Bola.com, Jakarta - Keberadaan pemain asing selalu menjadi warna tersendiri dalam sebuah kompetisi elite sepak bola. Tak terkecuali di sepak bola Indonesia yang memperbolehkan setiap klub menggunakan hingga empat pemain asing sekaligus di kompetisi kasta tertinggi Liga 1.
Kehadiran mereka selalu disusul dengan ekspektasi yang tinggi dari klubnya. Entah manajemen, tim pelatih, pemain lain, dan fans selalu menuntut penampilan terbaik dari para ekspatriat ini.
Walau beberapa pemain yang datang gagal memberikan kesan manis, tidak sedikit pemain asing yang memiliki karier panjang di sepak bola Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan amemilih menjalani proses naturalisasi.
Kompetisi Liga 1 2022/2023 yang telah memasuki pekan ke-11 menjadi ajang bagi para pendatang ini untuk unjuk gigi. Kontribusi besar yang mereka buat nyatanya mampu membawa timnya bersaing di papan atas.
Bola.com memilih lima pemain asing yang memiliki kontribusi luar biasa untuk timnya di Liga 1 2022/2023. Siapa saja mereka?
Matheus Pato (Borneo FC Samarinda)
Nama pertama yang sangat layak diapungkan adalah Matheus Pato. Bomber asal Brasil ini melakukan tugasnya dengan luar biasa untuk membawa Borneo FC Samarinda berada di puncak klasemen.
Dengan sederet gelandang jempolan, Pato sama sekali tidak kesulitan menjebol gawang lawan. Baik di laga kandang maupun tandang, ia selalu menjadi momok bagi pertahanan musuh.
Dalam 11 pertandingan yang sudah dijalani, Pato sudah berhasil mencetak 12 gol. Dengan kompetisi yang masih sangat panjang, bukan mustahil ia melewati rekor gol dalam satu musim milik Peri Sandria atau mungkin Sylvano Comvalius.
Yuran Fernandes (PSM Makassar)
Advertisement
Pemain PSM Makassar, Yuran Fernandes Rocha Lopes merayakan golnya ke gawang Dewa United FC melalui tendangan penalti saat laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United FC melawan PSM Makassar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (15/9/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
">Pemain PSM Makassar, Yuran Fernandes Rocha Lopes merayakan golnya ke gawang Dewa United FC melalui tendangan penalti saat laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 antara Dewa United FC melawan PSM Makassar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (15/9/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
PSM Makassar tak terlihat bakal jadi penantang serius musim ini. Mereka terhitung telat dalam mempersiapkan tim untuk menghadapi dua kompetisi sekaligus, yakni BRI Liga 1 2022/23 dan Piala AFF.
Namun, di bawah tangan dingin pelatih Bernardo Tavares, mereka mampu menjelma jadi tim yang solid. Kekuatan mereka dibangun dari lini belakang. PSM jadi satu di antara beberapa tim dengan catatan kebobolan terendah.
Kuatnya pertahanan klub berjulukan Juku Eja tersebut tak lepas dari Yuran Fernandes. Pemain debutan Liga 1 asal Cape Verde itu merupakan satu di antara beberapa sumber kekuatan PSM di lini pertahanan.
Ramiro Fergonzi (Persita Tangerang)
Persita Tangerang jadi salah satu kuda hitam di kompetisi BRI Liga 1 2022/23. Walaupun tak bermaterikan pemain-pemain kelas atas, mereka mampu menjelma menjadi kekuatan mengejutkan di bawah arahan Angel Alfredo Vera.
Ramiro Fergonzi merupakan pemain yang tampil trengginas pada awal kompetisi musim ini. Perannya di lini depan Persita begitu komplet dalam menggedor pertahanan lawan.
Tak hanya mencetak lima gol, ia juga mampu menciptakan lima assist. Kontribusinya tersebut mampu membawa Persita menembus empat besar melewati klub tradisional macam Arema FC maupun Persebaya Surabaya.
Bruno Dybal (Persikabo 1973)
Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 merupakan ladang yang cukup subur bagi tim non-unggulan. Tak hanya Borneo FC Samarinda, Madura United, dan Persita Tangerang, Persikabo 1973 juga bermain ugal-ugalan sejauh ini.
Satu sosok yang berjasa dalam pencapaian tersebut adalah Bruno Dybal. Mantan penggawa Persiraja Banda Aceh itu jadi komponen utama di lini tengah klub berjulukan Laskar Padjajaran tersebut.
Pemain asal Brasil itu merupakan eksekutor utama bola mati. Dari situlah Bruno berulang kali menciptakan assist bagi rekan-rekannya.
David da Silva (Persib Bandung)
Advertisement
Saat keterpurukan Persib Bandung pada awal musim ini, David da Silva tetap mampu memperlihatkan ketajamannya. Sembilan gol dalam 10 pertandingan yang dijalani merupakan bukti sahih kehebatannya.
Sejak berseragam Persebaya Surabaya pada musim 2018 lalu, ia memang sudah dikenal sebagai striker yang berbahaya. Kecepatannya sangat sulit dihentikan oleh barisan belakang lawan.
Kehadiran Luis Milla di kursi pelatih Persib diperkirakan bakal membuatnya makin tajam. Permainan dari kaki ke kaki yang diterapkan pelatih asal Spanyol itu terasa lebih cocok untuk pemain asal Brasil itu.