Bola.com, Sleman - Rekor tak terkalahkan PSM Makassar di BRI Liga 1 2022/2023 akhirnya berakhir di pekan ke-15. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman klub berjulukan Juku Eja itu menyerah ditangan Madura United dengan skor tipis 0-1 pada Kamis (15/12/222) malam. Gol di laga ini dicetak oleh Lulinha pada menit ke-45+2.
Tambahan tiga poin membuat Madura United naik ke posisi tiga klasemen sementara BRI Liga 1 dengan torehan 29 poin dari 15 laga. Rinciannya, sembilan kali menang, dua kali imbang, dan empat kekalahan.
Sementara PSM makassar turun ke peringkat empat klasemen sementara. Mereka memiliki poin yang sama dengan Madura United, tetapi Juku Eja kalah head to head. Dari 14 laga, PSM mengemas delapan kemenangan dan lima hasil imbang.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mengakui keunggulan lawan. Secara hasil dia cukup kecewa, tetapi secara permainan dia menilai timnya tidak bermain jelek. Hanya, memang gol yang diharapkan tidak kunjung datang.
"Selamat untuk Madura United. Kami punya lebih banyak peluang daripada Madura United tapi kami tidak bisa mencetak gol dan punya banyak peluang menurut saya," ujar Bernardo Tavares seusai laga.
Lawan Lebih Pintar Manfaatkan Peluang
Pelatih asal Portugal itu menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol. Malah, timnya harus kecolongan di akhir babak pertama. Bernardo Tavares berujar, seandainya PSM Makassar tidak kebobolan, mungkin jalannya pertandingan akan berbeda.
"Empat peluang, mereka cetak satu gol dan kami punya enam peluang tapi kita tidak cetak gol. Babak kedua kami punya peluang dan harus mengejar ketertinggalan, tetapi inilah sepak bola tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan malam ini," keluhnya.
"Kenapa Madura United memenangkan laga? Karena mereka mencetak gol. Itu saja. Tapi saya bangga dengan para pemain, mereka bermain dengan hati dan kami juga melakukan permainan yang bagus," lanjut Bernardo Tavares.
Pertanyakan Kinerja Wasit
Advertisement
Bernardo Tavares selama ini memang dikenal sebagai salah satu pelatih Liga 1 yang getol mengkritik kinerja wasit Tanah Air. Termasuk di laga kali ini, dia menilai kepemimpinan wasit masih tetap saja ngawur. Setidaknya ada tiga momen di duel melawan Madura United yang menjadi sorotannya.
"Sebetulnya ini bukan alasan bagi saya tapi betul-betul wasit melakukan tugas yang menurut saya tidak bagus. Saya beri tiga contoh dari momen-momen pertandingan tadi saat Ricky Pratama di babak pertama mengejar bola dan pelanggaran yang dilakukan kepada Ricky, kalau bukan penalti ya pasti freekick tapi tidak terjadi apa-apa padahal ini pelanggaran yang sangat keras sekali," tandasnya.
"Yang kedua adalah kartu kuning yang diberikan kepada Kenzo Nambu, dia buat apa sih sampai layak mendapat kartu kuning. Kemudian ekstratime yang diberikan wasit hanya tiga menit. Padahal Madura United banyak menghentikan pertandingan," sambungnya.
Bernardo Tavares berharap kinerja wasit Liga 1 bisa lebih baik lagi. Atau paling tidak dia menyarankan para wait ini menonton pertandingan Piala Dunia Qatar dalam memimpin suatu pertandingan.
"Ini ada momen Piala Dunia, paling tidak saya berharap kepada wasit untuk menonton laga Piala Dunia. Tidak mungkin kita memainkan olahraga yang sama tapi aturannya berbeda. Saya berharap wasit lebih bagus ke depannya," ucap dia.
Pemain Sudah Berjuang
Bek PSM Makassar Erwin Gutawa menyatakan, timnya sudah berjuang maksimal untuk meraih poin. Tetapi hasil memang tidak sesuai yang diharapkan.
"Saya respek kepada Madura United selamat atas kemenangannya malam ini. Yang jelas kami dari PSM sudah berjuang memberikan yang terbaik tetapi hasilnya belum rezekinya. Pertandingan berikutnya kami akan bangkit dan memberikan yang terbaik," tekadnya.