6 Cara Mengajari Anak Mengekspresikan Emosi dengan Baik, Validasi Perasaannya

Kamis, 30 Juni 2022 16:01 Reporter : Ani Mardatila
6 Cara Mengajari Anak Mengekspresikan Emosi dengan Baik, Validasi Perasaannya Ilustrasi anak. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Pressmaster

Merdeka.com - Anak-anak mengalami perasaan yang kompleks seperti orang dewasa. Mereka bisa frustrasi, bersemangat, gugup, sedih, cemburu, takut, khawatir, marah dan malu.

Namun anak-anak kecil biasanya tidak memiliki kosakata untuk berbicara tentang perasaan mereka. Sebaliknya, mereka mengomunikasikan perasaan mereka dengan cara lain.

Anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka melalui ekspresi wajah, melalui tubuh mereka, perilaku mereka dan bermain. Kadang-kadang mereka mungkin menunjukkan perasaan mereka dengan cara fisik, tidak pantas atau bermasalah.

Sejak anak-anak lahir, mereka mulai mempelajari keterampilan emosional yang mereka butuhkan untuk mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola perasaan mereka. Mereka belajar bagaimana melakukan ini melalui interaksi sosial dan hubungan mereka dengan orang-orang penting dalam hidup mereka seperti orang tua, kakek-nenek, dan pengasuh.

Menjadi orang tua berarti Anda memiliki peran yang sangat penting untuk dimainkan dalam membantu anak-anak memahami perasaan dan perilaku mereka. Anak-anak perlu ditunjukkan bagaimana mengelola perasaan mereka dengan cara yang positif dan konstruktif.

Berikut merdeka.com merangkum cara mengajari anak mengekspresikan emosi dengan baik:

2 dari 3 halaman

Sebutkan Perasaan Anak Anda

Cara mengajari anak mengekspresikan emosi dengan baik adalah dengan mengajari mereka nama-nama emosi itu. Ajari anak Anda kata-kata perasaan dasar seperti senang, marah, sedih, dan takut. Anak-anak yang lebih besar dapat memperoleh manfaat dari mempelajari kata-kata perasaan yang lebih kompleks seperti frustrasi, kecewa, dan gugup.

Cara yang bagus untuk membantu anak-anak belajar tentang perasaan adalah dengan mendiskusikan bagaimana perasaan karakter dalam buku atau acara TV.

Berhentilah sejenak untuk bertanya, “Menurutmu, bagaimana perasaannya saat ini?” Kemudian, diskusikan berbagai perasaan yang mungkin dialami karakter tersebut dan alasannya.

Bicara Tentang Perasaan

Cara mengajari anak mengekspresikan emosi dengan baik selanjutnya dengan menunjukkan pada anak-anak bagaimana menggunakan kata-kata perasaan dalam kosakata sehari-hari mereka.

Katakan, “Ibu merasa sedih karena kamu tidak ingin berbagi mainan dengan saudaramu hari ini. Aku yakin dia juga merasa sedih.”

Setiap hari, tanyakan kepada anak Anda, “Bagaimana perasaanmu hari ini?” Dengan anak kecil, gunakan bagan sederhana dengan wajah tersenyum jika itu membantu mereka untuk memilih perasaan dan kemudian mendiskusikan perasaan itu bersama. Bicarakan tentang hal-hal yang memengaruhi perasaan anak Anda.

Membicarakan perasaan orang lain juga mengajarkan empati. Anak-anak kecil berpikir bahwa dunia berputar di sekitar mereka, jadi ini bisa menjadi pengalaman yang membuka mata bagi mereka untuk mengetahui bahwa orang lain juga memiliki perasaan.

Jika anak Anda tahu bahwa mendorong teman mereka ke tanah dapat membuat teman mereka marah dan sedih, mereka akan cenderung tidak melakukannya.

Perkuat Mereka Secara Positif

Ketika anak mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang tepat, pujilah mereka. Ini menunjukkan kepada mereka bahwa perasaan itu normal dan boleh saja mengungkapkannya, tetapi juga menegaskan bahwa ada cara yang tepat untuk melakukannya.

Anak kemudian akan lebih mungkin untuk mengulangi perilaku yang sesuai di masa depan.

Mudah Didekati

Gunakan bahasa tubuh yang terbuka, ekspresi wajah yang ramah, dan kata-kata yang baik untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa Anda ada untuk mereka dan terbuka terhadap apa yang mereka katakan.

Dengarkan secara aktif sepanjang percakapan tentang perasaan, jangan terganggu. Seringkali, anak-anak hanya perlu didengar dan dipahami, dan kemudian mereka merasa mampu melewati masalahnya.

3 dari 3 halaman

Menarik Perhatian Mereka pada Perasaan Anak-Anak Lain

Anak kecil tidak menyadari perasaan orang lain dengan cara yang sama seperti orang dewasa, dengan menarik perhatian mereka pada fakta bahwa tindakan mereka dapat memengaruhi orang lain, Anda dapat membantu mereka mengambil langkah dalam perkembangan emosi mereka.

Jika dua anak bertengkar, dengarkan kedua perspektif, dan diskusikan bagaimana keduanya memiliki kebutuhan dan perasaan yang perlu diselesaikan.

Bantulah untuk mengingatkan anak-anak tentang hal ini secara konsisten, misalnya, Anda dapat mengatakan: “Ya ampun, Siwi sedang duduk di sudut dan dia terlihat sedih, menurut Rizka mengapa dia mungkin kesal? Menurutmu gimana caranya biar Siwi nggak sedih lagi?”

Ajarkan Strategi Mengatasi

Anak-anak perlu belajar bahwa hanya karena mereka merasa marah tidak berarti mereka dapat memukul seseorang. Sebaliknya, mereka perlu mempelajari keterampilan manajemen kemarahan sehingga mereka dapat menyelesaikan konflik secara damai. Secara proaktif ajari anak bagaimana menghadapi emosi yang tidak nyaman.

Dorong anak untuk mengambil waktu sendiri. Dorong mereka untuk pergi ke kamar mereka atau tempat lain yang tenang ketika mereka marah. Ini dapat membantu mereka tenang sebelum mereka melanggar aturan dan dikirim ke batas waktu.

Ajari anak cara sehat untuk mengatasi perasaan sedih juga. Jika anak merasa sedih karena temannya tidak mau bermain dengannya, bicarakan tentang cara mengatasi perasaan sedihnya.

Seringkali, anak-anak tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika mereka merasa sedih, sehingga mereka menjadi agresif atau menunjukkan perilaku mencari perhatian.

[amd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini