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya”. (Imam an-Nawawi, al-Adzkar an-Nawawi, [Beirut: Dar Kutub Islamiyah, 2004 M], j. 1, h. 174.)
Adapun seorang muslim jika melihat atau memperoleh hal yang disukai menurut riwayat aisyah HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani maka bisa mengucapkan kalimat alhamdulillah ala kulli halin wa ni’matin
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat
Artinya : segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal sholih
Memahami Arti Bacaan Hamdalah Beserta Maknanya
Bacaan hamdalah yang dituturkan sebagai alhamdulillah memiliki arti dari bahasa berasal dari kata (al) yang mendahului kata (hamd) dipahami oleh ulama dengan arti segala, sedang huruf (lam) yang menyertai kata Allah sehingga diucapkan (lilla'h) mengandung makna pengkhususan bagi-Nya, mengutip T. Tangngareng dalam Menyelam ke Semerta Zikir: Menyikap Makna Dan Pesanya Dalam Hadis Nabi SAW.
Arti Alhamdulillah ingin menegaskan pada manusia bahwa ia tidak akan pernah lepas dari rahmat Allah SWT dan wajib mensyukurinya setiap saat. Allah sebagai Tuhan senantiasa menyeru hambanya untuk mendekatkan diri kepadaNya, tulis Liputan6.com.
Rasulullah SAW mendapatkan wahyu sebagai berikut:
قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya: “Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”
Menurut tafsir Al-Mukhtashar diceritakan Allah memerintahkan nabi Muhammad untuk memuji Allah atas isi dari kisah para nabi berupa azab yang menimpa kaum yang mendustakan, dan atas isyarat yang ada dalam kisah-kisah tersebut berupa janji Allah untuk memberi kemenangan atas musuh-musuhnya.
Dan setelah itu Allah memerintahkannya untuk menyampaikan salam kepada hamba-hamba-Nya yang telah Dia pilih untuk mengemban risalah. Dan dalam kalimat ini terdapat balasan dan penghargaan bagi para nabi atas segala cobaan yang mereka dapatkan di jalan dakwah.
Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah untuk mengingkari orang musyrik dengan berkata: “Manakah yang lebih baik, Allah yang telah disebutkan perbuatan dan sifat-sifat-Nya yang menunjukkan kebesaran kuasa-Nya, atau berhala-berhala yang kalian jadikan sekutu Allah dalam ibadah?”
Manfaat Bacaan Hamdalah
Melansir dari laman merdeka.com berikut manfaat bacaan hamdalah sehari-hari:
Perkataan yang Sangat Baik
Bacaan Hamdalah atau Alhamdulillah merupakan sebaik-baiknya perkataan yang dipilihkan Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah memilih empat perkataan, yaitu subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha ilallah, dan allahu akbar. Barangsiapa mengucapkan “Subhanallah” maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan. Barangsiapa mengucapkan “Allahu Akbar” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah” maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula. Dan barangsiapa mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin” dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.” (HR. Ahmad).
Membuat Hati Tenang
Manfaat bacaan hamdalah berikutnya yaitu dapat membuat hati tenang. Karena dengan mengucapkan kalimat hamdalah, hati kita akan qana’ah (menerima dengan lapang dada) atas apa yang diberikan Allah SWT kepada kita. Pikiran kita akan selalu positif dengan setiap ketentuan dan takdir yang telah Allah SWT tetapkan.
Menentramkan Jiwa
Manfaat ucapan hamdalah yang keempat yaitu membuat jiwa menjadi tentram. Seseorang yang senantiasa bersyukur dengan mengucap alhamdulillah akan merasakan jiwa yang tentram.
Karena mau sekaya atau sebanyak apapun harta yang dimiliki, jika tidak bersyukur dengan apa yang kita punya maka akan sulit untuk mendapatkan ketentraman dalam jiwa.
11 Kondisi yang Disunnahkan Membaca Hamdalah
Melafalkan alhamdulillah tidak hanya disunnahkan untuk dibaca setelah mendapat nikmat saja. Melansir NU Online, Imam an-Nawawi dalam al-Adzkâr an-Nâwâwî menjelaskan beberapa hal yang disunnahkan untuk membaca hamdalah.
قال العلماء : فيستحب البداءة بالحمد لله لكل مصنف ، ودارس ، ومدرس ، وخطيب ، وخاطب ، وبين يدي سائر الأمور المهمة
Artinya: “Disunnahkan memulai dengan ‘alhamdulillah’ untuk setiap muallif, orang yang belajar, orang yang mengajar, orang yang diceramahi dan orang yang berceramah, serta dalam perkara-perkara penting yang lain.” (Imam an-Nawawi, al-Adzkâr an-Nâwâwî, [Beirut: Dâr Kutub Islamiyah, 2004 M), j. 1, h. 172.)
Pertama, disunnahkan membaca alhamdulillah dalam setiap permulaan menulis karya.
Kedua, disunnahkan juga membaca alhamdulillah di permulaan belajar maupun mengajar.
Ketiga, saat berceramah, baik untuk orang yang berceramah maupun orang yang mendengarkan ceramah. Hal ini disebutkan oleh Imam as-Syafii, bahwa ia sangat menganjurkan setiap orang yang melakukan hal-hal penting untuk membaca alhamdulillah, termasuk ceramah.
قال الشافعي رحمه الله : أحب أن يقدم المرء بين يدي خطبته وكل أمر طلبه : حمد الله تعالى ، والثناء عليه سبحانه وتعالى ، والصلاة على رسول الله ﷺ
Artinya: “Imam as-Syafii Rahimahullah berkata: Aku lebih suka orang yang mengawali setiap khutbahnya (ceramahnya) dan setiap hal yang dicari dengan: memuji kepada Allah SWT (membaca alhamdulillah) dan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. (lihat: Imam an-Nawawi, al-Adzkâr an-Nâwâwî, [Beirut: Dâr Kutub Islamiyah, 2004 M), j. 1, h. 172.)
Tidak hanya sunnah, dalam khutbah jumat, membaca alhamdulillah bahkan menjadi salah satu rukun khutbah jumat, jika tidak ditepati, maka khutbah tersebut tidak sah.
Keempat, setelah selesai makan dan minum.
يستحب بعد الفراغ من الطعام والشراب ، والعطاس ، وعند خطبة المرأة - وهو طلب زواجها - وكذا عند عقد النكاح ، وبعد الخروج من الخلاء ،
Artinya: “Disunnahkan (membaca alhamdulillah) setelah makan dan minum, setelah bersin dan ketika melamar seorang perempuan, yaitu meminta menjadi istrinya, begitu juga ketika akad nikah, dan setelah keluar dari toilet.” (Imam an-Nawawi, al-Adzkâr an-Nâwâwî, [Beirut: Dâr Kutub Islamiyah, 2004 M), j. 1, h. 172.)
Kelima, berdasarkan ibarah tersebut, disunnahkan juga mengucapkan alhamdulillah setelah bersin. Tentu hal ini sudah sangat maklum bagi kita.
Keenam, ketika melamar seorang perempuan.
Ketujuh, ketika akad nikah.
Kedelapan, setelah keluar dari toilet.
Kesembilan, ketika mengawali dan mengakhiri doa.
Kesepuluh, ketika mendapatkan nikmat atau terhindar dari bencana. Kondisi ini, biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesebelas, ketika salah satu keluarga ada yang meninggal dunia. Dalam kasus yang disebutkan dalam hadis, bahwa Allah menjanjikan surga bagi seorang hamba yang ditinggal mati oleh anaknya, kemudian ia membaca hamdalah dan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi rajiun).
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إذا مات ولد العبد قال الله تعالى لملائكته : قبضتم ولد عبدي ؟ فيقولون : نعم ، فيقول : قبضتم ثمرة فؤاده ؟ فيقولون : نعم ؟ فيقول : فماذا قال عبدي ؟ فيقولون : حمدك واسترجع ، فيقول الله تعالى : ابنوا لعبدي بيتا في الجنة ، وسموه بيت الحمد " قال الترمذي : حديث حسن.
Artinya: “Dari Abu Musa al-Asyari RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang anak hamba Allah meninggal, Allah SWT akan berkata kepada para malaikatnya, “Kalian sudah mengambil ruh anak hamba-Ku?” para malaikat tersebut kemudian menjawab, “iya.” Allah SWT kemudian bertanya lagi, “Kalian sudah mengambil ruh buah hatinya?” Para malaikat pun menjawab, “iya.” Allah SWT kemudian bertanya lagi, “Apa yang diucapkan hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Ia memujimu dan beristirja’” Maka Allah SWT berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga, dan namailah dengan bait al-hamd.” Imam at-Tirmidzi berkata bahwa hadis ini adalah hadis hasan. (Imam an-Nawawi, al-Adzkâr an-Nâwî, [Beirut: Dâr Kutub Islamiyah, 2004 M], j. 1, h. 173).
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya