Hampir semua pemain sepak bola menginginkan merumput bersama Manchester United. tak dipungkiri bahwa United memang salah satu klub elit di tanah Inggris, bahkan di Eropa.The Red Devils memiliki sejarah panjang di dunia sepakbola dunia dengan pernah menjuarai Liga Champions, Premier League, dan lain sebagainya. Banyak pemain besar yang merumput di markas besar Old Trafford, sebut saja David Beckham, Eric Cantona, Paul Scholes, Ryan Giggs, dan yang saat ini masih aktif adalah Wayne Rooney.Namun tidak semua pemain yang bermain di United bakal bahagia. Bukan jaminan seorang pemain yang dikontrak MU bakal hebat. Ada saja pemain flop yang dimiliki. Tragisnya, setelah mereka terpuruk di United, para pemain yang gagal bersinar itu justru makin moncer setelah meninggalkan Old Trafford.Berikut ini merdeka.com akan menghadirkan 6 pemain yang tenggelam namun justru makin sukses usai meninggalkan Manchester United.
Advertisement
Angel Di Maria
Angel Di Maria merupakan sosok penting dibalik kesuksesan Paris Saint-Germain merebut juara di League 1. Sebelum menjadi momok menakutkan di tanah Prancis, dia sudah lebih dulu menaklukkan tanah Spanyol bersama Real Madrid dan tanah Portugal bersama Benfica. Di Real Madrid, dia moncer saat digandengkan dengan Mesut Ozil di lini tengah. Berseragam El Real sejak musim 2010/2011 hingga 2013/2014, pemain berkebangsaan Argentina ini mencetak 30 gol dan 62 assist. Catatan itu membuat United kepincut dan mendatangkan Di Maria ke United. Sayangnya, dia hanya bertahan semusim saja. Berdasarkan statistik di Whoscored, Di Maria hanya mencatat 27 penampilan dan menyumbangkan 3 gol dan 10 assist. Dinilai gagal, van Gaal membuangnya ke PSG. Di sinilah Di Maria kembali menemukan permainan terbaiknya. Dia mencatat 29 penampilan, mencetak 10 gol dan 18 assist. Di Maria bahkan menempati assist terbanyak kedua di Eropa di bawah Mesut Ozil dengan 19 assist-nya.Van Gaal mengaku menyesal telah terlalu cepat melepas Di Maria ke PSG. Seharusnya dia lebih sabar.
Advertisement
Gerard Pique
Saat masih berjayanya masa Nemaja Vidic dan Rio Ferdinand di United sebagai bek tengah, Gerard Pique terasing ke bangku cadangan. Di jarang sekali dimainkan sebagai starter karena memang kala itu di amasih terlalu muda. Sir Alex Fergusen yang kala itu menangani United tidak melihat perkembangan yang pesat dari jebolan akademi Barcelona, La Masia.Akhirnya Fergie mengembalikan Pique ke Spanyol, dan bergabung langsung dengan Barcelona. Di sinilah penyesalan seorang Fergie mulai terlihat. Pique menjelma menjadi bek tengah yang tangguh. Bahkan terlalu tangguh saat dipasangkan dengan seorang Carles Puyol. Komunikasi yang baik serta agresivitasnya dalam menyerang juga patut diacungi jempol. Selama karirnya di Barca, Pique telah mencatat 25 gol dari 260 penampilannya.
Advertisement
Paul Pogba
Selain Gerard Pique, sosok yang paling membuat Fergie menyesal berat adalah Paul Pogba. Pemuda berkebangsaan Prancis ini bergabung dengan Setan Merah pada musim 2011/2012. Dia hanya main sebanyak 67 menit saja, alias 3 kali diturunkan dan semuanya sebagai pemain pengganti. Tidak mencetak gol, tidak mencetak assist. Kemudian Sir Alex Ferguson melepasnya secara gratis ke Juventus. Musim pertamanya di Turin tak berjalan mulus, tapi lebih baik ketimbang di Old Traford. Pogba di mainkan sebanyak 3 kali sebagai starter dan 5 kali sebagai pemain pengganti. Karena memang dia kala itu masih terlalu muda.Di musim keduanya bersama Bianconeri, Pogba mulai jadi langganan starter. Dia diplot sebagai starter sebanyak 18 kali dan hanya 9 kali sebagai pemain pengganti. Total dia mencetak 10 gol di musim keduanya. Sejak saat itu, rating Pogba meroket. Bahkan dia menyabet penghargaan Golden Boy tahun 2013. Itu adalah penghargaan yang diberikan kepada pemain muda berbakat di Eropa yang paling mengesankan selama satu tahun kalender. Semua pemenangnya harus berada di tingkat atas Liga Eropa dan masih di bawah usia 21 tahun
Advertisement
Diego Forlan
Musim 2003/2004, Diego Forlan bergabung dengan Manchester United. di musim perdananya di Old Trafford sungguh buruk. Dia hanya mencatat 24 penampilan, 10 di antaranya starter. Dia hanya mencetak 4 gol. Musim keduanya lebih buruk lagi, pemain berkebangsaan Uruguay ini hanya tampil 17 kali dan pa mencetak gol.Sir Alex Ferguson akhirnya membuangnya ke Villarreal. Di sini karir Forlan langsung moncer. Di musim perdananya berkostum Villareal, Forlan mencatat 38 penampilan dan mencetak 25 gol! Forlan langsung menjadi top skorer La LIga di musim pertamanya. Selanjutnya, dia terus menjadi andalan El Submarino Amarillo, julukan Villarreal. Sir Alex Ferguson meradang melihat perkembangan pesat seorang Forlan.Bertahan hingga 3 musim bersama Villarreal, akhirnya Forlan hijrah ke Atletico Madrid. Di sini, Fergie makin meradang. Pasalnya Forlan menjelma menjadi striker yang maut dan tak ada duanya. Di musim 2008/2009, Forlan kembali menempati puncak top skorer La Liga kali ini bersama Atletico Madrid dengan raihan 32 gol. Kekesalan Sir Alex Ferguson makin tak terbendung saat melihat mantan anak buahnya itu berada di puncak pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2010 bersama timnas Uruguay.
Advertisement
Javier Hernandez
Nama yang satu ini bisa dibilang telat bersinar. Saat di United, dia hanya diposisikan sebagai pelapis bagi Nistelrooy di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Begitu pun saat Wayne Rooney datang. Javier Hernandez alis Chicharito masih akrab dengan bangku cadangan. Hingga akhirnya kedatangan Louis van Gaal, Chicharito dipinjamkan ke Real Madrid. Semusim di Spanyol, Chicharito masih enggan menunjukkan kemampuan aslinya. masa pinjaman habis, Chicharito kembali ke United namun dia tak kunjung mendapat kejelasan hingga akhirnya dia dijual ke Bayer Leverkusen.Musim pertamanya di Bundesliga Jerman langsung melambungkan namanya. dari total 28 penampilannya, pemain asal Meksiko ini mengemas 17 gol dan dua assist. Belum lagi 5 gol di kancah Liga Champions. Ini bukti bahwa Chicharito hanya butuh waktu reguler untuk menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Andaikan Sir Alex memberikan kepercayaan lebih pada pemain yang kini berusia 27 tahun ini mungkin dia akan bersinar di Old Trafford.
Advertisement
Shinji Kagawa
Ke jajaran skuad Manchester United mungkin adalah mimpi semua pemain sepakbola. Siapa yang membantah kekuatan tim sekelas Red Devils? begitu juga yang dialami oleh Shinji Kagawa.Pemain asal Jepang ini diboyong ke United usai bersinar bersama Borussia Dortmund. Bersama Dortmund, Kagawa mencatat 55 penampilan dan mencetak 22 gol di semua kompetisi (tiga musim). Namun petaka datang saat dia resmi membela United. Total, kagawa hanya dimainkan sebanyak 49 kali (tiga musim) dan mencetak 6 gol saja di semua ajang.Akhirnya Kagawa memutuskan kembali ke Dortmund setelah gagal bersinar di manchester United. Kembali ke Dortmund Kagawa layaknya anak yang hilang. Kemampuannya makin matang dan dia mampu memberikan yang terbaik. Dari total semua ajang yang dilakoni Kagawa, dia mencatat 70 penampilan bersama Dortmund dan mengemas 14 gol serta 15 assist (dua musim).